Part 1

280 23 2
                                        


Kertas. Mulai pagi hingga pagi lagi, ia harus membereskan tumpukan kertas yang berserakan itu di ruang kerja nya. Kertas. Walau hanya secarik, itu bisa sangat berarti jika didalamnya adalah file penting perusahaan. Dan benda itu selalu ada pada tangannya kemana pun ia pergi. Hidupnya penuh dengan kertas.

"Suzy-ah, sudahlah. Jangan terlalu bersemangat, ini sudah jam istirahat. Lebih baik kau ikut aku makan siang di luar", seru sahabatnya, Choa yang kepalanya menyembul dari balik pintu menyapa wanita yang bernama Suzy itu.

"Arasseoyo, eonni. Aku sebentar lagi selesai", jawab Suzy sambil tersenyum.

~~~**~~~

Dua sejoli itu makan siang di cafe dekat dengan kantor. Seperti yang biasa dilakukan oleh dua orang sahabat wanita jika sedang saat seperti ini hanyalah, yah, bercerita.

"Suzy-ah, bagaimana dengan orang tua mu? Mereka tidak merindukanmu? Kenapa mereka lama sekali berada di London?", Tanya Choa memulai percakapan mereka

Terlihat Suzy tersenyum sebelum menjawab, "Entahlah. Kurasa aku akan menjadi sebatang kara jika mereka tak pulang", wanita cantik yang menjabat sebagai sekretaris pribadi pimpinannya itu terkekeh. Ia takkan lupa membawa note book ukuran mini miliknya kemanapun ia pergi dan ia simpan di saku rok nya.

"Hey, kau masih punya aku", sahut Choa menunjukkan nada tak setuju dengan pernyataan Suzy. Dan Suzy pun hanya tertawa kecil.

Choa merasa ada yang tiba-tiba duduk di kursi sebelahnya. Dan saat ia menoleh ke kanan, ia menemukan Jongin sedang duduk dengan manisnya. "Astaga, makhluk ini lagi", Choa bergumam dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya kesal. Sedangkan Suzy hanya diam terkejut dengan kedatangan Jongin.

"Mau apa kau?", Tanya Choa ketus pada Jongin

"Tentu saja aku ingin bertemu denganmu", jawab Jongin cepat

"Bertemu untuk apa? Mengapa kau selalu menjawab seperti itu setiap kali kutanya?", terlihat Choa sedang menahan kekesalannya agar tak meluap saat ini

"Lalu mengapa kau selalu menanyakan hal yang sama? Kau sudah tahu aku pasti akan menjawab seperti itu kan?", lelaki tampan menyebalkan itu justru membalikkan pertanyaan Choa

Choa mendengus dan berkata, "Bukankah seorang pewaris tahta perusahaan sepertimu itu seharusnya sibuk? Kenapa kau selalu saja mengikutiku?"

"Aku sibuk. Dan aku selalu punya waktu untuk mengikutimu", jawab Jongin enteng

Choa terkejut dan jari-jarinya membentuk seperti cakar. Ia sungguh kesal serasa ingin menghapus ketampanan di wajah lelaki itu sekarang juga. Astaga, Jongin benar-benar membuatnya sakit kepala. "Suzy-ah, aku pergi", kedua kakinya segera pergi dari Jongin. Entah kenapa, setiap kali ia bertemu dengan lelaki hitam itu, ia selalu merasa bak di neraka.

"Kau mau kemana?", Tanya Jongin yang dengan cepat menahan tangan Choa

"Lepaskan! Atau aku akan memukulmu sekarang!", ancam Choa dengan matanya membulat sempurna. Lihat saja, jika Jongin tidak melepaskannnya, Choa benar akan mengirim lelaki itu pulang ke rumah Tuhan.

"Aku ingin bicara denganmu. Dan kau harus mau", ucap Jongin datar. Sifatnya yang otoriter itu tidak akan pernah mau menerima bentuk penolakan apapun. Jika Choa tak menuruti permintaannya, ia tak tahu akan diperlakukan seperti apa oleh Jongin. Bisa saja ia dipecat dari perusahaan ayah Jongin. Dan ia tak mau itu terjadi.

"Eonni, aku pergi dulu", pamit Suzy singkat dan ia langsung beranjak pergi keluar dari cafe itu. Ia tak mau hatinya lebih sakit karena melihat Jongin dan Choa. Ya, Suzy sejak lama menyukai Jongin, atau bahkan mungkin sekarang ia mencintainya, sejak ia duduk di sekolah menengah akhir. Saat itu ia baru memasuki tahun pertama, dan Jongin adalah sunbae nya yang sudah memasuki tahun terakhir. Disana ia mengenal Choa sebagai sunbae dan kakak yang baik, yang juga seangkatan dengan Jongin. Yah, walau Suzy bertemu dengan Jongin di sekolah hanya satu tahun, tapi ia tetap bisa bertemu dengan Jongin karena lelaki itu adalah rekan bisnis orang tuanya. Walau tak setiap hari bertemu, ia tetap saja menyukai semua yang ada pada diri seorang Kim Jong In.

Beautiful (fake) MarriageStories to obsess over. Discover now