Berisik. Satu kata mengenai keadaan kelas 11 MIA2 saat ini. Pak Can guru fisika terkiller di Sma Nusa Bakti mendadak tidak hadir karena diare. Tentu saja kelas ini mendapat waktu merdeka diantara padatnya jadwal pelajaran yang membosankan.
"Oii..! Angga lo ngapain senyam senyum sendiri liat handphone lo? Wah parah, lo nonton gak bagi-bagi" Zafqi berandalan kelas mulai berbuat jahil sambil melempar penggaris ke arah Angga.
"Apaan sih lo! Gue lagi sms-an sama Tiara. Jangan ganggu!" Angga mencibir ke arah Zafqi.
"Apa? Lo sama Tiara? Sejak kapan nyet! Yang ada lo bakal ditolak lagi." Zafqi dan teman-temannya mulai tertawa keras.
Aldi siswa yg selalu bawa gitar ke sekolah, mulai memainkan gitar dan bernyanyi dengan suara sumbang. Menambah semrawutnya keadaan kelas itu.Memang kelas ini merupakan salah satu kelas unggul tapi, siswa yang berada di kelas ini banyak yang merupakan berandalan sekolah. Mereka pintar tapi hiperaktif. Sehingga kelas ini dikenal dan juga ditakuti siswa seantero sekolah! Dikenal karena pintar dan good looking. Ditakuti karena berandal dan ulah aneh siswanya. Bahkan guru-guru pun sampai heran dan tidak menyangka bahwa pembuat onar bisa masuk ke kelas unggul.
" Aldi diam dong! Suara lu gak ada bagus-bagusnya. Telinga gue jadi sakit tau!" Desi mulai kesal karena kegiatan membaca novelnya mulai terganggu.
"Idihh, eneng cantik tapi pemarah. Itu wajah kerutannya tambah banyak!" Satrio mulai menyahut.
"Koncat diem lo! Gue gak bicara sama lo. Lo tuh yang udah kayak kakek-kakek!".
"Kakek-kakek tapi banyak yang suka, gak kayak lu jones!" Tawa kembali meledak di kelas itu.
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut? Kalian menganggu kelas lain yang sedang belajar." Bu Marni yang merupakan guru piket mendadak muncul. Membuat anak-anak itu kembali ke tempat duduk masing-masing dan lansung diam.
"Seharusnya kalian tertib walaupun tidak ada guru. Selalu saja kelas kalian berisik dan bermasalah. Kamu Zafqi, kenapa sepatu kamu ada warna merahnya. Itu melanggar peraturan sekolah. Cepat lapor ke piket!" Bu Marni berbicara panjang lebar dalam satu tarikan nafas.
"Loh, kok gitu sih Bu? Sepatu saya kan gak mengganggu saya dalam belajar. Kemarin kan hujan dan sepatu saya basah Bu. Kasih toleransi dong." Dasar Zafqi, ia selalu saja mencari alasan jika melanggar. Padahal itu adalah Bu Marni, guru terketat diantar guru lainnya.
"Tidak ada alasan, saya tunggu kamu untuk lapor di ruang piket" Bu Marni pun kembali ke ruangannya.
___-___
Bukannya ke ruang piket , Zafqi justru menuju ke ruang UKS. Ia menuju kesalah satu tempat tidur dan mulai memejamkan mata. Krieet..Terdengar pintu mulai di buka seseorang. 'Ah siapa sih, ganggu gue aja' Zafqi mengeluh dalam hati. "Permisi..Bu Yuli? Bisa minta betadine gak?" 'Oh cewek toh..' Zafqi mulai penasaran dengan gadis itu. "Yah..Bu Yuli gak ada. Kotak betadine mana sih?" Anak itu membuka lemari dan mencari betadine. " Ah, ketemu!"
Zafqi bangun dan lansung melihat kearah objek yang menganggu tidur siangnya. "Berisik banget sih lu?" keluh Zafqi.
"Astaga..!" gadis itu kaget.
"Kenapa wajah lo kayak ngeliat setan gitu, gue ini orang ganteng!" Zafqi mulai berbicara dengan pedenya. Dahi gadis itu berkerut dan wajahnya berganti heran.
"Pede banget sih lo. Maaf gue gak sengaja menggangu lo. Gue cuma mau cari betadine" gadis itu berujar sambil mengobati luka ditangannya.
Zafqi memperhatikan gadis itu. "Itu tangan lo kenapa?"
"Dasar kepo".
"Eh, gue tanya lo baik-baik jawab lo kayak gitu."
Pintu terbuka lagi. Ternyata Bu Yuli yang datang. "Anin, akhirnya kamu sekolah lagi. Kamu udah masuk kelas?".
"Belum Bu, tadi saya dari ruang kepala sekolah dulu. Pas mau balik saya kepeleset. Tangan jadi luka gini." Anin menjelaskan dengan sopan. "Daritadi kek lo jawab. Dan asal lo tau gue orangnya gak kepo." cibir Zafqi. "Kok kamu disini Zaf?" celetuk Bu Yuli.
"Oh, tadi saya sedikit pusing Bu. Sekarang udah tambah pusing lagi karena diganggu sama dia." Zafqi melirik kesal kearah gadis itu.
"Apaan sih.."
"Iya, lu ganggu gue."
"Sudah cukup, Zafqi kamu kembali ke kelas sekarang juga" Bu Yuli menengahi mereka. Zafqi berjalan kembali ke kelas sambil kesal. 'Itu cewek ngeselin banget. Tapi manis sih..' Seperti tersadar dengan pikirannya tadi, ia kembali bergumam dengan kesal.
"Manis tapi pemarah kayak singa PMS! Ya Tuhan..jauhkan lah hamba mu yang tampan ini dari wanita pemarah. Terutama yang seperti Bu Mirna. Aamiin.."
"Siapa yang kamu bilang pemarah Zafqi?!" Bu Mirna berkacak pinggang di belakang Zafqi. 'Mampus gue! Ratu singanya kok bisa disini.' Bu Mirna melotot tajam ke arah Zafqi.
"Bukan siapa-siapa kok Bu. Saya ke kelas dulu, bye Bu Mirna yang cantiknya kayak Syahrini.." Zafqi lansung lari dengan cepat.
"Zafqiii! Kembali kamuuu!"
Haii..ini cerita pertama gue di wattpad. Dan gue masih belajar membuat cerita yang bagus. Kasih komen dan sarannya yaa..
YOU ARE READING
Our time!
Teen FictionSetelah sekian lama cuti sekolah, Anin kembali ke sekolahnya. Memang kenangan tentang sekolahnya tidak begitu menyenangkan tapi, orang itu mulai membuat semuanya berubah perlahan. Walaupun peristiwa masa lalu yang menyakitkan itu mulai terlihat titi...
