Tentang Perasaan

146 16 0
                                        

Tiupan angin yang cukup kencang, menerbangkan daun kering yang telah gugur berjatuhan di lapangan itu. Sang mentari yang menampakkan senyum hangatnya menyapa pagi yang cerah. Aku berjalan menulusuri lapangan luas menuju kelasku. Kuperhatikan 'dia' yang sedang berjalan dari arah berlawanan. Perasaan yang berkecambuk ini selalu memberontak ketika berpapasan dengannya. Apalagi dengan tidak sengaja ia menatap ku dengan dalam dan senyuman yang menghangatkan. Ya, 'dia' adalah sosok dambaan hati yang tak kunjung kumiliki, sudah 2 tahun ku menyukainya bahkan mencintainya. Ya kita memang dekat, bahkan sangat dekat membuat orang disekitar kita iri melihat kedekatan kita. Aku menyukaimu sejak lama, aku menyukai cara bicara mu kepadaku, aku menyukaimu ketika kau menyikapi masalah, aku menyukaimu ketika kau selalu ada untukku, aku menyukai segalanya darimu. Hati ini selalu berdegub ketika aku berada di dekatmu. Rasa yang hadir begitu saja saat pertama kali melihatmu. Perasaan nyaman ketika berada didekatmu. Aku ingin memelukmu setiap saat, aku ingin selalu bersamamu. Tapi takdir berkata lain, aku tak bisa bersamamu. Aku merasa terpukul akan hal itu. Aku selalu mencoba untuk pergi darinya, selalu berusaha menghapus bayangnya. Tapi usahaku selalu gagal. Kenapa? Salahkah aku dengan perasaan ini? Aku selalu berharap agar perasaan ini hilang, tapi yang kudapati adalah perasaan ini semakin menggebu menjadi-jadi ketika aku bersamanya.

-Jane-

Heart, Mind, And LifeStories to obsess over. Discover now