Enjoy reading:)
~~~~~~~~~~~~~~
Desyca's P.O.V
"Desyca.... Lo tolong bawa buku paket ipa sendiri ke perpus ya. Soalnya gue kebelet pipis nihh ya.. Please..." Nayla, sekaligus sahabat karibku memohon dengan mata puppy eyes nya
"Sini bukunya. Dahh sono lo ke toilet aja daripada lo ngompol disini kan gak lucu" Nayla menyerahkan buku paket ipa kepadaku mana bisa nolak aku kalo dia udah masang puppy eyesnya
"Huanjritt gimana gue bisa jalan kalo nih buku nutupin muka gue" aku mendumal sendiri
Perkenalan sedikit tentangku, nama lengkapku adalah Desyca Olivia Putri. Aku cukup pintar di sekolahku. Tapi salah kalau bilang Aku seorang 'nerd'. Jangan salah, karena keramahanku, aku punya banyak teman.
Oke, kembali ke cerita
"Duhh ilahh berat amat dah" bener dah, bayangin aja 20 buku paket ipa yang tebalnya sampe 500 halaman.
Bruukk!!
"Anjritt!!" Buku buku yang ada di tanganku terjatuh
"Ehh.. Elo tuh kalo jalan pake mata!!" omel orang yang menabrak. Dih, bukannya bantuin ngerapihin malah ngomel ngomel gak jelas. Dan ternyata yang ditabrak adalah Verrel Ardiansyah.
"Mampuss gue. Oke, keep calm, ca"
Ya, Verrel Ardiansyah. Kalau pertama kali melihat , sudah pasti mengira dia anak baik baik. Karena mukanya nggak ada tampang kriminalnya, justru emm.. , Tampan. Tapi kalo udah kenal, orang aja mikir dua kali buat berhadapan sama dia. Kenakalan dan Kejahilannya itu loh. Badboy gitu.
"Kenapa lo, lo bukannya bantuin gue rapihin nih buku, malah ngomel. Ini kan salah lo!" aku menatap matanya yang setajam elang
"Trus, lo nganggep gue yang salah?!" dia malah balik menatap ku
"Iya" "udah deh gue mau ke perpus mau ngembaliin buku" aku segera ke perpus karena tak mau cari masalah. Cari masalah sama Verrel? Itu namanya Kau.cari.mati.
"Hey!! Ingat, masalah ini belum selesai!!" kutengok ke belakang, benar saja Verrel sedang menatapku yang sedang menjauh
"Huhh cepet cepet deh ngembaliin buku ini ke perpus" batinku
~~~~~~~~~~~~~~~~
"Woy ca, lo kok keringet dingin gitu, habis liat setan?" tanya Nayla ketika aku sudah sampai di meja kantin
"Eh bagi minum dong" aku langsung meneguk segelas jus jeruk yang ada di meja
Pletaakk
"Ehh, ini minum gua ngapa lu abisin, oyott!!" Nayla menjitak kepalaku
"Aduhh! Kan gue haus, Nayla ku sayangg" jawabku
"Dihh najiss. Gue masih normal kali. Oh ya lo tadi kenapa keringet dingin gitu?" Nayla dengan wajah penasarannya. Duh apa aku harus cerita ya? Cerita aja deh.
"Lo tau tadi pas gue mau balikin buku ke perpus, gue nabrak orang. Dan lo tau siapa yang gue tabrak? Verrel Nay, Verrel"
"Whatttt!!!!"
"Iya, mana pas gue mau menghindar dari marahnya dia, dia malah bilang 'ingat, masalahnya belum selesai' gitu"
"Wah itu mah lo jadi target dia selanjutnya" jawab Nayla
"Target? Maksud lo?" tanyaku. Aku tak mengerti apa yang dimaksud oleh Nayla.
"Iya target, target kejahilannya. Lo mesti hati hati Ca" jelas Nayla
Jadi, bukan hanya terkenal badboy. Verrel terkenal juga playboy kelas kakap.
"Apa?!! Gak, gak mungkin. Lo pasti bercanda kan?!!" ucapku diakhiri tanda tanya diikuti dua tanda pentung di belakangnya.
"Ya, itu sih cuma hipotesis gue aja sih. Tapi terserah lo mau percaya apa enggak" Nayla menaikan bahunya cuek
Kriiingg....
"Gue mau ke kelas. Udah bel masuk tuh. Gue gak mau telat ke kelas. Lo tau sendiri, sekarang pelajarannya pak Wasebawel killer itu." Nayla menarik lenganku ke kelas.
Tbc.
Vote and coments:)
YOU ARE READING
Dealing With Mr. Cassanova
Teen FictionDesyca Olivia Putri, seorang siswi kelas 11 SMA Merah Putih. Dan cukup berprestasi di sekolahnya. Namun, dia tidak cukup cerdas dalam urusan asmara. Apa jadinya jika ia justru 'ditaksir' pada seorang badboy yang playboy? Apakah mungkin jika Desyca m...
