1

182 14 2
                                        

Damon POV

"Bagi siswa yang bernama Damon Lingga kelas Ipa XI-2, segera menuju ke ruang BK. Terimakasih." Suara speaker kelas.

Mendengar suara speaker kelas, gue pun beranjak dari kursi, dan meninggalkan kelas gue.

"Damon, lu mau kemana?" Tanya Farhan temen sebangku gue.

"BK." Jawab gue tanpa menoleh ke arah Farhan.

Gue melewati koridor kelas yang masih rame karna masih jam istirahat, jarak dari kelas gue ke BK cukup deket.

"Permisi, bu." Gue masuk ke ruang BK.

"Kamu yang namanya Damon?" Tanya bu Rose ke gue.

"Iya, bu." Jawab gue sambil ngangguk pelan kepala gue.

"Silakan duduk." Ucap bu Rose.

Gue pun duduk di samping bu Rose, bu Rose mulai nanya sesuatu ke gue.

"Kamu kenapa bisa berantem sama kaka kelas kamu?" Tanya bu Rose.

"Dia cari masalah duluan bu sama saya. Saya lagi di kantin lagi makan sama temen saya, eh dia malah ngatain saya." Jelas gue ke bu Rose.

"Kamu kalau dikatain diam aja, ga usah dibales. Jadinya gini kan?" Ucap bu Rose.

"Iya bu, tapi dia ngatain saya sama ngejelek-jelekin orang tua saya bu. Saya engga terima kalo orang tua saya di jelek-jelekin." Gue berusaha menjelaskan ke bu Rose.

Di tengah gue lagi menjelaskan ke bu Rose ada seorang cowo masuk ke ruang BK. Ya, dialah orang yang bikin emosi gue melunjak. Bagas, anak Ips XII-5. Dia senior gue.

"Duduk di kursi itu nak." Ucap bu Rose sambil nunjuk ke kursi satu di deket meja bu Rose untuk Bagas.

"Bagas, kenapa kamu bisa berantem sama junior kamu? Seharusnya kamu tuh mengajarkan yang baik kepada junior kamu, bukan mengajaknya berantem." Jelas bu Rose.

"Saya kesel bu sama dia. Dia baru junior udah belagu bu. Sok penguasa sekolah." Jawab Bagas sinis sambil natap gue.

"Lah ini gaya gue, suka-suka gue lah mau ngapain aja." Jawab gue.

"Sudah cukup. Lebih baik kalian baikan dan tidak berantem lagi. Jika kalian masih berantem lagi, kalian berdua akan ibu skor." Jelas bu Rose.

Gue memutuskan baikan dengan Bagas.

"Inget ya Bagas, kamu jangan suka ngatain orang tua. Itu dosa. Kamu juga Damon bersikap lah sopan santun kepada senior." Jelas bu Rose.

Gue dan Bagas hanya mengangguk-ngangguk. Bu Rose menyuruh gue dan Bagas masuk ke kelas masing-masing karna jam istirahat sebentar lagi usai selesai.
Gue dan Bagas keluar dari ruang BK, dan masuk ke kelas masing-masing.
Disaat gue melewati koridor, gue engga sengaja nabrak junior cewe.

"Sorry ya," Gue pun membantu junior itu bangun dan mengambil bukunya yang jatuh.

"Makasih ka, maaf ya ka," ucap junior itu sambil nundukin kepalanya.

"Iya santai aja," jawab gue.

"Yaudah ka, saya buru-buru," ucap junior gue, lalu ninggalin gue sendirian di koridor yang masih banyak murid keluar kelas.

Belum sempet gue nanya namanya, dia udah ngacir duluan. Gue pun melanjutkan jalan gue menuju kelas gue.

Gue langsung duduk di kursi gue, gue milih kursi engga mau paling depan sama engga mau paling belakang, jadi gua duduk di kursi nomer 3 barisan paling pojok sebelah kiri dari pintu.

You Be Fine With MeStories to obsess over. Discover now