Revered Back; Heart Attack

265 12 1
                                        


Author pov

Matahari yang meninggi tanda bahwa hari mulai siang, namun lapangan sekolah SMA BINTARA masih di penuhi anak laki-laki yang menggeluti hobinya, bermain basket.

Berlatar bangku penonton di bawah pohon. Cakra nampak hanya berdiam mengamati permainan berlangsung dari jauh, merasa bosan dengan permainan tak serius teman-temanya Cakra mengalihkan pandanganya. Netra hitam cowok itu menangkap seluet seseorang yang mengendap-endap di koridor kelas XII IPA 1. Mata Cakra memicing pemuda itu hafal benar siapa pemilik seluet tersebut "Ranjana" gumam cakra lirih.

Ranjana Putri Gantari. Cewek pembuat onar yang mempunyai aura gelap seperti malaikat maut. Cewek itu sedang mengendap-endap di koridor kelasnya "sial! Udah masuk lagi" rutuk Jana pada diri sendiri. Kelasnya memang sudah dimulai 4 menit yang lalu, Jana bersembunyi di belakang pot besar yang berjarak 2 meter tepat di depan pintu kelasnya kepala Jana sedikit menyembul dari sisi pot untuk melihat ke dalam kelas, suasana kelas tampak sepi dan gurunya juga tidak ada di tempat 'mungkin belum datang' batinnya. Jana menghembuskan nafas lega

"RANJANA!" Jana terkesiap mendengar namanya dipanggil, apalagi suara orang yang memanggilnya amat di kenal Jana. Itu guru BK super duper killer yang sudah sering bertatap muka dengan Jana akibat ulahnya. 'tamatlah riwayatmu Jana' rutuk Jana dalam hati.

"Ngapain kamu di situ! Ayo cepat berdiri" Jana berdiri memunggungi guru itu, lalu berbalik untuk menghadap si guru "ngapain tadi kamu di situ, pake clingukan lagi!"

"Nyari tikus bu" jawab Jana sekenanya, guru itu melotot tak percaya pada Jana. Sekarang jana menyesal telah memberi jawaban bodoh yang sangat fatal baginya
"Oh ya? Sekarang sudah selesai nyari tikusnya?" Tanya guru itu yang di jawab anggukan oleh Jana.
"Kalau sudah sekarang ikut saya ke kelas, pertanggung jawabkan keterlambatan kamu" mendengar itu Jana meringis ngilu, kemalangan apa lagi yang akan di dapatkanya.

Dari jauh Cakra menyaksikan kejadian itu dalam diam, keningnya berkerut samar menerka-nerka apa yang akan terjadi pada cewek badung itu.

Di dalam kelas, guru BK yang bernama bu Erni itu menyuruh Jana untuk berdiri di sudut kelas namun teman-teman Jana menganggap hukuman itu terlalu ringan untuk di berikan kepada seorang Ranjana, satu kelas memang sudah sangat menantikan momentum seperti saat ini maka berbagai macam hukuman-pun berjatuhan dari mulut mereka, mereka semua berceloteh mengajukan hukuman yang paling layak untuk Jana kecuali satu cowok yang tampak sangat acuh di saat yang lain berlomba memperoleh kesempatan untuk mempermalukan seorang Ranjana namun ketika cowok itu membuka mulut dan mengatakan
"Suruh nyanyi aja bu! 1 lagu cukup buat 4 menit keterlambatanya" anak satu kelas yang tadinya ramai semuanya bungkam. Jana menatap nyalang pada cowok yang kini menjadi pusat perhatian karena usulnya itu. Bu Erni tampak berpikir "oke, Ranjana hukuman kamu kali ini menyanyi. Jadi silahkan laksanakan sekarang!!" Seru Bu Erni.

Jana menatap horor Bu Erni, cewek itu tidak menyangka kalu bu Erni menyetujui mala petaka yang akan menimpa kelasnya.

"Nggak! Saya nggak bisa nyanyi bu" tolak Jana sembari menggelengkan kepalanya kuat.

"Ranjana ibu tidak menerima penolakan! Cepat kamu laksanakan atau ibu suruh kamu belajar seharian di ruang BK" Jana bergidik ngeri mendengar ancaman bu Erni. Pasalnya ruang BK adalah sarang dedemit, sebut seluruh siswa SMA BINTARA. Meski sudah sering keluar masuk ruang tersebut namun tetap saja masih terasa mengerikan. Sehari berada di sana berarti siap menerima hujan introgasi dari para medusa.

Dengan sangat terpaksa jana menyanggupi hukuman yang diberikan, sebelum bernyanyi cewek itu menarik nafas dan menghembuskanya kuat.

Mulailah cewek itu menyanyikan lagu roker juga manusia dengan volume maksimal. Bak di hantam petir di siang bolong satu kelas menutup rapat telinga masing-masing menghalau masuknya suara yang memekakan telinga mereka.

Revered back; heart attackWhere stories live. Discover now