Prolog

107 9 6
                                        

"Hoaammm.." seorang gadis menguap dan bangun dari tidur nya dengan mata yang masih terpejam. Rambut panjang nya acak-acakan sehingga tampak seperti rambut kribo, muka bantal ditambah baju acak-acakan membuat nya terlihat lebih mirip dengan zombie.

Gadis itu perlahan membuka matanya dan mematikan alarm nya, yang sama sekali tidak berbunyi akibat sering dibanting oleh nya. Dia beranjak dari tempat tidur dan menyambar handuk walaupun disamping handuk itu ada anak kecil yg menatap nya dengan tatapan kosong setiap hari.

Gadis itu masuk ke kamar mandi dan tak lama dia keluar dengan wajah segar nya.

"Ahh hari ini upacara lagi" ujar nya dan menoleh ke anak kecil yg sering dilihatnya setiap pagi. Tatapan anak itu selalu kosong.

Gadis itu turun ke lantai bawah disana sudah ada ayah,ibu, dan kakak laki-laki nya.

"Pagii ayah,ibuu--"

Bruggh!!

Gadis itu tersandung di lantai dan terjatuh. Gadis itu memang ceroboh.

"Hahahahahaha" suara tawa kakak nya terdengar.

"Aduhh.. Ihh kak Rion malah ngetawain!" ujar nya kepada kakak nya yg bernama Rionald adevard steven yg saat ini kelas 2 SMA.

"Aduh sayang makanya hati hati dong. Sakit gak?" ibu dari gadis itu menghampiri nya.

"Hehe gak sakit kok bu" jawab gadis itu karena memang tidak sakit.

"Ohh bagus deh. Ya sudah sarapan dulu ya? Rion adek nya jatoh kok malah diketawain!" ujar ibu gadis itu sambil berkacak pinggang

"Tau tuh bu kakak durhaka" ujar gadis itu sambil cemberut.

"Haha habisnya lucu . Pagi-pagi udah nyungsep aja " jawab rion

"Hush! Udah Aira sarapan dulu" ujar ibu nya.

•°•°•°•°•

Oh ya kenalin nama gue Airashan havizhein steven kelas 9 SMP, badan kecil pendek tapi imut, hidung mancung,rambut hitam panjang,kulit putih, mata hitam dengan bulu mata lentik, pintar, ceroboh lah sedikit, dan suka jailin orang.

•°•°•°•°•

Setelah selesai sarapan, aira berangkat bersama kak Rion.

"Kak ayo cepetan ntar gue telat udah tau upacara" ujar aira karena kak rion lelet banget

"Sabar ngapa. Lo telat juga gue bodo amat" jawab kak rion yang membuat tangan aira gatel pengen nabok.

"Kakak durhaka lo. Liat adek nya yg imut gini dihukum malah seneng" ujar aira sambil cemberut.

"Hahaha.. Udah ayok berangkat" kak rion mengacak rambut adiknya itu dan membuat aira memanyunkan bibirnya karena poni nya jadi berantakan.

Aira selamat karena telat 1 detik saja.. aira gak akan bisa masuk dan ia harus berurusan dengan pak ata dan pak doni yg pasti aira ga bakalan mau berurusan dengan 2 guru itu.

Aira berlari ke kelas nya. Untung masih ada neira yg lagi memakai topi upacara.

"Huft untung tepat waktu" ujar aira sambil menaruh tas. Tapi tak sengaja gadis itu melihat cewek berbaju putih di pojok dekat pintu. Oh iya aira itu sebenarnya bisa melihat mahkluk tak kasat mata sejak kecil.

"Udah yuk.. Baris gue gak mau baris di belakang" ujar neira. Mereka berdua memiliki badan yang pendek lalu apa jadinya jika mereka baris di belakang?

Akhirnya aira dan neira baris di barisan no 2



"Semua nya baris yang benar!! Yang belakang luruskan dengan barisan depan!!" ujar pak doni

April Mop LoveWhere stories live. Discover now