Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.

perkenalan: penyemangat

967 23 8
                                        

(suara handphone yang berdering)

aku terbangun dari tidurku setelah mendengar suara handphone ku yang membuatku semangat untuk bangun,menatap ke arah ponsel dengan sempoyongan. mengucak mata sesekali mencoba membaca pesan yang masuk.

"morning SHEYRAAAA".

pesan yang diketik oleh samuel membuatku terkejut dan bersenyum lebar

"morning too,sam. kok tumben pagi-pagi begini sudah kasih kabar aja". jawabku

"oh jadi gk boleh nih aku kasih kabar ke kamu,masa sih gak boleh kasih kabar buat istri sendiri hehe".

istri? mencubit pipi,menjabak rambut. aku gak mimpi kan,terdiam merasakan bahagia yang membuatku tertawa,terseenyum dan sesekali aku meloncat.

handphone ku bergetar kembali membuatku terdiam dan melirik ke arah ponselku. telfon dari Samuel. menekan tombol hijau yang ada di handphone ku

"hallo". terdengar suara dari samuel

"i-iya hallo". jawabku

"jangan gugup kenapa (suara samuel terdengar jelas,bahwa iya tidak menyukai suaraku yang gugup)"

"kok kamu tumben-tumbenan mau nelfon aku pagi-pagi seperti ini". aku mencoba untuk menghindari ucapan dari samuel yang tadi iya katakan

"aku kangen sama calon istri ku"

"istri?"

"kagak,gitu doang baper"

aku hanya terdiam,dan menelan air liurku sendiri

"sheyy? kamu masih mendengarkan aku bicara kan?"

"i-iya,masih kok sam"

"oh iya shey nanti aku minta ajarkan matematika ya? plis,aku bener-bener gak ngerti sama matematika. kemarin ulangan,malem nya aku udah hafallin semua rumus nya,pas ujian malah lupa semua"

aku hanya cekikian yang membuat samuel jengkel

"sheyraa,bangun sudah siang ini".

suara mamah yang setiap pagi membangunkan aku.

"hm sam,udah dulu ya. mamahku sudah teriak-teriak nih"

"waduh,mamah nya aja galak apalagi anak nya".

"apa katamu? awas aja kamu ya" ancam ku

"yaudah deh iya maaf,yaudah see you shey"

"see you yoo"

----------------

keluarr dari kamar aku segera bergegas ke ruang makan dan mengambil roti yang sudah di oleskan oleh kakak ku,aku dengan kakakku memang tidak penah akur selalu berantem. aku hanya 2 bersaudara,kakak ku bernama Bastian Moreta,ya nama nya memang sama dengan namaku Sheyra amoreta. itu adalah nama papah ku Dr. joanda moreta.

papah seorang dokter,namun tubuh nya tidak seperti dokter. melaikan seperti tentara. tinggi,besar,dan kekar. Dan mama ibu rumah tangga

****

tiba didepan gerbang sekolahku,banyak murid berlari termasuk aku,karena bel sudah berbunyi sedari tadi. namun sayang satpam dan guru piket tidak mengizinkan kami masuk kedalam sekolah dan menyuruh kami bebaris didepan pintu gerbang.

tubuhku bergerak ke depan,aku langsung menengok kebelakang dan sudah siap buat marah ke orang yang sudah sembarangan mendorong ku itu. terlihat jelas samuel yang mendorongku,aku sudah memasang muka yang merah membuat samuel menahan ketawa. samuel mendekati wajah nya dengan wajahku,aku hanya tediam dan bersikap biasa,jangan sampai aku gugup lagi didepan nya.

