Prologue

36.4K 539 6
                                        

Grace Patricia POV

Seperti biasa. Aku menjalani kuliahku di Universitas terkenal di Jakarta. Oh iya.. aku hampir lupa, perkenalkan namaku Grace Patricia kalian bisa memanggilku Grace aku kuliah semester akhir Fakultas Psikologi,

Mengapa aku mengambil jurusan psikologi? Setelah lama putus dari mantanku, aku ingin banyak belajar tentang kepribadian manusia, bagaimana mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak.

Oiya soal statusku saat ini aku adalah jomblo bahagia yang entah kapan aku mendapatkan pasangan. Entahlah.. aku sungguh tidak peduli karena menurutku semua lelaki sama saja hanya akan membuat aku kecewa. Apalagi kalau mereka sudah menduakanmu dengan mudahnya, yah aku trauma.

Dan.. jika kalian tahu, umurku sudah menginjak 21 Tahun dan kali ini aku sedang memusingkan skripsiku yang sebentar lagi aku lewati, berbagai proposal dan laporan akhir sudah menantiku.

***

Hari ini aku pergi kekampus untuk merevisi laporan skripsiku, aku dibimbing oleh Pa Rusdiono dalam hal ini. Aku tidak menyangka bahwa Pa Rusdi membimbingku sampai sejauh ini, sampai aku bisa menyelesaikan semester padatku.

^Diruang Pa Rusdi..

"Pak ada lagi revisian untuk skripsi saya?" tanyaku pada pak rusdi.

"Sudah cukup Grace. 3 hari lagi kamu akan saya sidang, jadi siapkanlah segala sesuatunya" kata Pak Rusdi tegas.
"Ah yang benar pak? Bapak tidak berbohong kan?" tanyaku girang.

"iya Grace, saya serius jadi tolong persiapkan ya" jawab Pak Rusdi.

"Ah iya Pak, terimakasih segala sesuatunya" lalu aku pamit sambil mencium tangan Pak Rusdi.

"Iya, kembali kasih Grace, sukses selalu ya" jawab Pak Rusdi yang hanya aku respon dengan anggukan.

Akhirnya!!! aku satu langkah lagi akan mempunyai gelar. Aku harus memberitahukan kabar bahagia ini kepada Mami dan Papi.

Aku langsung pulang dan aku akan memberitahukan kabar gembira ini..

End POV

Alvin Dylan POV

Perkenalkan namaku Alvin Dylan Wijaya. Aku sekarang bekerja diperusahaan ayahku dan berjabatan Koordinator bagian keuangan dikantor ayahku. Bagaimana menurut kalian? apa jabatanku dibawah? ya aku sengaja dikarenakan aku ingin memulai dari hal kecil terlebih dahulu dan bertahap.

Kisah cintaku tidak begitu indah. Sampai saat ini aku masih menunggu wanita itu, yaitu Alyssa yang sudah kutunggu lama dari zaman aku kuliah S2 dahulu. Tahun ini Alyssa pulang namun aku tak tahu pasti waktunya. Ayah dan Ibuku selalu mengkhawatirkanku sampai saat ini dan selalu memperingatkanku kalau "Seorang Pria tidak baik membiarkan dirinya seorang diri dan lama menunggu" ya statusku hanyalah TTM saja belum berpacaran karena kami saling percaya walaupun tidak mempunyai status "pacaran". aku tidak tahu sampai kapan aku akan menunggu.. yang jelas aku ingin menikahinya.

***

Pekerjaan kulalui seperti biasa, laporan keuangan kukerjakan dengan segenap hatiku, membantu kemajuan perusahaan Ayah menurutku adalah tugas mulia yang saat ini kulakukan ya, membahagiakan Orangtua adalah tugasku. tidak ada kata lelah untuk membantu orangtuaku.

Pekerjaanku selesai hari ini, karena tidak ada masalah serius yang terjadi pada divisiku semua sudah kukerjakan, 1 langkah terakhir yang harus kulakukan adalah meminta tanda tangan Ayah dan cap perusahaan untuk siap dilaporkan nantinya.

Aku membawa map berisi beberapa lembar laporan keuangan perusahaan Moon Group menuju ruangan Ayah. Aku menaikki lift agar mempercepat ketuntasan tugasku berhubung ruangan Ayah yang berada pada lantai paling atas. Aku menekan tombol lift nomor 20. aku menunggu sampai akhirnya, aku sampai didepan pintu ruangan Ayah. Didekat ruangan Ayah ada sekretaris Ayah yang sedang melihat kearahku dan aku memutuskan untuk bertanya

"Permisi , apa Bapak Anto ada didalam? saya ada perlu" tanyaku.

"Langsung saja tuan muda" jawab sekretaris Ayah.

"Terimakasih" aku langsung menuju ruang ayah

toktoktok...

"Masuk" terdengar suara Ayah dari dalam.

"Eh Dylan ada apa?" tanya Ayah.

"Ini yah, aku mau meminta tanda tangan Ayah dan cap perusahaan" kataku.

"Oiya sebentar ya nak. Ayah periksa dulu" kata Ayah sambil memeriksa mapku lalu menandatangi laporan keuangan itu.

"Terimakasih Ayah, aku pamit"kataku sambil meninggalkan Ayah, namun aku ditahan oleh Ayah.

"Sebentar" Kata Ayah.

"Ada apalagi yah?" tanyaku.

"Dylan, ayah mau berbicara sebentar"kata Ayah.

"Ada apa yah?" tanyaku penasaran.

"Ayah mau membicarakan masalah ini dari lama. Dylan umur kamu sudah 25 tahun, saat yang tepat untukmu segera menikah berhubung orangtuamu sudah lanjut usia, jangan sampai kamu belum menikah ketika kami sudah tiada."kata Ayah panjang.

"Ah ayah bicara apasih?" tanyaku yang masih tidak mengerti.

"Ayah ingin kamu menggantikan Ayah, nak. dan Ayah ingin kamu segera menikah bulan ini. Ini adalah amanat dari ayah, menurut ayah kamu sudah cukup mampu menyandang jabatan Ayah dan untuk menyandang jabatan Ayah kamu harus menikah, ini amanah dari ayah nak. Pokoknya bulan ini kamu harus menikah, Ayah tidak mau kamu terus menunggu wanita itu. dan Ayah sudah punya calon untuk kamu" Jelas Ayah.

Sontak aku langsung kaget mendengar yang keluar dari mulut Ayah. Aku sangat menyayangi Ayah dan Ibu tapi... bagaimana dengan Alyssa?

"Tapi yah.."kataku
"Tidak ada tapi-tapian, kalau kamu menyayangi Ayah dan Ibu, ikuti kata-kata kami, Ayah tidak menerima penolakan. sekarang kamu boleh kembali ke ruangan kamu dylan" tegas Ayah.

Lalu aku keluar dengan perlahan dari ruangan ayah dengan muka lesu, karena aku tidak tahu jelas apa yang harus aku perbuat.

End POV

Gimana Ceritanyaaa??? Vote+Comments ya guyss<3

Be With You, AlvinWhere stories live. Discover now