#1

71 7 1
                                        

Kring kring.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki yang tak asing itu terdengar di seluruh isi kelas. Semua anak terdiam akan kedatangan sosok ini.

"Selamat pagi, anak-anak." ucapnya.

"Selamat pagi, bu." jawab seluruh anak di kelas itu kepada wali kelas yang berdiri tepat di hadapan mereka.

"Kelas kalian kedatangan seorang murid baru. Dia pindahan dari Star High School. Perkenalkan dirimu, nak." kata wali kelas itu.

"Halo semua! Namaku Emersyn Brielle. Kalian bisa memanggilku Emersyn. Senang bisa bertemu kalian." ucapnya ramah. Anak baru ini bisa dibilang memiliki senyum yang cukup memikat para hati lelaki di kelas itu.

"Hai Emersyn." sapa seluruh anak di kelas itu.

"Ada yang ingin kalian tanyakan kepada Emersyn?" tanya wali kelas mereka, Ms. Liliana. Seorang anak mengangkat tangan.

"Saya mau nanya bu! Boleh dong tau nama facebooknya?" gombal anak itu, Asher namanya. Seorang playboy sekolahan yang memikat banyak hati perempuan.

Seluruh isi kelas tertawa mendengar pertanyaan tersebut.

"Gombal lu, Ash!"

"Bisa aja Asher. Anak baru udah diembat aja."

"Ciee ciee. Target baru, Ash?"

Emersyn hanya tersenyum ramah dengan semua teman kelasnya itu. Ia merasa beruntung akan memiliki teman kelas yang 'seseru' ini.

"Sudah sudah. Jangan ribut. Emersyn, kamu boleh duduk sekarang." ucap bu Liliana.

"Halo, apa ada yang duduk di sini?" tanya Emersyn lembut.

"Oh, tidak ada." jawab perempuan itu ramah.

"Aku duduk di sini ya." izin Emersyn ramah.

"Maggie." Perempuan itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum. Emersyn membalasnya ramah.

- - -

"Hai Emersyn cantik." sapa sekumpulan anak lelaki yang mendekati meja Emersyn setelah bel pulang berbunyi.

"Aku anterin pulang yuk." ajak salah satu dari sekumpulan anak itu, Franco.

"Eh berani banget lu, Co! Gue duluan yang ngajak. Bareng aku aja ya?" ajak salah seorang lagi, yang bernama Russel. Seketika sekumpulan anak lelaki itu menjadi ribut memperebutkan mengenai siapa yang akan mengantar Emersyn pulang.

"Aku pulang sama supirku aja. Makasih ya tawarannya." ucap Emersyn ramah. Dia sangat lugu. Membuat semua orang, khususnya kaum adam, terpikat dengan keluguan wajah dan tingkahnya.

"AAAAA!!!!!"

Teriak perempuan itu membuat seisi kelas menjadi kaget.

"Ada apa, Emersyn?!" tanya Maggie yang duduk disebelahnya kaget.

"Umm.. itu.. itu.. a..ada.. bangkai tikus di lokerku." ucap Emersyn ketakutan.

"APA?!?! Mana?!" teriak Asher yang berdiri di antara sekumpulan lelaki itu. Tanpa banyak pikir, dia mendekati meja Emersyn, dan melihat isi lokernya. Benar, ada bangkai tikus di sana. Emersyn yang ketakutan mulai menangis. Dia memeluk Maggie yang berada di sampingnya.

"Siapa yang berani melakulan ini?! Jujurlah!!! Kalau tidak, akan ku hajar kau saat aku mengetahuinya!!" seru Asher sambil memegang bangkai tikus itu. Tidak ada satupun di dalam kelas itu yang mengaku, karena tidak ada yang merasa melakukan hal menjijikkan seperti itu.

Emersyn [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang