1

217 46 20
                                        

Saat aku terbangun dari tidurku terlihat terukir senyuman di wajahku. Aku memiliki satu harapan di pagi ini yaitu Harapan ku di pagi hari ini adalah agar aku bisa membuat semua orang tertawa bahagia karena aku. Sangat simple bukan tetapi penuh makna .

****
Pagi ini aku sengaja untuk datang pagi . dengan penuh semangat aku berjalan di koridor sekolah terlihat sepi sekali karena hanya beberapa orang saja yang datang. aku memasuki kelas dan langsung duduk di bangku ku. Kebiasaan ku setiap pagi ketika datang ke sekolah adalah dengan membaca wattpad kesukaan ku.

"Wehhh ngapain serius amat baca nya ,tumben -tumbenan kamu datang pagi" seketika aku terkaget ketika mendengar suara itu.

"aku lagi boker ga usah di ganggu"

"Hah?BOKER?kamu loh lagi baca cerita" katanya dengan tampang bingung

"Nah itu sudah tau pake nanya lagi, diam sudah kamu ribut betul"

oh iya perkenalkan namaku Rifa Fatri Rianti biasa orang memanggil ku rifa .aku duduk di bangku kelas XI Ipa-1 dan yang tadi ngobrol denganku namanya dyas dia sahabat ku dan aku punya satu sahabat lagi namanya ana . Kita biasa di panggil 3 sekawan haha dan semua orang tau itu.

Bel masukan berbunyi .jam pelajaran pertama dimulai ,bu puput pun masuk ke kelas walaupun pelajarannya garing tapi sebagai murid yang baik harus tetap mengikuti pelajaran tersebut .

Pelajaran selesai ,aku bertiga teman ku seperti biasa kami ke kantin berjalan sambil tertawa dan sesekali
Gosipin orang itu lah kebiasaan kita . Eitsss tapi jangan salah paham dulu kita bukan seperti ibu-ibu yang gosipin aneh-aneh kalau kita gosipin nya tentang diri kita sendiri atau tentang pacar atau gebetan (itu sih kalau punya haha).

"Makan apa kalian"kataku sambil melihat-lihat makanan apa yang akan aku makan hari ini

"Enak makan soto ini"kata Dyas sambil melihat ke arah soto dengan tatapan lapar

"Boleh ayoook"kata ana sembari berjalan menuju tempat soto.kami pun mengikuti nya dari belakang .

***

"Hari ini aku ga bisa pulang lama ,aku mau jalan maaf ya"ana tersenyum lebar dan aku tau maksud nya apa.

"Mau jalan sama agip kah bededeh boleh lah"senyum jail nya Dyas yang membuat kami pun tertawa

"Aw aw jalan kemana"kataku

"Mau nemanin dia nah main basket"

"Mau tanding kah dia"kata Dyas

"Iya dia tanding lawan smala"

"Semangatin dong biar dia semangat biar menang kayak gini ya ku contohin GO AGIP GO AGIP GO AYOOOOOO AGIIIIPPPPPPP"kataku sambil berjoget ria dan teriak-teriak dengan suara merdu ,merdu sekali .

Agip adalah pacar nya ana mereka berpacaran sudah lama. Mereka adalah pasangan serasi. Suka duka telah mereka lewati bersama .mereka itu pasangan gila yang ga tau malu dan pasangan yang romantis banget.kalau semua orang lihat pasti iri dengan kebersamaan mereka.

Aku bingung mau kemana ingin pulang tapi malas pulang jadi serba salah.akhirnya aku pergi ke pantai yang jarak nya tidak jauh dari sekolah. Sebenarnya aku juga bingung mau ngapain? aku disini seorang diri ,disitu kadang saya merasa sedih.

Ku rebahkan tubuhku di atas tempat tidur setelah lelah bermain di pantai tadi seorang diri . Ku ambil ponsel ku dan membalas beberapa chat dari teman-temanku lalu ku taruh dan aku tidur mungkin karena efek cape.

"Rif bangun sudah sore mandikan dulu tama sama bian baru antar ngaji"kata ibuku yang membangunkanku dari tidur ku yang nyenyak padahal kalau dipikir-pikir aku baru saja tidur .

"Iya bu"akupun bergegas untuk mandi dan memandikan mereka setelah kami berpakaian kami pun berangkat.

