Prolog

14 0 0
                                        

Fasya masih berumur hampir 7 tahun menangis tersedu-sedu diatas kasur miliknya

Baru kemarin lusa Fasya mengunjungi neneknya yang sedang sakit namun sayangnya hari itu jugalah neneknya meninggalkan dunia dan tadi siang adalah upacara pembakaran abu, hari ini ia harus siap untuk tidak mengenang neneknya yang sangat baik walaupun ayah dan ibunya sudah bercerai 3 tahun yang lalu bahkan tadi siang sepupu-sepupu dari pihak ayahnya pun tidak menganggap dirinya ada karna itulah ia menangis, ia sedih karna saudaranya tidak menanggapi dirinya terutama DIA ANAK TUNGGAL. Satu-satunya anak yang tidak dihiraukan sejak ayahnya pergi meninggalkan dia dan ibunya sendiri 3 tahun yang lalu

Baru selesai Fasya menulis dibuku diarynya. Seseorang mengetuk kamarnya

"Fasya, mami masuk ya?" Ucap seorang wanita dengan suara serak
"Iya mam"

Fasya segera menaruh diarynya diatas bantal tapi matanya masih merah. Seorang wanita cantik masuk kedalam kamar Fasya dan duduk ditepi kasurnya

"Abis nulis diary ya?" Ucap wanita itu, mami Fasya setelah melihat buku diarynya diatas bantal
"Iya nih mam" ucap Fasya serak
Mami Fasya mengelus puncak kepala Fasya dengan lembut
"Besok bangun pagi ya kita buang abu"
"Iya ma, terus sekolah gimana?"
"Udah mami ijinin kok"

Fasya mengangguk pasrah

Maka dari itu, keesokkan harinya lagi-lagi Fasya tidak dianggap oleh sepupu-sepupunya terlebih lagi ketika ia bertanya pada mereka, mereka malah menjawab 'Kenapa?' Mereka berkata seperti itu seolah mereka tidak bersalah apa-apa. Hatinya remuk bagaikan piring yang pecah

Dear God,
This is so hurt, if I can run away from thing thing. I hope I lose my mind. THIS IS MY BIRTHDAY! And in my birthday I'm crying all day

-11/03/16-

Fasya keluar dari rumahnya dengan membawa tas kecil berisi diary yang dilengkapi dengan passcode lock. Fasya berlari mencari udara segar

Why this thing happen at me?!

Fasya hendak menyebrang jalan, ia ingin pulang kerumahnya disebrang jalan. Saat ditengah jalan tiba-tiba ada sebuah mobil menabrak Fasya terpental jauh ke pinggir jalan dengan berlumuran darah, banyak orang mengerumuninya untuk menolong namun Fasya sudah kehilangan kesadaran

Fasya bangun dipagi hari, ia berada dirumah sakit dengan segala perlengkapan rumah sakit seperti orang yang terbangun dari komanya. Para suster dan dokter menghampiri dan memeriksa Fasya, setelah di konfirmasi bahwa Fasya sudah lebih sehat ia dipindahkan ke kamar inap. Fasya bangun dengan heran karna dia tidak mengetahui apapun yang terjadi, namun akhirnya dia mengetahuinya setelah mendengar para suster bergosip didepan kamarnya bahwa ia tertabrak mobil dan tidak sadarkan diri selama 1 minggu yang paling menyakitkan ialah bahwa orang tuanya tidak mencari dirinya

***

Hey guys! Maaf ya kalo cerita pertama ini jelek dan harap maklum... (bukan penulis yang handal) Maaf kalo ada typonya. Jangan lupa vote yaa >_< Thanks for reading😊😍

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 04, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Swicth QueenWhere stories live. Discover now