chapter 1

22.1K 494 19
                                        

Nadira POV

Sumpah serapah aku ucapkan sejak aku mendapat omelan dari dosen super killer ku. Coba kalian bayangkan aku hanya terlambat 10 menit namun Bu Zeni mengomeli ku tanpa henti. Ya ku akui Bu Zeni memang memiliki tingkat kedisiplinan bak Dewa, namun sampai tidak diizinkan masuk laboratorium sebelum pukul 08.30 ?

Asal kalian tahu tadi aku baru tidur pukul 12.00 malam karena membuat laporan.

Yapp perlu kalian tahu, sebagai mahasiswa jurusan Farmasi tentu sebelum masuk ke laboratorium salah satu syaratnya membuat laporan, capek ? Sudah pasti, buku - buku yang dibawa ke kampus saja bisa dijadikan bantal tidur, buku ISO, MIMs, Farmakope dll ditambah perlengkapan kerja yang lain.

Ya tapi mau gimana lagi hukuman tetap tidak dapat ditawar, apalagi hukuman dari Bu Zeni. Namun haruskah sampai tidak diizinkan masuk laboratorium sebelum pukul 08.30 ?

Setelah 90 menit aku berkutat dengan mortier & stamper, bahan obat, kapsul, kertas perkamen dll plus omelan dari dosen pembimbing, aku segera bergegas ke kantin untuk merelaksasi otak dan otot ku yang sudah lelah.

Baru saja aku menenggak jus jeruk, tiba tiba....

"Dorrr !!!" suara itu mengejutkan ku, hampir saja aku tersedak karena ulah Reya yang notabene adalah sahabatku.

"Shit ! Lo tuh ya kebiasaan banget, kalo gue jantungan gimana ?" omel ku pada Reya.

" Yee.. Maaf kali, abis muka lo tuh lecek banget kayak cucian belom disetrika, emang kenapa sih Nad ?" tanyanya tanpa dosa sambil cengar cengir.

"Gimana gak kesel coba ! Gue baru tidur jam 12 malem gara gara buat laporan, terus pagi nya gue di hukum sama Bu Zeni cuma karena telat 10 menit doang, abis itu yang paling ngerusak mood gue..nih lo liat sendiri !" ucap ku sakartis sambil gue menyodorkan job sheet di depan muka Reya.

"Wow... Gila fatal cuma gara gara belum lo kasih paraf ? Ckck ini kalo ibarat kata kaya beol tapi pas mau cebok gak ada air, lo yang sabar ya Nad !"sambil memasang muka prihatin.

"Sabar pala lu peyang, sumpah mimpi apa gue semalem sampe jadi sial banget hari ini." sambil ku remas rambut ku, aku sudah tak peduli lagi dengan penampilan ku yang sudah seperti gembel.

"Calm down baby, lo harus percaya bahwa gagal adalah kesuksesan yang tertunda." nadanya dibuat buat seperti Mario Teguh

"Lo enak ngomong gitu. Kalo gagal terus suksesnya kapan ?" ucap ku menolak

"Hehehe...iya juga ya ?" ucap nya sambil nyengir kuda

"Udah lah, pusing kepala gue kalo gue kelamaan ngobrol sama lo ! Gue cabut dulu byee !"

Aku langsung berajak pergi tanpa memperdulikan teriakan Reya.

"Nad !! Terus ini siapa yang bayar !! Woy... Nadira..!" umpatnya yang masih ku dapat kudengar, aku hanya cekikian mendengar umpatannya.

45 menit kemudian, aku sudah sampai di depan rumah. Segera ku masukkan mini cooper kesayanganku di garasi.

"Hallo sayang ! Makan dulu nih mama sudah masakin cumi asam pedas kesukaanmu."ujar Mama

Tanpa babibu lagi, aku segera meletakkan tas ku sembarangan dan menuju wastafel. Setelah mencuci tangan ku ambil nasi dan lauk kesukaan ku cumi asam pedas.
Ku lahap tanpa sisa sedikitpun. Ku lirik mama yang sedang turun dari tangga, lalu menghampiri ku

"Sayang, mama pergi dulu mau arisan. Nanti malam kita kedatangan tamu spesial, jadi kamu harus dandan yang cantik ya ?"

"Tamu ? Sipa ma ? Kok pakai dandan segala, mama kan tahu sendiri kalau aku paling gak suka sama yang namanya dandan. Ribet ma !" tolakku.

"Ya ampun sayang, kamu tuh cewek ya harus bisa dandan dong ! Pokoknya nanti malem kamu harus cantik oke ? Sekarang mama pergi dulu ya !"ucapnya seraya mencium pipiku

"Siapa sih tamunya ? Pakai dandan segala, bodo deh gue mau tidur." gumam ku sambil beranjak dari kursi menuju kamarku. Ku rebahkan tubuhku ke ranjang, tak lama kemudian aku terlelap.

-------------------------------------------------------------
Tbc !
Vote and comment ya cerita pertamaku ini yang masih amburadul.🙏😱

Cheers,😘
Erha


CEO with PharmacistWhere stories live. Discover now