Tama adalah keponakan ku anak dari kakakku yang kedua ,kalau kakakku yang pertama dia tinggal di luar kota jadi kita sangat jarang bertemu dan hanya mengobrol lewat telepon saja. Sedangkan Bian adalah ade sepupu ku dan ketika bapak nya kerja dia dirumahku ibunya sudah tiada beberapa bulan yang lalu ,ia dia adalah bibi ku ,ade dari ibu ku.

ketika aku pulang sekolah sore hari karena ada kegiatan aku masuk ke dalam rumah ku terlihat sepi "mba ibu sama bapak kemana"tanyaku yang bingung

"Ibu sama bapak ke rumah sakit"

"Siapa yang sakit?"tanyaku yang merasa hari ini ada yang aneh dirumah

"bi mani masuk rumah sakit"

"HAH?sakit apa?penyakit nya kambuh?"

"Ga tau lihat nanti info dari rumah sakit"

Aku pun langsung meninggalkan kakakku dan masuk ke kamar.setelah berapa lama kemudian mba ku dapat kabar dari rumah sakit dan langsung buru-buru kesana bersama suami nya untuk mengecek semuanya dan membawa pakaian bibi ku.saat itu aku tidak boleh kesana dan itu membuatku merasa kesal . Beberapa hari terakhir ini aku selalu mimpi hal yang aneh dan aku takut jika mimpi ku kenyataan karena kalau aku yang mimpi itu terjadi dan aku tidak mau mimpi ku ini terjadi.

Ketika keesokannya setelah pulang sekolah aku langsung kerumah sakit dan terlihat keluarga ku disana sedang menangis aku bingung ,aku heran ,apa yang terjadi?ada apa dengan semua ini? Dan ibuku mengisyaratkan aku untuk masuk ke dalam untuk melihat kondisi bibiku dan aku tak kuasa melihat nya nafasku tak beraturan tangis meluap ketika melihat seorang sedang tertidur nyenyak memakai oksigen dengan tangan yang diikat agar tidak berontak dan alat yang di pasang di hidung untuk makan. Kaki yang sudah tidak bisa di gerakkan.

Aku menjaga bibiku karena hari itu hari jum'at dan aku bisa menjaga nya lama maka aku disana sampai sore karena harus pulang kerumah dan menjaga rumah tetapi setelah aku meninggal kan rumah sakit perasaan ku tidak enak.

Keesokan hari nya sebelum aku berangkat sekolah aku menyempatkan diri ku ke rumah sakit untuk mengantar minuman dan melihat kondisi nya . Pagi itu aku melihatnya dengan kondisi yang tidak berubah sedikit pun masih sama seperti kemarin . Hanya satu yang aku minta Ya Allah sembuhkan lah bibi ku . Setelah aku pergi dari rumah sakit aku ke sekolah dan aku menangis karena sedari di rumah sakit aku menahan nya. Pada saat aku belajar aku mendapat telepon bahwa Allah berkendak lain bibiku pergi meninggal kan kita semua. Aku pun bergegas pulang ke rumah.

"Mba ,jenazah sudah datang kah?"

"Belum sebentar lagi"katanya

"Mba rifa kenapa sih ?kok dari tadi semua orang menangis,ada apa sih mba,mba juga kenapa nangis,ini juga bunga buat apa?" Kata Bian

Aku bingung harus jawab apa dan aku hanya diam.

"Gapapa bian kita semua gapapa,emang kita kenapa?"kata mba april

Iya aku mengerti bahwa tidak ada yang boleh memberi tahu bian sampai jenazah nya datang.setelah jenazah nya datang dan aku melihat nya benar-benar melihat nya tangis ku semakin menjadi aku bersama sepupuku saling berpelukan karena sudah tidak sanggup melihat kenyataan yang terjadi .kami mencium jenazah nya untuk yang terakhir kali melihat nya untuk yang terakhir kali sebelum di kuburkan.kami mengantar nya ke tempat persitirahatan nya.saat itu pikiranku kacau yang ada di pikiranku adalah hal-hal yang menyenangkan yang ku lalui bersama beliau.

Saat aku mengingat itu semua kejadian beberapa bulan yang lalu saat itu juga air mata ku jatuh .aku kangen masa-masa itu.

Terkadang aku masih merasa bahwa beliau masih ada ,masih berada di tengah-tengah keluarga walaupun aku tahu bahwa itu tidaklah mungkin terjadi .tetapi aku sangat bangga sama bibiku itu karena dia mampu bertahan bertahun-tahun melawan penyakit nya,bertahan dan mampu mengatasi nya. Dia adalah tipe orang yang jarang sekali bercerita tentang penyakit nya, semua nya di tahan sendiri kecuali kalau dia sudah tidak sanggup baru dia benar-benar ngomong .

Be HappyStories to obsess over. Discover now