"jangan ge'er deh,aku tidak mau mencium mu tapi aku ingin beritahu kamu sesuatu yang penting". kata samuel,sambil menjitak kepala ku.

samuel mulai memberi tahuku,dan itu adalah bisikan tegila yang pernah aku dengar. samuel mengajak ku untuk kabur masuk lewat pintu rumah penjaga sekolah sekaligus ibu kantin yang sangat baik hati nya. aku sempat menolak dan berbisik bahwa itu hal gila. namun samuel mengabaikan itu,dan menarik ku untuk lari,kebetulan satpam lagi masuk kedalam gedung sekolah menghantarkan surat murid yang tidak masuk sekolah

samuel mengetuk rumah ibu kantin,dan berbicara dengan nya agar iya mengizinkan aku dan dia masuk kedalam. karena samuel langganan dan cs dengan ibu kantin,ibu kantin pun mengizinkan kami berdua masuk.

*tuk,tuk tuk*. aku mengeetuk pintu kelasku itu,yang sudah ada guru matematika yang terkenal galak. bu vera guruk tergalak di SMA ku. aku menelan liur menarik nafas berdoa agar bu vera tidak memarahiku dan menghukum ku.

"kenapa kamu bisa telat?" tanya bu vera dengan menurunkan kacamata nya

"i-itu bu saya tadi kejebak macet"

"pukul berapa kamu berangkat?"

"6:45 bu"

bu vera menggebuk meja berhasil membuatku terkejut dan membuat tangan ku dingin

"kamu tahu peraturan disekolah ini? kamu tahu jakarta kota macet? lalu kenapa kamu masih berani berangkat jam sgitu?"

"supir saya kesiangan bu bangun nya"

bu vera tidak mempercayain ucapan ku,justru malah menarik telingaku sampai merah dan berhasil membuatku meringis kesakitan.

"sudah sana duduk". perintah bu vera

***

bel berbunyi,aku dengan safa keluar dari ruangan dan berjalan ke arah kantin. disana sudah ramai anak-anak yang berebut karena perut nya sudah kosong.
aku mengambil kursi yang terletak di ujung,sambil menunggu safa datang membawakan bakso pesanan ku.
tiba-tiba samuel datang menghampiriku dan menatap muka ku dengan jenih,sesekali iya menengok kearah telingaku yang sedari tadi panas dan berwarna merah

"telinga lo kenapa shey?". samuel menyingkirkan rambutku dan meletakkan dibelakang telingaku

"telinga sheyra tadi di jewer sama bu vera,karena iya terlambat". ucap safa dengan seenak nya

samuel tetawa dan menggelengkan kepala nya

"oh iya shey aku tunggu di taman belakang sekolah ya,setelah pulang sekolah,jangan telat ya". ucap samuel

aku belum sempat bertanya namun samuel sudah pergi dan bergabung dengan teman-temany nya. tak lama pun teman-teman samuel menengok ke arahku,meemandangi aku dengan teliti. aku merasa gelisah dan cepat-cepat melahap bakso ku dan membayar nya lalu pergi dari kantin.

"sam,kamu mau ngapain ngajakin aku ketemuan di taman belakang sekolah?". pesan

aku sudah mengirim pesan berkali-kali namun tidak ada jawaban dari samuel.

"sheyy,aku denger-denger kamu lagi deket ya sama samuel?" tanya dinda. Dinda adalah sahabatku juga

"kokk kamu tiba-tiba nanya kayak gitu?" jawabku

"aku cuma pengen tau aja informasi tentang samuel sekarang"

"dibilang deket iya,dibilang engga juga enggak"

"sheyy,kalau kamu nanti jadian sama samuel,kamu hati-hati ya"

aku bingung dengan ucapan Dinda,aku ingin bertanya apa maksud kata-kata yang iya ucapkan itu.
dinda pergi dan ninggallin aku

"shey,dinda kenapa?" tanya safa.

"tadi iya bilangkalau nanati aku jadian dengan samuel aku harus hati-hati"

"hah? lo bener-bener dekat dengan samuel?"

aku hanya diam dan membereskan buku ku yang sudah betaburan di atas meja.

#hallo,maaffin ya kalau ceritanya masih berantakan,sebelum nya pernah buat cerita juga tapi belum pernah di share karena masih ragu
follow instagram me: tiaradindaamelia09

Stay with meHistórias para pegar e não largar. Descubra agora