Kopi

642 58 7
                                        

Terlihat sepasang kekasih berperawakan sesama lelaki sedang berjalan beriringan menuju SMA Deucalion. Hening sesaat, sebelum akhirnya seorang uke berambut pirang pucat bermata biru tosca berbicara untuk memecah kesunyian di pagi hari.

"Orenji."
"Hm?"
"Aku punya tebak-tebakan, aku yakin kau takkan bisa menerka jawabannya!" seru si uke pirang pucat bernama Slaine Troyard.

"Apa itu?"
"Kopi... Kopi apa yang pahit?" tanya Slaine.
"Semua kopi pada dasarnya memang pahit, Koumori."
"Salah!"
"Kopi tanpa gula?"
"Salah!"
"Hm..." Inaho pun mulai menggerakkan kinerja otaknya untuk berpikir.
"Kopi hitam?"
"Salah!"
"Kopi kapal api mix?"
"Salah! Dan kopi apa itu kapal api mix? Jangan bawa-bawa dagangan author kesini, Orenji!" seru Slaine cemburu sambil melempar skrip naskah kearah pepohonan besar didekat taman. SLAP! "Ittai.."

Abaikan pohon itu.

"Kopi tanpa pemanis?"
"Salah! Itu sama saja dengan kopi tanpa gula. Cari jawaban yang lain dong!" seru Slaine.

"Fuck."
"Kita sedang membicarakan soal Kopi, bukan soal Fuck."
"I wanna fuck you in morning Sunday." bisik Inaho sexy ditelinga si uke, yang sukses membuat pemilik telinga berwajah merah padam.

"O-Orenji!" seru Slaine malu.
"Hm."
"J-Jadi, Orenji sudah menyerah?" tanya Slaine yang berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Hm."
"Orenji!"
"Ya, aku menyerah."
"Mau tahu jawabannya, Orenji?"
"Apa?"
"Kopilih dia daripada aku."
"..."
"..."
"Kopi tanpa gula, sepahit cintaku padamu."

Inaho merona tipis. Ia berdehem pelan dan mempercepat langkahnya kearah gerbang SMA Deucalion.

"I really wanna fuck, Koumori."

"E-EEHH!? O-ORENJI CHOTTO MATTE!!"

*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*

Jam berdentang, tanda bahwa pelajaran telah usai dan waktunya para siswa-siswa SMA Deucalion untuk kembali kerumah masing-masing.

Mari kita kembali kepada dua sejoli yang berperan sebagai tokoh utama.

"Koumori."
"Ya?"
"Kau tahu, Kopi apa yang paling busuk di dunia ini?"

Slaine terdiam, mencoba mencari jawaban didalam otaknya.

"Kopi Luwak!"
"Bukan."
"Apa? Tapi kopi luwak kan berasal dari kotoran hewan loh, jadi benar seharusnya!" seru Slaine tidak mau kalah.
"Kau benar. Tapi, kopi itu juga termasuk salah satu kopi paling mahal dan enak di dunia." jelas Inaho, "Jadi jawabannya adalah Bukan."

"Kopi Luwak!"
"Aku bilang Bukan. Apa kau tidak mengerti bahasa manusia, hah?"

Slaine merengut, ia pun kembali berpikir.
"Engg... Kopi..."
"..."
"Kopi basi!"
"Bukan."
"Kopi expired!"
"Bukan."
"Kopi yang dikencingi oleh tikus!"
"SALAH BESAR!"
"EEH!? Aku serius pernah melihatnya saat menonton acara reality show aneh ditelevisi."
"Hm, tapi jawabanmu tetap saja salah, Koumori."
"JADI APA JAWABANNYA, ORENJI! BERHENTILAH BERTINGKAH SOK COOL DIHADAPAN PARA READERS!!"
"JAWABANMU TETAP SALAH, DAN APA HUBUNGANNYA DENGAN PARA READERS?"
"YA JADI APA JAWABANNYA, KUSORENJI!?" teriak Slaine dengan sepenuh hati.
"..."
"..."
"..."
"..."

"Gomen, Orenji. Aku menyerah, jadi... apa jawabannya?"
"Kopijak tai di tepi jalan." ujar Inaho sambil menghentikan langkahnya saat akan mendekati rumah Slaine yang tinggal 3 blok lagi.
"Hah?"

Inaho melirik kearah kaki kanan Slaine.
Slaine pun ikut melirik dan dengan polosnya mengangkat kaki kanannya yang beralasan sepatu pantofel hitam miliknya.

1..
2..
3..

"AAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHH!!"

Dan teriakan nyaring milik seorang Slaine Troyard pun membahana.

*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*
°
*

THE END

KopiStories to obsess over. Discover now