Chap 1 #I'm a little broken piece

31 4 7
                                        

Tidak! Tidak! Tidak!

Jangan suara ini lagi ku mohon.

Jangan teriakan ini lagi. Aku muak dengan mereka. Aku bahkan tidak mengerti mengapa mereka bertengkar.

“Kau yang tidak bisa mengurus anak dengan baik!” Papa berteriak.

“Jangan selalu salahkan aku Pa! Kau yang selalu pulang larut malam! Kau yang tidak pernah memperhatikan mereka. Sekarang kau menyalahkan ku? Lucu sekali kau!” Mama tidak kalah membalas teriakan Papa.

Aku benci situasi seperti ini.

Terbangun di tengan malam dan selalu mendengarkan mereka bertengkar. Yang bisa kulakukan hanya menutup muka ku dengan bantal dan menangis hingga mentari muncul.

“Terserah Mama!” Suara pintu terbanting terdengar sangat jelas.

Ya, Papa pergi lagi.

Dan aku bisa mendengar tangisan mama dari lantai atas.

Selalu sama, aku tidak akan bisa melanjutkan tidur ku lagi.

Yang kulakukan sekarang, menatap langit langit kamar ku. Dan membiarkan otak ku berputar. Meski aku tidak tau ap yang aku pikiran.

Alarm di handphone ku berbunyi.

5 a.m.

Sesegera mungkin aku merapikan tempat tidur ku dan bergegas mandi.

Yap, mata ku sedikit sembab dan memerah.

Seragam, sepatu, tas semua sudah siap!

Ini hari jumat, pelajaran tidak begitu berat. Jadi ku putuskan untuk tidak sekolah hari ini. Maafkan aku ma, aku terlalu lelah dengan semua ini.

“Pagi Ma..” Sapa ku ketika melihat mama menyiapkan roti selai.

“Pagi Maddie, udah cantik aja. Belajar yang rajin ya.” Mama memberikan setangkup roti berselai coklat kacang kesukaan ku.

Dan kujawab dengan anggukan karena mulut ku dipenuhi dengan roti.

Aku merasa sangat bersalah ketika mama menasihati ku.

Ku tengguk habis segelas susu putih yang mama siapkan.

“Makasih ma, Maddie langsung berangkat ya!” Ucapku seraya meletakan gelas yang sekarang sudah kosong.

“Hati-hati ya, yang rajin.” Mama mencium kening ku.

“Dada mama..” Aku melambaikan tangan ke arah nya.

Pak cipto sudah siap di mobil. Dan aku pun berangkat.

“Pak, mampir ke toko bunga yang biasa ya.”

“Ini udah jam 7 loh non. Non Maddie kan masuk jam setengah delapan.” Jelas pak cipto.

“Gak apa- apa pak. Hari ini Maddie mau ke Elyn pak.”

“Oh iya non.” Pak cipto berputar arah ke arah toko bunga langanan ku.

Jarak rumah ku ke toko bunga langanan ku cukup dekat.

“Tunggu sebentar ya pak.” Aku bergegas keluar dari mobil.

“Selamat pagi kak Maddie ada yang bisa kami bantu?” Sapa salah satu pelayan disana.

“Iya, bunga yang kaya biasa ya 1.” Pinta ku.

Tak berapa lama, florist itu memberikan 1 bucket bunga. Dan aku memberikan 2 lembar uang berwarna merah.

“Eh.. Maddie.” Sapa seseorang saat aku merapikan isi dompet ku.

Ku angkat kepala ku. Oh, Alex.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 08, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DangerouslyWhere stories live. Discover now