Pertemuan

9 0 0
                                        

" Sekar!"
" apaan sih bun? Sekar masih ngantuk ba-nget!!"
" sekar bangun gak sekarang! Atau ayah aja yang bangunin kamu? Mau dibangunin ayah hmm?"
Wah ayah!?. Lebih baik sekar bangun daripada urusannya harus sama ayahnya. Ayahnya adalah orang yang super duper disiplin. Sekali aja ngelanggar, beh.. Abis riwayatnya. Tapi sekar masih bingung kenapa ayahnya dan bundanya sepanik ini untuk membangunkam sekar. Dia tengok jam weker dan yang benar saja, sekarang sudah jam 6!

Sekar bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan sempoyongan ke kamar mandi untuk membersihkan sisa sisa iler yang nyempil di sela sela bibirnya dan segera membersihkan seluruh tubuhnya.

Sekar benar benar panik tidak kepalang. Bagaimana tidak hari ini dia ada kelas anestesi yang seharusnya hari ini ada ujian mingguan. Sekar langsung mencari cari baju di lemarinya. Sekar mengambil baju T-shirt hitam dan legging hitam serta jaket abu abu karena musim hujan telah menyerbu kota Jakarta ini. Sekar langsung mengambil buku buku tentang anestesi segera memasukannya ke dalam tas dan bergegas ke bawah sambil berlarian.

"Sekar, makan dulu sarapanmu! Hari ini kamu banyak sekali kegiatan!" Teriak bunda saat sekar sedang memasang sepatu di sofa.

" ih bun.. Udah gak bisa. Hari ini aku ada ujian anestesi di kampus! Kalo sekar makan sarapan dulu, bisa abis nanti sama dosen akuu!!" Saut sekar sambil berjalan ke dapur untuk menuangkan susu di gelas, setidaknya jika ia tidak ingin perut kosong ya harus minum susu.

" makanya kalo bunda bilang jangan tidur malem malem dengerin! Udah kuliah tetep aja kelakuannya kayak anak kelas 3 SD saja" celetuk ayah sambil menyeruput kopi.

Sambil menuangkan susus, Sekar melihat apa saja yang berada di meja makan karena jujur saja perutnya sangat kerocongan.

" Yaudah. Bun, aku berangkat dulu yaa! Sekar ambil roti sama apel ya! Biar nanti di taksi makan. Okee?? Oke ya bun!!"
Diambilnya sepotong roti dan sebuah apel. Sekar sudah telat sekali. Kelas anestesi itu mulai jam 7 dan sekarang sudah jam setengah 7. Buru buru sekar menghabiskan susu di mug dan berlari keluar untuk mencari taksi. Traffic pagi ini tidak terlalu padat.

Alhamdulillah. Pas sekali sampai kampus jam 7. Sekar berlari sekencang mungkin ke ruang lab. Tiba tiba, dia menyenggol seorang cowok.

" ish. Ngapain pake sengolan sihh. Mana gw udah telat" bisik sekar

Ditatapnya cowok yang sudah menyenggolnya. Cowok itu memakai hoodie hitam dan sepasang sepatu converse. Serba hitam. Ni cowok abis ngelayat kali ya? Pikir Sekar. Cowok itu tetap berdiri dihadapannya seolah menunggu Sekar. Sekar buru buru mengambil buku plannernya yang jatuh ke lantai. Dan si cowok itu berjalan seakan akan meninggalkan Sekar yang sudah abis batas kesabarannya.

Sekar langsung lanjut berlari untuk mengejar waktu yang telat ini. Dia pun sampai di lab yang dia tuju . Dia masuk ke dalam. Untungnya dosen juga belum masuk karena telat. Beruntungnya.

4 jam kemudian
Akhirnya, ujian anestesi selesai pula. Huh. Soal yang tertera di ujian sangatlah susah. Tapi bagi Sekar ujian kali ini sangat mudah se-ka-li. Sekar memang menjadi anak kesayangan para dosen. Dan usut punya usut sekar dapat lulus tahun depan, jika skripsinya sudah selesai. Skripsi adalah musuh besar para mahasiswa.

" sekar! Hari ini jadi gak ke perpus?"

" oh iya! Tadi kak Gio pacaran sama kak Delia. Ish baru aja putus sama gw!"

" Oh. Iya, tadi gw juga liat. Sodara gw emang playboy. Kan gw dah bilang?" Saut Sekar sambil tertawa

" gitu ya? Mentang mentang gw sama dia baru putus, dia dah nemu pacar baru yang centil itu?ish kan gw sayang banget sama dia. Kangen waktu dia-- ."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 28, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

UnforgettableWhere stories live. Discover now