prolog

44 1 0
                                        

di malam yang sunyi, seorang ibu berlari menjauhi desa yang iya tinggali bersama keluarganya. ia terus berlari membawa bayinya yang terus ia peluk dengan erat.
"akan ku cari ia pada saat berumur 17 tahun!"
seorang pria berteriak dengan kencang memperingatkan si ibu. sang ibu terus berlari penuh dengan darah segar yang terus bercucuran dari wajahnya. ia mulai lelah dan banyak kehabisan darah, dan ia juga sadar bahwa sebentarlagi dia akan menemui ajalnya. tapi sebelum itu terjadi, ia harus menitipkan anaknya kepada seseorang. lalu ia melihat sebuah mobil tua tengah berhenti di jalanan karna mogok. tak ada pilihan lagi, dia harus menitipkan bayinya ke pada si pemilik mobil itu sebelum pria itu yang menemukan anaknya lebih dulu.
"permisi pak.."
"ya ada ap-" si pemilik mobil itu terkejut setelah melihat ada seorang wanita berkeliaran tengah malam bersama anaknya yang masih bayi dan di tambah lagi sang ibu bercucuran darah
"pak.. dengarkan saya. mohon bantu saya, saya mohon bapak mau menjaga anak saya.. "
ibu itu memberikan bayinya pada si pemilik mobil. pemilik mobil yang tidak tau apa apa hanya bisa menerima walau terpaksa, karena melihat kodisi si ibu yang tak mungkin mengurus seorang bayi lagi. "trimakasih pak.. trimakasih" dia bertrimakasih lalu pergi ke arah semak semak. sesekali si pemilik mobil memanggil sang ibu, tapi sang ibu tak menghiraukannya. ia terus berjalan dan akhirnya tak terlihat lagi. si pemilik mobil itupun menyadari bahwa yang ada di balik semak semak itu adalah tebing yang mengarah ke laut. alhasil si pemilik mobil itu berteriak mencari sang ibu, namun tak ada jawaban.

red roseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang