Matahari kini sedikit demi sedikit sudah menampakkan dirinya di langit yang cerah itu. Di sudut kamar, terlihat seorang gadis yang baru saja bangun dari tidurnya. Sekarang gadis itu sedang merapihkan tempat tidur kesayangannya.
Lalu gadis tersebut melangkah kedepan untuk membuka jendela, agar udara sejuk masuk ke dalam kamar. Lantas, ia tengah melamun memandangi pemandangan indah di pagi hari dengan tatapan kosong dari jendela. Melihat pepohonan yang rindang dan burung-burung kecil berterbangan. Beberapa menit kemudian, gadis itu mengingat sesuatu bahwa hari ini dia akan bertemu dengan seseorang. Tepatnya seorang sahabat sejak kecil.
Setelah membersihkan diri, kini gadis itu tengah memilih pakaian yang akan dia kenakan hari ini. Setelah rapih dengan mengenakan celana lepis panjang berwarna putih, baju putih berlengan pendek bercorak bunga berwarna biru, dengan rambut hitam panjang miliknya itu dikuncir seperti ekor kuda dan memakai make up yang tipis. Dia juga tak lupa membawa tas kecil berwarna biru untuk menaruh dompet dan ponsel miliknya. Tidak lupa juga ia mengenakan jam kesayangannya dan sepatu nike yang berpaduan warna biru dan putih.
Sempurna! Gadis itu berucap di depan cermin besar kesayangannya.
Lalu, gadis itu melangkah keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan terhati-hati agar tidak terjatuh. Kini dia menuju ruang makan untuk berpamitan dengan kedua orang tuanya karena mereka sedang sarapan pagi.
"Selamat pagi Papah, pagi juga Mamah."
"Pagi juga sayang" ucap mereka kompak.
"Tumben pagi-pagi udah rapih begini, memangnya mau kemana?" Lanjut Mamah disebelahku.
"Aku mau---"
Ucapan gadis itu terhenti,karena Rangga menegornya "Oh jadi gitu, Papah sama Mamah aja yang di ucapin good morning?" Ucap Rangga tiba-tiba dengan raut wajah kesal.
Rangga pun memasang raut wajah dengan memajukan bibir bawahnya sedikit sehingga terlihat cemberut. Ya, Rangga adalah kakak dari gadis itu. Tepatnya bernama Rangga Darmawira. Lalu gadis itupun menghampirinya yang kini sedang cemberut. Rangga pun sekilas melirik sedikit bahwa adiknya itu sedang mengahampiri dirinya. Dengan cepat Rangga langsung memajukan bibirnya sedikit lagi. Membuat Rangga menjadi tambah lucu dan bikin gemas. Gadis itu terkekeh kecil di dalam hatinya melihat kakaknya yang terlihat cemberut.
"Um.. ternyata disini ada orang yah? Kok tadi aku engga lihat ya Pah, Mah?" Ucap gadis itu menahan tawa. Jujur, sebenarnya dia ingin sekali tertawa geli melihat kakak satu-satunya ini yang sedang cemberut. Gadis itu sangat beruntung mempunyai kakak seganteng dia ,selucu dia, dan semanis dia. It's PERFECT!
Orang tuanya hanya tertawa saja sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu. Sedangkan Rangga, masih saja dengan memasangkan wajahnya yang cemberut itu. Lalu gadis itu diam sejenak di sebelah Rangga. Dan akhirnya gadis itu mempunyai ide untuk mengerjakan Rangga.
"Um Kakak! Ada kecoa tuh dibawah kaki kakak, mau kesini!" Gadis itu sambil melihat kebawah dan jari telunjuknya menunjuk ke lantai.
Mendengar perkataan gadis itu, Rangga tersentak kaget. Dengan cepat Rangga berdiri dan menaiki kursi yang tadi dia duduki. Rangga benar-benar sangat takut dengan kecoa. Apalagi kalau kecoa terbang. Alhasil kerjaan gadis itu berhasil membuat Rangga ketakutan. Gadis itu sekarang bisa tertawa geli, benar-benar geli melihat kakaknya ketakutan.
"Mana kecoanya?" Ucap Rangga melihat kebawah.
Gadis itu terus tertawa melihat kakaknya yang sangat panik sekaligus ketakutan. Orang tua mereka pun ikut tertawa melihat tingkah laku anak pertamanya, Rangga. Ia tidak percaya, bahwa Rangga yang sudah berumur 18 tahun masih takut dengan seekor kecoa.
