"Berjanjilah, kalau kamu akan selalu menjaganya. Apapun yang akan terjadi"
Aku cuma bisa terisak sambil mengangguk patah-patah, mengiyakan keinginan terakhirnya.
ω ω ω ω
"Aku ikut berduka ya, Ken.... ini pasti sangat berat sekali untukmu" Aku cuma bisa terdiam mendengarnya.
Padahal umurku baru 4 tahun, dan ini semua kenapa harus terjadi? Kenapa? Kenapa?. Huwaaaa!! Semua orang termasuk Aku menoleh. Dia menangis keras sekali, wajahnya mulai memerah. Aku segera mendekati ranjangnya sedikit kesal.
"Jangan nangis, kasihan Mama nanti di sedih melihatmu" kataku dingin.
Dan dia langsung berhenti menangis sambil menatapku, tak lama dia tertawa senang dengan kedua tangannya mengudara berusaha meraihku. Orang lain pasti akan tersenyum bahagia melihatnya. Tapi bagiku, tawanya itu seperti sebuah ejekkan.
Aku hanya bisa mendecak kesal dengan suara pelan. Sejak waktu itu, duniaku mulai berwarna abu-abu, dan sejak saat itu, Aku sudah bukan Aku yang dulu.
YOU ARE READING
KenRa
Teen FictionAku sungguh membencimu, membencimu yang sudah merenggut segalanya dariku. Aku membencimu, Aku membencimu, Aku membencimu, Aku sungguh membencimu, Tapi.... Kenapa aku juga tak bisa menyangkal kalau aku selalu memikirkanmu? Kala...
