Siapa orang itu?

28 1 2
                                        

JEPANG, 2015.

Tap.. tap.. tap.. langkah kaki itu lagi. Semakin jauh ku dengar, mungkin sebentar lagi hujan akan menghapusnya. aku tak akan bisa menemukanmu seperti biasa, ditempat biasa dengan senyuman seperti biasanya. Percakapan kita malam itu, apakah itu akhir...

"Apa tidak bisa aku memperbaikinya lagi, Yamada? Beri aku kesempatan"

"Untuk apa? Aku sudah cukup mempertahankanmu dengan sikap kamu yang.. sangat menjengkelkan ini. Gomen nasai, Megumi." Langkah kaki terakhir yang bahkan aku tak bisa mendengarnya, Yamada sudah jauh meninggalkanku.

Ini sudah hampir satu minggu, aku tak ingin beranjak sedikitpun dari ruang kecil ini. Sudah berkali-kali ibu dan adikku Yuki mengajakku pergi keluar dari ruangan kecil ini, tempatku untuk hidup. Yamada, aku masih mengingatnya.. saat kita berjalan ditengah hujan kala itu jaket melindungi kita lalu mata kita saling bertemu and, we kissed. Ciuman pertamaku yang kamu rebut dengan indah, Yamada. Di sudut kamar masih ku simpan semua barang dan kenangan tentang Yamada, aku tak bisa melupakanmu.

"Oh ya ampun, keluarlah Megumi sebelum ibu benar-benar gila karnamu. Sudah satu minggu kerjaanmu hanya diam di kamar! Apa bisamu hanya makan dan tidur? Keluarlah jalan-jalan di kota sedang ada Festival" ibu terdengar sangat kesal.

Hah, aku harus keluar dan menemui dunia yang sedang menungguku untuk siap menghadapi kenyataan. Yamada, untuk pertama kalinya aku keluar rumah setelah malam itu. Hari ini di Hokaido ada Festival tahunan. Aku memakai kimono merah pemberian mendiang ayah tahun lalu.

"Onee-tan, belikan aku permen yang sangat besar" adikku Yuki terlihat sangat imut saat dia meminta sesuatu.

"Tidak, Yuki. Lihatlah gigimu, ibu tidak akan mengijinkanmu membeli permen."

"Onee-tan..." dengan wajah penuh harapan

"jangan sampai ibu tahu" bisikku

"Aku sayang Meguminee-tan!"

Sudahlah, lupakan Yamada hari ini. Melihat ibu dan Yuki bersenang-senang membuat hatiku sedikit tergerak meskipun senyuman belum kembali. berbagai atraksi dan hiburan yang disuguhkan cukup menghibur, makanan yang di jual pun sangat enak. Orang-orang terlihat sangat antusias padahal jalanan basah sisa hujan tadi malam. Genangan air sesekali mengenai kakiku, basah dan menyegarkan. tiba-tiba kaki kiriku terjebak dalam lubang hingga ke bagian lutut. Aku melihatnya, ada laki-laki yang membungkuk dan melihat ke arahku. Seketika saat ku kedipkan mata... dia mengilang. Orang-orang disekelilingku membantuku bangun mengeluarkan kakiku dari lubang.

"ah syukurlah, ayo pulang dan ganti bajumu yang basah. Ibu sudah membeli banyak barang disini dan kita sudah bersenang-senang, lagipula ibu harus mengobati luka dikakimu" kami bergebas pulang dengan langkah kaki yang terseret aku berusaha menahan sakit.

"Onnee-tan, ini permenku untukmu. Apa sakit?"

"tidak, Yuki."

"aku akan merawat Meguminee-tan sampai sembuh"

Duh.. sakitnya.. lukanya cukup sakit. Tapi tunggu dulu, kenapa orang tadi melihatku seperti itu? Apa dia manusia? Atau.. bulu kudukku berdiri, jam menunjukan jam 12 malam. Ah sudahlah besok matahari akan membantuku berfikir normal kembali.

***

MENCARI BATU RUBBY YANG HILANG...

"Pergi Akemi! Temukan sebagian Rubby yang ada didalam tubuh ibumu! darah manusia yang mengalir dalam tubuhmu akan memberimu petunjuk dimana ibumu berada. Kamu harus menemukan ibumu dalam keadaan hidup" perintah Sang ayah, Yang Mulia Eiji.

Sejarah Kelahiran Akemi

83 tahun lalu krisis menimpa Jepang, terjadi kelaparan dimana-mana. Saat itu Yuuko berusia 15 tahun, ia menyaksikan ibunya meninggal kelaparan didepan matanya lalu ayahnya pergi mencari bantuan hingga 1 bulan tak pernah kembali pulang. Yuuko remaja kini hanya sendiri dengan kesulitan besar-besaran yang dihadapi jepang. Dengan lemahnya ia mencari makan ke semua penjuru rumah, terbukalah sebuah lemari disudut kamar sang ayah lalu ia pun tertarik masuk oleh energi yang sangat besar. Tubuh Yuuko sangat lemah, dia merasakan ada sosok yang mengangkat tubuhnya setelah itu kesadarannya hilang. Perlahan membuka mata, Yuuko terkejut dan tak percaya dengan apa yang ia lihat. "Ini surga?"

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 06, 2016 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

AKEMI, THE LOST RUBBYDonde viven las historias. Descúbrelo ahora