Korea Selatan, 07/04/2024
Sepasang Sepatu heels merah tengah dengan anggun melangkah, melewati kerumunan di depannya,
"Nona Kang, bisakah kau menjelaskan hal ini?" Tanya salah satu dari mereka,
Sedangkan sepasang sepatu heels itu masih berjalan, menggemakan suara yang disebabkan oleh hak itu,
Seakan tak memedulikan pertanyaan lain yang terlontar dari banyaknya orang di kerumunan itu,
"Nona Kang" .
Pada akhirnya sepatu heels itu berhenti menggemakan suaranya di depan seorang pria,
"Apakah benar anda memiliki hubungan dengan pria berinisial AR?"tanya pria itu,
Sepasang heels itu tak bergerak, hanya diam,
Lelah untuk memberikan tanggapan, wanita berheels merah itu pun menjawab,
"Kata apa yang kalian harapkan untuk keluar dari mulutku?" Tanya Kang Sa-yeo, wanita berheels merah itu,
"Kami menginginkan penjelasan" kata pria itu lagi, "kami dengar pria itu telah memanfaatkan anda" tambah yang lain,
Sa-yeo mendegus, "lalu?, Jika aku bilang iya kalian akan semakin penasaran tentang kelanjutannya, lalu Jika aku jawab tidak, maka kalian akan semakin mengejarku dan menuntut penjelasan" ,
"Jadi jawabannya iya atau tidak?" Tanya pria itu,
Sa-yeo pun menghela nafas jenuh, lalu wanita itu menegapkan postur tubuhnya,
"Jawabannya? Tidak. Pria yang kalian sebut AR dia adalah sahabatku, Alfathan Raehansyah. Athan dan aku tak lebih dari sahabat dan teman kerja" jawab Sa-yeo,
Bagaimana pula Athan jadi bisa ikut masuk ke masalah seperti ini?,
"Lalu, bagaimana kau menjelaskan tentang kasus hilangnya modal perusahaan mu?" Tanya mereka lagi,
"Ya, bukankah itu dimulai saat Tuan Athan masuk ke perusahaan?" Tanya pria itu kembali,
"Dengar, modal itu hilang karena salah satu tetinggi perusahaan, tak ada yang mengetahui sandi masuk ke data pemasukan WC Co-op selain tetinggi" jelas Sa-yeo tegas,
"Dan soal hubungan, aku tak pernah menaruh hati kepada siapapun sejak 6 tahun yang lalu dan akan begitu seterusnya, terimakasih",
Dengan langkah besar Sa-yeo keluar dari kerumunan di lobby utama itu dan berjalan menuju ruangannya di lantai teratas.
Setelah ia memasuki ruangannya, wanita itu pun menghempaskan dirinya di sofa,
"Aku harus bagaimana?" Monolog nya.
Knock.. knock...
"Masuk" kata Sa-yeo,
Sebuah kepala pun menyembul masuk ke dalam ruangan, "hello?"
"Tahur?" Sa-yeo berjalan menuju pintu dan membukanya untuk Tahur masuk,
"Apa kau baik baik saja? Aku bisa melihat keributan di sana" kata Tahur sambil duduk di sofa bersama Sa-yeo,
"Aku baik baik saja" ujar Sa-yeo, gadis itu tersenyum kepada sahabatnya itu,
"Lalu bagaimana dengan masalahmu dan Athan?" Tanya Tahur dengan muka bersalah,
"Tak pernah terselesaikan, rasanya kepala ini mau pecah hanya dengan memikirkan nya" Sa-yeo memijit dahinya pelan
"Padahal aku baru bertemu dengannya setelah 6 tahun lamanya" Sa-yeo menghela nafas pelan,
YOU ARE READING
WOLVES : IRA
Teen FictionKetika Arin dan teman temannya tak sengaja terjebak dalam sebuah permainan gila bernama 'THE WOLVES' yang membuat mereka semua mendapat peran untuk menyelesaikan permainan itu lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya?. BACA... :) . . ______________...
