Prolog

400 9 0
                                        

Byuarrr...
Suara ombak yang bergemuruh menabrak karang besar di depannya. Pasit pun terbawa karena ombak yang menariknya. Matahari mulai tenggelam dalam lautan. Sungguh indahnya pandangan alam. Dan itu yang membuat kedua anak kecil itu betah berlama lama di pesisir pantai sambil bermain dengan pasirnya.
"Raka, bisakah kau mencetak dengan ember ini? Aku bosan dengan cetakan kepiting ini" kata gadis kecil itu.
"Memang kau mau buat apa Ralin?" tanya Raka pada Ralin.
"Aku mau membuat istana pasir untuk mu"
"Untuk ku? Kalau istananya untuk ku berarti aku seorang raj" tanya Raka kembali, Ralin mengangguk
"Lalu siapa yang menjadi ratu ku?" tanya Rafa.
"Tentu saja aku yang akan menjafi ratu mu" jawab Ralin dengan santai
"Benarkah? Selamanya tidak?" tanya Raka.
"Iya raka" lalu Raka pununjukan kelingkingnya tanda perjanjian
"Promise?" tanya Raka kembali
"Yeah, im promise" kata Ralin sambil mengikat kelingkingnya di kelingking Raka.
"Kita main ayunan disana yu" ajak Ralin
"Yukk,ah aku sama ralin main ayunan ya" pamitnya pada sang ibu " iya hati hati ya, jangan kana mana" lalu mereka pergi bermain ayunan.

Little LoveStories to obsess over. Discover now