THE GIRL

66 4 3
                                        


"kenalkan. dia Kanae Hanamori, ehm-- pa-pacarku." 

ucapan Akaya yang sedikit terbata cukup membuat seluruh tim reguler inti Tenis Rikkai terdiam. mungkin jelasnya terkejut. Apalagi ketika mereka benar-benar melihat gadis cantik berambut lurus sebahu yang juga tersipu malu berdiri di samping Akaya setelah tadi sempat membungkukan tubuhnya tanda perkenalan. wajah Akaya juga tampak memerah. lelaki itu menggaruk rambut ikal rumput lautnya, jelas jika ia tidak bisa menyembunyikan sikap gugupnya. 

"se--"

akhirnya terdengar respon suara setelah suasana sempat hening beberapa saat. "SERIUS???!!!" suara Niou akhirnya membesar dengan mata melotot tidak percaya. "Apa ini ilusi? apa ini hanya trikmu untuk mengalahkan para sempai-mu, Akaya?" Niou tidak bisa berhenti bertanya. ia menatap gadis disamping Akaya itu dengan seksama, seakan ia yakin jika yang ia lihat sekarang itu hanya sebatas ilusi.

"Akaya bukan seorang trickster sepertimu, Niou." Yagyu mencoba membenarkan kesalahpahaman Niou. 

"bergaya sok keren sambil berkata 'puri' itu bukan gayaku, niou-sempai." ucap Akaya memasang ekspresi polos. Niou mencibir, setelah ia pikir tidak mungkin dugaannya itu tepat. pasti dia tidak akan tinggal diam jika Akaya benar-benar bisa melakukan trick sepertinya.

"heh~~ serius, aku tidak pernah menyangka iblis lapangan sepertimu bisa tahu cinta juga." Jackal yang sejak tadi memasang ekspresi terkejutnya akhirnya mengucapkan sesuatu.

"padahal persentasemu memiliki kekasih itu sekitar 57%." Yanagi ikut menyahut.

"ayolah. Apa aku terlihat berpura-pura. Aku sengaja mengenalkan dia dengan kalian karena mungkin aku akan terlihat selalu bersamanya nanti. daripada kalian mempertanyakan siapa dia nantinya. ayo, Kanae~ perkenalkan dirimu lebih jelas lagi." Akaya menatap gadis yang sejak tadi tampak menunduk malu-malu.

"e-eh? o-oke." gadis itu tampak gugup ketika Akaya menyenggol pelan lengannya.

"perkenalkan, namaku Kanae Hinamori. a-aku kekasih... dari... Akaya." wajah Kanae--nama gadis itu-- kembali memerah ketika mengucapkan kalimat terakhir. wajah Akaya juga ikut memerah melihat reaksi Kanae.

"ya astaga. aku bingung kenapa kalian saling malu-malu." Niou menatap reaksi kedua pasangan itu dengan bosan.

"ah-ah! aku tidak malu-malu! oke, aku akan mengenalkan mereka padamu." Akaya langsung merubah airmukanya meskipun ekspresi gugupnya masih terlihat.

"jadi kita akan memperkenalkan diri satu persa-"

"lelaki yang berambut putih itu namanya Masaharu Niou, lalu yg bermata sipit itu Yanagi Renji, yang memakai kacamata itu Yagyu Hiroshi, yang berambut merah itu Marui Bunta dan yang berkepala plontos itu Jackal Kuwahara. mereka semua kelas 3. lalu dua lagi adalah buchou dan fuku-buchou, saat ini mereka tidak ada di ruangan ini." Akaya memotong ucapan Yagyu dan langsung memperkenalkan para anggota Rikkai yang memang berada di ruang ganti tim Tenis.

semuanya menahan tawa ketika melihat ekspresi Yagyu ketika Akaya memotong ucapannya.

"su-sudah jelaskan? kalian sudah mengenal Kanae. dan mungkin ini waktunya aku dan Kanae untuk singgah ketempat lain." 

"singgah? apa maksudmu ketempat sepi untuk bermesraan?" Yagyu menatap tajam Akaya dari balik lensa kacamatanya.

"95% hal itu akan terjadi." Yanagi mengangguk menyetujui ucapan Yagyu. dan saat itu juga Akaya mati-matian membela diri sendiri jika ia tidak akan melakukan hal-seperti-itu-dengan-cepat.

disaat Akaya dan yang lainnya tengah sibuk berbicara dengan suara keras Akaya yang mendominasi, Kanae memperhatikan sekeliling. saat itu juga gadis bermata hazel itu menyadari sosok lain yang sedari tadi tidak bersuara dan hanya diam. lelaki berwajah cukup tampan dengan rambut merahnya. Kanae menatap lelaki itu. bukan, bukan karena ia mereka terpikat atau apapun.

tapi lelaki itu juga sejak tadi terus menatap tajam kearah Kanae. Yang Kanae tahu lelaki itu bernama Bunta. 

kanae mencoba tersenyum merespon tatapan Bunta. tapi Bunta tidak segera merespon gadis itu, hingga akhirnya ia tersenyum, meskipun Kanae sadar lelaki itu terlihat terpaksa menarik bibirnya.


"ah sudahlah! terserah jika kalian berpikir apapun! ayo Kanae!" Akaya menggenggam tangan Kanae dan dengan gerakan cepat menarik gadis itu untuk pergi bersamanya keluar dari ruang ganti. tidak mempedulikan tawa dan siulan menggoda yang entah dikeluarkan oleh siapa.


tbc

ANOTHER BOYWhere stories live. Discover now