EDITED
Becca mengendap-endap memasuki rumah tanpa menyalakan lampu. Sesampainya di anak tangga terakhir Palm mengeong dan menggosok badannya diantara celana jeans. "Tidak sekarang Palm." Becca menaiki anak tangga dua-dua dan melihat sekitar, ia takut kalau ketahuan baru pulang tengah malam.
"Becca?" Seorang wanita berumur tiga puluhan keluar dari kamar.
Becca menegakkan tubuhnya dan berjalan kearah ibunya. Ia melepaskan topi maroon dan jaketnya dan melemparkannya di sisi tergelap. Ia berpura-pura menguap dan mengacak-acak rambutnya agar terkesan bangun tidur. "Mum. Ada apa?"
"Kamu baru pulang?"
"Hah? Maksud Mum apa? Aku baru saja bangun tidur dan ingin ke dapur, aku haus."
"Benarkah? Sejam yang lalu Mum mengecek kamar kamu dan kamu tidak ada disana." Becca melebarkan matanya, ia sudah tertangkap basah. "Bagaimana bisa kamu-"
Becca memegang kedua pundak Mum dan menuntunnya ke kamarnya, "Mungkin Mum salah, aku sudah tidur dari satu jam yang lalu." Becca memijit kedua pundak Mum dan mengecup pipinya sekilas. "Mum butuh istirahat. Mau aku buatkan teh?" Mum menggeleng dan tersenyum simpul. "Tidak sayang, Mum butuh tidur."
"Okay Mum. Good night."
"Good night sweetheart."
Becca menutup pintu kamar dan mengambil tas dan jaketnya. Ia membuka pintu kamar dan melempar tas dan jaketnya di sudut kamar. Ia merentangkan tubuhnya di kasur dan melepaskan sepatunya. Ia memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
***
Palm duduk berhadapan dengan Becca yang tengah tidur membelakanginya. Ia mengeong. Tidak ada jawaban dari Becca. Ia mengoeng. Tidak ada jawaban. Ia mengeong berkali-kali, tetap saja Becca tidak terusik sama sekali. Palm melompat dan menaruh kedua tangannya di atas pinggang Becca dan mengeong lagi. Becca mengerutkan alisnya dan mencoba tidur. Palm berjalan dan menaruh tubuhnya di atas kepala Becca dan menepuk wajahnya dengan salah satu tangannya.
Becca bergumam, "Tidak sekarang Palm. Aku masih mengantuk." Palm mengeong dan menepuk wajah majikannya berulang kali.
Becca kesal dan membuka matanya, ia meraih Palm dan menggendongnya tepat di depan wajahnya. "Ada apa? Sudah kubilang kan aku masih mengantuk." Palm mengeong kesekian kalinya hendak menunjukkan sesuatu, tetapi majikannya sepertinya tidak mengerti.
"Ada apa? Kalau kamu ingin bermain nanti setelah aku tidak mengantuk lagi. Sekarang kamu main sama Sugar saja." Ia menaruh Palm di samping kasur dan mencoba untuk tidur lagi. Palm mengeong lagi dan mencakar punggung tangan Becca.
Becca kaget dan bangun, "Aw! Ada apa denganmu?" Palm menunjukkan ekspresi marah, Becca mengernyit. "Hey, seharusnya aku yang marah kenapa kamu?" Palm mengeong dan kepala mengarah ke balkon. Becca bingung dan menatap Palm, ia bangkit dan berjalan kearah balkon dengan Palm berada di pelukannya.
Ia membuka pintu balkon dan mendapati Daniel berdiri di pekarangan rumahnya. Daniel menyapanya dengan mengangkat dua jari ke ujung alisnya dan tersenyum. Becca berjalan hingga tepi balkon dan berteriak, "Apa yang kamu inginkan?"
"Turun."
"Buat apa? Jika ingin mengatakan sesuatu disini saja, aku masih mengantuk."
"Tidak bisa. Kamu kesini, cepat. Aku tunggu di halaman belakang."
Becca masuk ke kamar hendak mencuci wajahnya dan menggosok gigi. Setelah selesai ia setengah berlari menuju halaman belakang, Palm mengikutinya dari belakang. Ia berhenti dan mengatur napasnya, ia membuka pintu. Ia berjalan hingga sampai di halaman belakang dekat pagar pembatas antara rumah Becca dan Daniel. Daniel berdiri dengan satu kaki kanannya sebagai tumpuan dan punggungnya menempel pada pagar pembatas.
YOU ARE READING
Memories
Teen FictionHave you ever wanted something, but you know you're not gonna get it? Thursday, May 5, 2016 Beberapa chapter diPRIVATE
