At Least I Fucking Tried

493 55 344
                                        

Event OS Wpe_surd
♛♛♛

Kita spesies lelaki menyukai para spesies wanita karena terbisa, terbiasa mengobrol, terbiasa saling menatap, dan terbiasa bertukar kancut hingga memakainya di kepala. Gue berbicara mengenai spesies wanita, bukan waria.

Untuk yang terbiasa menyukai spesies wanita karena terpaksa, berarti lo gak pantes buat bertukar kancut dengan mereka.
●●●

Perkenalkan, gue Radiel Latief. Gue salah satu pengguna Facebook dan suka mengirim chat kepada semua spesies wanita.

Ini kisah gue.

Berawal dari mengirim chat hingga akhirnya mengenal Sarah Ditha atau biasa gue panggil Rara.

Gue mengenalnya baru beberapa hari dari media jejaring sosial, Facebook. Entahlah.. Tapi gue benar-benar telah mem-vonis perasaan yang gue rasakan adalah sebuah perasaan nyaman terhadapnya. Semoga ini bukan perasaan yang mudah berlalu seperti darah yang menempel di kancut nenek gue.

"Lo kelas berapa Diel ?." Balasnya, di kolom chat.

"Gue kelas 2 SMP Ra, lo kelas berapa ?."
"Gue kelas 3 SMP, hehe.."

Perkenalan yang cukup singkat dengan Sarah Ditha atau biasa dia memaksa gue untuk memanggilnya Rara, ia adalah salah satu perempuan yang gue kenal dari Facebook. Semoga saja dia bukan perempuan jadi-jadian yang ingin menipu gue agar dapat melucuti isi dari kancut yang gue pakai seperti para penjahat yang marak di beritakan televisi.

Rara, kau mengalihkan mata.. kaki-ku. Gumam gue, dalam hati.

"Udah malem nih, gue tidur duluan ya Diel." Ketiknya.

"Oh, okeh.. Gnight ya.." Balas gue, sambil melepaskan jari telunjuk kiri dari dalam pusar gue.

"Good night too Diel."
●●●

Esoknya.

Hari ini gue sedang duduk manis di dalam kelas sambil memasang wajah tukang bensin eceran yang polos, agar gak dapat pertanyaan dari Pak Edo selaku guru Matematika gue.

Gue sangat takut dengan Pak Edo, dia galak, suka marah-marah di kelas, dan suka memukul anak murid dengan.. dengkul kakinya.

Pak Edo berperawakan tinggi, besar, dan wajah seram persis seperti kulit dengkul Ahmad Dhani. 2 Jam berjalan alot saat pelajarannya, gue hampir kencing di celana bokap saat pelajaran Pak Edo berlangsung.

Hingga Akhirnya, KRIINNGG.. Bell istirahatpun berkumandang, menyelamatkan mata kaki gue dari cambukan Pak Edo yang kapan saja dapat menimpa gue. Pak Edo keluar dari kelas, teman sekelas gue-pun keluar kelas, dan gue juga keluar kelas lalu sujud syukur. Gue melangkah menuju kantin dengan elegan, memasukan kedua telapak tangan ke kantung.. Baju seragam sebelah kiri. Oke gak gitu. Itu aneh.

"Radiel.." Panggil Fitri, dari arah belakang saat gue hampir sampai di kantin.

Gue menoleh cepat ke arahnya hingga membuat tali kutang yang gue pakai hampir lepas. "Iyah, Apa Pit?." Tanya gue, sambil menghentikan langkah.

Fitri atau biasa gue panggil Pite adalah siswi dari kelas sebelah yang terkenal sering mengupil dengan jari kaki saat di dalam kelas. Gak, gak.. Gak gitu, dia cantik dan baik hati.

"Mau ke kantin yah ?." Tanyanya, sambil berjalan mendekati gue.

"Gak, gue mau ke polsek. Nyerahin diri." Jawab gue, asal. "Ya ke kantin laaaaah.." Lanjut gue, membenarkan.

A.L.I.F.T (OS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang