Hujan malam tadi membuat pagi ini terasa sangat dingin, matahari yang biasanya menjadi raja dari segala cahaya enggan untuk bangun juga hanya langit mendung yang menjadi simbol pagi ini. Akupun ikut terlarut dalam udara yang sejuk ini, selimut tebal yang kukenakan seakan tak mau lepas dari jeratan tubuh mungil ini padahal biasanya jam 04.30 pagi aku sudah bangun untuk melaksanakan sholat shubuh, entah setan apa yang membuat pagi ini terasa berat. Jam weker yang sejak tadi berbunyi pun tidak aku gubris, lalu "bllllaaaaaakkkk" "Baraaaaaa !!! Baraaa !!, suara khas dari wanita yang selalu membuyarkan mimpi indah ku, dengan gaya khasnya rambut di acak-acak dan tangan ditarik keatas dia akan berhasil membangunkan ku. "apa sih Fel ? ngantuk nih", gumamku sambil melihat ponselku. "Bara, kamu lupa hari ini punya janji apa ke aku ?" sambil buatin kopi hitam kesukaanku. "Felish, kan bisa entar siang? Dimana si Noval ?", gumamku. "udah gak usah banyak omong, buruan mandi ! nih kopi mu udah aku buatin", lalu dia bersiap rapikan tempat tidurku. Dan aku berjalan menuju kamar mandi.
Felisia Putri adalah cewek super ribet yang pernah aku kenal, cerewet, usil, cengeng dan banyak hal aneh yang ada pada dirinya. Dengan kulit putih dan rambut panjang yang fashionable banyak laki-laki yang tertarik padanya. Dan dia adalah sahabat paling baik yang pernah ada dalam hidupku, hanya satu laki-laki yang bisa membuat dia luluh namanya Noval. Laki-laki paling beruntung yang pernah aku lihat, dengan gaya trendynya dia mampu membuat Felish menyukainya.
"Fel, hari ini kita kemana ? nanti sore aku latihan band loh ?" tanyaku, "iya aku paham, mangkanya ayo buruan keburu sore entar kamu gak jadi nge-band loh ?" cetusnya. Lalu kita beranjak pergi dari rumahku, dengan sepeda motor matic yang aku punya, kita mulai menyusuri jalanan pagi yang udaranya sangat bagus untuk kesehatan, dengan candaan yang ketika semua orang liat kita seperti pasangan paling bahagia yang ada di dunia ini, kenyataanya kita cuman sahabat hehehe. Setengah jam kita jalan akhirnya kita sampai di sebuah taman yang sangat indah yang belum pernah aku liat di kota kecil ini. "ngapain kita kesini, kayak orang pacaran aja", tanyaku. Dia hanya diam dan tiba-tiba duduk di kursi paling pojok dari taman itu. Aku hanya mengikutinya dari belakang sembari melihat ponsel kecilku. Sampai akhirnya dia hanya diam dan meneteskan air mata, dan menyandarkan kepalanya ke bahuku. "pagi-pagi aku bela-belain bangun cuman mau ngelihat kamu nangis ? hmm tau gini enak tidur fel !", celotehku. Felish hanya diam dan masih dalam sikap yang sama tanpa melihat wajahku sama sekali. Lalu tanpa sengaja aku melihat ponselnya berdering dengan nama Noval. "Noval' ? tanyaku. "aku sudah putus sama noval" jawabnya sambil memelukku sangat erat.
Semenjak kematian kedua orang tuanya 2 tahun silam, aku adalah orang yang paling dekat dengannya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaganya dan tidak akan pernah menyakitinya dengan alasan apapun. Pelukan eratnya selalu kurasakan disaat dia bahagia ataupun sedih, dalam hati sebenarnya aku merasa aku adalah orang yang paling cocok untuknya. Tetapi demi persahabatan aku tidak mau merusaknya hanya karena perasaan yang bias.
Kepergian Noval juga merupakan tugas baruku untuk membuatnya bangkit, tidak mudah memang untuk melupakan sesuatu yang telah hilang apalagi kenangan. Motivasi, semangat dan candaan gila setiap hari aku suguhkan untuknya, tetapi responnya hanya sebuah senyuman kecil. Lepas dari itu aku mulai lelah dengan caraku membangkitkannya, malam itu aku mulai berbicara padanya tentang segala apa yang aku rasakan. "Fel, aku boleh bicara bentar ?",tanyaku sambil mendekatinya."bicara aja pakai ijin hmmm" sahutnya. "gak jadi deh", tiba-tiba aku berpikir bahwa apa yang aku tanyakan memang belum saatnya karena yang dibutuhkan dia sekarang adalah diriku, aku takut menyakitinya. "aneh banget, yaudah aku yang mau ngomong sama kamu. Besok pagi aku ke Singapore buat ngelanjutin S2 paling lama 3 tahun, ya sekalian sama liburan juga ngilangin penat di otak nih wkwkkwk, lanjutnya. Dan aku hanya terdiam tak percaya dengan apa yang dia katakan, wanita yang selalu hadir dalam keseharianku setelah ini akan pergi, malam ini adalah malam terakhir aku melihatnya.
DU LIEST GERADE
Pelabuhan Rapuh
JugendliteraturWaktu tidak akan pernah terulang, sampai kapanpun waktu akan terus berputar dengan keahliannya membuat berbagai macam peristiwa yang ada di dunia ini. Bara adalah sosok laki-laki yang menggantungkan hidupnya kepada seorang wanita yang sangat dicinta...
