Perempuan itu menari-nari bagaikan percikan kembang api di malam pergantian tahun. Gaunnya mengembang mengikuti gerakan tubuhnya. Berputar-putar diatas balok es dingin dimalam natal, menghabiskan malam natalnya seorang diri dengan orang-orang asing di sekitarnya.
Tariannya berhenti, ia menepikan diri ke pinggir ring. Menggosok-gosok tangannya yang berlapis sarung tangan berwarna krem dan motif salju.
Perempuan blesteran Bali-Canada itu melihat ke sekelilingnya, melihat orang-orang yang ia tidak kenal.
Dengan perlahan ia meluncur dengan lihai, menuju pintu bertuliskan exit. Ia merentangkan tangannya, merasakan hembusan uap dingin dari balok es di bawah kaki nya.
Ashley melirik jam hitam yang melingkar di tangannya, jam menunjukan pukul 9:21 PM itu artinya ia sudah bermain ice skating selama 2 jam lebih.
Ia berjalan menuju basement, mengeluarkan kunci mobilnya dan menekan tombol untuk membuka pintu.
Ashley menghela nafasnya sedih, sedih melihat tidak ada notifikasi di handphone nya. Ia dan Arian memang sedang break. Break yang mendadak diminta Arian melalui pesan singkat.
Ashley tersenyum miris, mencoba menutupi rasa sakit yang hinggap di dadanya. Ia menghembuskan nafas panjang untuk yang kedua kalinya, mencoba mencerna semua kalimat Arian.
"Aku ada perjanjian, kita gaboleh chat atau telfonan selama seminggu. Gimana?"
"Sama aja kaya break kan?"
"Iya,jadi gimana?"
Ashley langsung berhenti memikirkannya, ia tidak mau mengingat kelanjutannya. Terlalu sakit untuk diingat.
Apa susahnya untuk bilang ingin putus? Kita ini sedang mempertahankan hubungan atau menunda perpisahan?
Ashley kini mulai membiasakan diri untuk tidak bergantung dengan Arian. Hubungan yang berjalan 1 bulan 21 hari ini terlalu cepat untuk mengalami masa break. Dan kini Ashley sudah berhenti, berhenti berharap bahwa Arian masih mencintainya.
DU LIEST GERADE
His lover(s)
JugendliteraturI probably will never be the reason you check your phone. And maybe I'm not the reason you smile for no reason. Or maybe i'm not the reason why you still awake this night. but for me, you are the reason of it all Ariansyah Malik.
