Chapter 1

1.7K 121 11
                                        

Hari senja, Matahari kini hampir tenggelam di ufuk Barat. Namun gadis muda bernama (f/n) Arycher, dia masih asik berlatih dengan temannya, Mikasa.

"Kau terus saja mengalahkanku dalam latihan, (f/n)."
"Biarkan aku mengalahkanmu sesekali."

Mikasa pun ikut duduk berada disamping (f/n) yang sedang bersandar di pohon besar yang rimbun.

"Lain kali mungkin kau akan mengalahkanku, Mikasa," (f/n) menyeringai penuh kemenangan.

Melihat Matahari terbenam di padang safana memang mengasikkan. Itulah aktifitasnya (f/n) saat selesai berlatih.

"Hari mulai gelap, lebih baik kita pulang, sebelum mahkluk buas menerkam kita," Mikasa menunjukan raungan dan tangannya yang seperti ingin mencakar.
"Dan kau mahkluk buas itu, Mikasa."

Mikasa membalasnya dengan tinjuan kecil pada pundak (f/n).

"Aku bercanda kok."
"Baiklah, kumaafkan kau untuk hari ini."
"Aku tak berniat meminta maaf padamu, Mi-ka-sa"
"Iss..kau ini..!!"

"Ampun... Nyonya Jeager"

Seketika Mikasa yang ingin mengamuk bak beruang kelaparan, kini wajahnya memerah bak daging ikan salmon segar. (f/n) tahu jika temannya, Mikasa menyukai pria bernama Eren Jeager, jadi itu senjata ampuh untuk meredam amarahnya.

"Ayo kita cepat pulang!"

Mikasa masih menyembunyikan wajahnya.

"Iya iya.. Nyon-"
"Cukup (f/n) !!!"

Mikasa membekap mulut (f/n).

***

Mikasa dan (f/n) telah sampai dirumah. Mereka tinggal dalam satu atap. Mereka berdua adalah teman dekat yang sangat dekat, mungkin dari hari pertama Ibu mereka mengandung, mereka sudah berteman?.

Mereka tinggal di gubuk yang cukup sederhana, walaupun ada lantai atasnya. Tak ada lampu, tak ada listrik, suara jangkrik pun sudah asik?.

Mereka adalah seorang prajurit dari Negeri Archer, tapi mereka wanita, mengagumkan bukan, untuk seorang prajurit yang manis. Bisa-bisa musuh mimisan melihatnya?. Jika kalian bertanya, dimana orang tua mereka? Mereka telah meninggal. Dan itu saat peperangan sekitar 10 tahun lalu. Dan jika kalian bertanya, siapa sebenarnya pemilik dari rumah yang mereka tinggali? Itu rumah milik keluarga dari Mikasa. Dan jika kalian bertanya lagi, kenapa tidak di rumah dari keluarga (f/n)?.

Akan Author jelaskan?.

-Flashback-

[disini (f/n) berumur 7 tahun].

(f/n) baru saja sampai dari latihan dan memberi makan kudanya bersama Mikasa. Baru saja ia ingin masuk...

"Ehh... Kau siapa bocah? Masuk rumah orang sembarangan."

Dia mengerikan, mulutnya bau alkohol, dia merokok, itu sungguh menjijikan.

"Ini rumahku, Tuan.."

"Kau pasti keponakan dari si muka kuda, Jean itu, kan!!"
(f/n) menganggukan kepala.

"Tapi sayang tempat tinggalmu telah dijual oleh paman kudamu itu kepadaku untuk melunasi utang-utangnya."
"Dan rumah ini sah menjadi milikku."

Ia menunjukkan surat tanah yang telah di tanda tangani oleh pamannya. Badan (f/n) lemas, ia tak percaya pamannya akan melakukan hal sekeji itu. (f/n) menangis sejadi-jadinya di depan mantan tempat tinggal-nya itu?.

"Tak ada gunanya menangis disini, bocah!!"
"Sampai kau menangis darah pun, tak kan kuberikan rumah ini lagi kepadamu!!"

Ia menendang (f/n), sehingga membuat (f/n) tersungkur di tanah.

War On Love [Levi x Reader]Where stories live. Discover now