13 Tahun yang lalu,aku terlahir ke dunia ini melalui rahim ibu ku. Selama aku berada di dalam kandungan,aku disayangi,aku dikasihi,selayaknya orangtua yang menanti kehadiran buah hati barunya.
Aku hanya diberi ASI selama satu minggu,oleh ibuku. Entah mengapa ia tega seperti itu,aku sendiri tak tau. Karena setelah itu ibuku memberikan aku kepada teman kenalan nya. Selama 13 tahun ini,aku dibesarkan,aku dirawat,aku disayangi oleh satu keluarga yang tidak berberat hati untuk mengadopsi aku sebagai anaknya.
Aku sangat sedih,Apabila aku mengenang cerita ini. Karena saat aku mengenang cerita ini,timbulah beribu pertanyaan dibenak ku. Kenapa aku diberikan pada orang lain? Apakah aku tak berguna? Apa salahku? Apa mereka tak ingin mempunyai anak sepertiku? Ribuan pertanyaan yang timbul itu seakan-akan tak dapat aku ungkapkan secara langsung,kepada orangtua kandungku.
Kata ayah angkatku,aku merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Disitu pula pertanyaan kembali mengisi ruang dalam benakku. Apa mereka hanya ingin mempunyai 2 anak? Sehingga aku dibuang? Tapi mengapa? Adikku lahir,mereka masih mengurusnya?-
Aku memang pernah bertemu dengan ibuku,itu pun hanya sekali. Disaat aku,duduk dikelas 5 Sekolah Dasar,Ibuku datang ke tempatku untuk menemui ku. Aku bersikap acuh kepada ibuku,karena aku sangat kesal terhadapnya. Ibuku merayu ku,mengajak ku tuk pergi ke suatu tempat,tapi aku tak mau. Aku memutuskan untuk tidak mau ikut,lalu mengurung diri dikamar. Ibuku mengetuk pintu kamarku,tapi aku anggap itu seperti angin yang berbisik saja. Isakan tangisku terdengar keluar kamar,yang membuat ibuku tiada hentinya mengetuk pintu.
Mungkin akhirnya,ibuku telah capek untuk membujukku,akhirnya ia pulang. Saat ia pulang,aku pun keluar dari kamar,dengan mata sembab usai menangis.
Aku memang pernah bertemu ibuku,walau hanya satu kali. Tetapi,aku sangat sedih karena aku belum pernah bertemu dengan ayahku. Bahkan aku tak pernah tau paras nya bagaimana.
Aku bertanya pada kakekku,tetapi dia bilang kalau ia tidak tau. Aku ingin sekali melihat ayahku,walau hanya dalam sebuah foto.
Teknologi di Indonesia semakin maju,dan akupun mencoba untuk mencari nama ayahku di setiap social media. Sampai sekarang usaha itu masih selalu aku lakukan,tapi tidak pernah membuahkan hasil.
Papah angkatku mendapat pesan singkat dari ibuku yang bertuliskan.
"Ahmad,ini saya Nita. Saya hanya ingin memberi kabar,bahwa Mas Ryan sedang sakit. Ia mengidap penyakit jantung.
Saat mendengar kabar itu,rasanya hatiku sangat hancur,aku gelisah karena aku ingin memastikan bahwa ayahku baik-baik saja. Aku mencoba menghubungi ibuku untuk menanyakan kabar Ayah,tapi sama sekali tidak ada jawaban.
Dengan tekad yang sangat kuat,akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta seorang diri,demi melihat kondisi Ayahku.
Luasnya kota Jakarta,membuatku susah untuk mencari alamat Ayahku.
Setelah satu minggu,aku terlontang-lantung dijalanan,tapi aku belum juga menemukan alamat rumah Ayahku. Akhirnya,aku memutuskan untuk kembali ke Bandung.
Sampai kini,aku belum bisa bertatap muka dengan ayah kandung ku sendiri.
Setiap kali aku melihat,teman-temanku liburan,bermain dengan kedua orangtua nya,timbul rasa iri dari dalam diriku.
Ingin sekali rasanya aku pergi jalan-jalan bersama kedua orangtua ku. Tapi itu rasanya mustahil.
Aku selalu berangan,pasti kedua kakakku dan kedua adikku hidup bahagia disana dengan ayah dan ibu. Aku ingin sekali tinggal bersama mereka,tapi apalah daya aku tidak akan mungkin bisa hidup bersama mereka. Buktinya,satu minggu setelah aku lahir saja aku diberikan pada orang lain. Apakah itu tandanya ia sayang? Mungkin sebagian orang mengatakan;
"Mungkin itu semua karena mereka sayang terhadap kamu,tapi cara penyampaian nya saja yang berbeda."
Tapi aku tetap merasa bahwa orangtua ku tidak menyayangiku. Kalau mereka memang sayang sama aku,kenapa mereka gak pernah jenguk aku di Bandung? Mereka sibuklah,apalah. Masa iya sih,seorang ibu dan ayah gabisa meluangkan sedikit waktunya untuk menjenguk anak yang selama ini ia titipkan pada orang lain.
Sampai detik ini,orangtua ku tidak pernah menghubungi aku. Apa mereka sudah tak peduli denganku? Mungkin iya.
Saat itu,Aku pun ber-keinginan untuk bertemu kakak-kakak ku dan adik-adik ku. Tapi disisi lain aku pikir,mungkin kakak dan adikku malahan mereka gatau kalau mereka itu masih punya saudara kandung yaitu aku.
Aku ingat sekali,saat itu aku ingin tau bagaimana wajah semua saudara kandungku. Aku memberanikan untuk bertanya kepada ibu ku melalui pesan singkat.
"Bu,Nisa ingin meminta sesuatu kepada ibu. Nisa ingin minta foto saudara-saudara Nisa. Apakah boleh bu? Terimakasih."
"Maafkan ibu ya sayang,tapi ibu tak pernah menyimpan foto kakak dan adikmu di handphone ibu."
Mungkin menurut ia,aku akan percaya begitu saja dengan omong kosongnya. Pesan itu tidakku jawab lagi,karena percuma ibuku akan banyak menuliskan kata-kata yang penuh kebohongan. Sedangkan aku,hanya ingin melihat fotonya saja,ibuku sampai bilang tidak ada. Itu kan mustahil! Karena pasti semua orangtua khususnya ibu,pasti pernah difoto dengan anak-anaknya. Kalau pun tidak ada dalam handphone ibuku,seharusnya ia mencari fotonya atau mungkin minta kepada anak-anaknya itu untuk mengirimkan foto-fotonya ke HP milik ibuku.
Sudah beribu-ribu alasan yang ibuku lontarkan padaku. Beribu-ribu kebohongan pula. Rasa kekesalan dalam diriku itu pasti ada,tapi aku mencoba untuk ikhlas dan sabar menghadapi ini semua. Karena aku takut,dan aku tidak mau menjadi anak yang durhaka terhadap ibunya.
Mau tau kelanjutannya? Tunggu ya! Yang ini jangan lupa divote dan Comment ya. Makasih udah mau baca😉
YOU ARE READING
Daddy I Need You
Short StoryNisa adalah seorang gadis yang telah diberikan kepada orang lain oleh orangtua nya 7 hari setelah ia lahir. Lalu,apakah Nisa bisa kembali berkumpul dengan keluarganya? Kalau mau tau kelanjutannya,baca ya! Jangan lupa Vomment yaa.
