SATU

26 3 0
                                        

Gadis itu berlari dengan sekuat tenaga menuju halte bis dekat rumahnya. Keringat bercucuran dan nafas ngos-ngosan.Rambut hitamnya yg dikuncir kuda mengayun ke kanan dan ke kiri,matanya bulat dan coklat,bibir tipis juga merah dan pipi tembem,membuatnya terlihat sangat cantik. Yaa kurang lebih mirip author lah ^^ *oke,kalian boleh mengumpat*

"Akhirnya hah,syukurlah"

Dia mengusap keringat didahinya.Dengan sepatu Nike kesayangannya dia melangkah masuk ke bis. Seperti biasa,dia duduk dikursi dekat jendela sambil mendengarkan korean musik dari headphonenya

**

Gadis itu berhenti melangkah dan melirik jam tangannya
"Si Devan kemana sih,elah lama banget. "

"Rachel! Rachel Wilson!" gadis itu menoleh ke sumber suara,seorang cowok ganteng yg memiliki alis tebal,rambut hitam,badan tegak memanggilnya.

"Ah elo Dev,rumah lo pindah Mekah ? Lama banget. Jamuran nih" gerutu Rachel.

" Maaf deh maaf,lagian baru 10 menit juga. Yauda, yok ke kelas" Devan mengacak-acak rambut Rachel.

Rachel menggerutu memutar bola matanya. Selama perjalan ke kelas*elah* semua mata tertuju pada mereka berdua,seperti biasa. Ya iya lah, toh mereka cantik sama ganteng. Kalian tau lah,Mereka salah satu siswa dan siswi populer di sekolah mereka,most wanted.

"Wah,Si Devan ganteng banget"
"Rachel ih,bikin ngiri deh"
"Mereka pacaran gak sih ?"
"Rachel cantik banget,Devan juga *eh maksutnya Devan ganteng"
"Mereka bikin ngiri deh"
"Bales chat gue dong Dev"
"Gemes deh"
"Kapan Rachel acc gue ?"
"Rachel malaikat Tuhan buat gue"
"Devan,Love you"
*Bla bla bla bla*

Berisik emang,tapi dengan setulus hati mereka berdua hanya membalasnya dengan senyuman termanis mereka. Walau pegel sih.

**
"Hel,kantin yok"

"Ngapain ? Males makan gue"

"Elah Hel,temenin gue kek"

"Devan, gak bakalan ada yang nyulik lo kok"

"Elah,lo tega ngeliat temen lo mati kelaperan ?" Devan memasang muka melas.

"Alay lo, iya deh iya" Rachel memutar bola matanya malas.

"Nah gitu" Devan tersenyum lebar.

Dikantin

"Dev,nonton yuk"

"Kapan ?"

"Satnight"

"Oke,gue jemput jam 7 "

"Oke,makasi. Lo emang yg terbaik Dev" Rachel mengacungkan kedua jempolnya pada Devan

"I know it,udah bawaan lair. eh Hel,gimana rumah ?"

Rachel memutar bola matanya "Ya gitu lah,gak ada perubahan. Tetep aja"

"Ntar gue mampir ya. Gue kangen masakan Bunda lo"

"Oke,abisin dulu itu. Ngoceh mulu"

"Gue cium juga lo,bawel amat"

Deg. Gue cium juga lo Hel,bawel amat. Rachel memerah pemirsa eh,pipinya memerah.

"cieee merah ciee" goda Devan.

"Enggak,apaan sih?"

"Ciee Rachel,ati ati lo lama lama suka gue"

"PD banget lo" Rachel ngejitak kepala Devan

"Aduh. Galak banget neng,ntar jadi perawan tua baru kapok" Devan meringis kesakitan,lalu tertawa.

"Do'a lo Dev,Devan malesin deh"

"Ngambek,dasar ngambekan"

"Bodo amat" Rachel melangkah pergi meninggalkan Devan yang sedang tertawa terbahak- bahak.

**

Dikelas

"Rachel!" Devan duduk disebelah Rachel yg tengah sibuk membaca novel.

"Apaan ? " dengan judesnya dia menjawab dan tanpa menoleh ke Devan.

"Ngambeknya udahan dong,nih gue bawa es krim" Devan mengeluarkan Es Krim yg dibawanya.

"Mana mana ?" dengan cekatan Rachel membalikan badan mengahadap Devan,disampingnya.

"Nih,es krim coklat khusus buat tuan putri Rachel Wilson"

"Makasi,Tuan Devan Pameswara. Anda pengertian sekali"

"Jelas dong,apa sih yang enggak buat sahabat gue paling bawel ini" Devan mengacak-acak rambut Rachel.

"Ehehe. Eh,pasti ada maunya,iya kan ?" Rachel tertawa kecil.

"Ehehe. Gue boleh nginep di rumah lo ? Boleh ya ? Bosen dirumah nih"

"Sudah kuduga,iya deh iya. Serah lo deh"

"Maacih Rachel" Devan cengingisan

***********************01**************************

Adududududuh..
Maapkan penulis amatir ini :"( gj ya ? Typo banyak ? Alay ? Jelek ? Pendek ? Atau kepanjangan ?Aduh :(
Maapkan ya ? Kalo gak suka gak dinext juga gapapa :")
Kalo suka vonment aja,gampang kok :*

Sekian dan terima kasih :*

Count On HimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang