"Mah, Glory berangkat ya !"
"Hati-hati"
"Siaaaappp"
Percakapan singkat yang terjadi antara aku dan Mama sebelum pergi menuju tempat favoritku, "Bulletproof Music Course"
"Makasih ya pak, Glory pulang jam 4"
"Iya neng"
Jawab pak Agus,supirku, singkat.
Aku berjalan di sepanjang koridor yang mulai gelap, aku sudah menyelesaikan les dan tinggal menunggu Pak Agus yang tak kunjung datang.
"Ory, mama ke rumah aunty Fira dulu, jadi pak Agus agak telat jemputnya ya"
Aku menghela nafas. Aku tau, "agak telat" bukanlah kata yang dapat dipercaya. "agak telat" ukuran mama sama dengan "sangat terlambat" atau bahkan "tidak dijemput".
Jika sudah begini, aku akan diantar guru Lesku lagi, Kak Doni.
Setengah jam berlalu. Aku ada di kantin sekarang. Menikmati makan "sore".
Aku kembali ke koridor dan duduk sambil mengotak-atik telephone genggam ber-casing gold.
Hari ini seperti biasa, aku harus mengalami kesusahan menghafalkan chord gitar karena nasibku adalah menjadi pemain gitar kidal.
Belajar chord dengan guru memang lebih enak karena ketika guru memainkan gitar, akan nampak seperti bercermin saja. Tetapi aku harus melatih tangan kiri untuk memetik gitar membentuk sebuah melodi.
Sudah beberapa kali aku mencoba belajar menggunakan tangan normal seperti gitaris biasanya, tetapi hasilnya nihil. Tak berhasil.
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, sudah 3 jam lebih aku menunggu. Ditengah penantian, aku menyelipkan sebuah keputusan disertai pertanyaan "Apa aku belajar drum aja ya ?" "Atau, piano?"
Beberapa saat aku termenung, seseorang datang dan duduk di sampingku "Permisi, ruang administrasinya dimana ya ?" Nada orang ini aneh, vokalnya sangat cepat. "Oh di sana, lurus aja, nanti ketemu sama kak Doni"
"Nah iya, mau ketemu sama itu, oke makasih"
Aku hanya mengangguk. "Who is he ?" batinku. Gaya berjalan pria atau lebih tepatnya "anak laki-laki" ini sedikit aneh. Semacam menantang dan..
Segala pikiranku tentang anak laki-laki tadi hilang ketika terdengar suara pak Agus memanggil.
ESTÁS LEYENDO
Guitarist
Romance"Disetiap petikan gitarnya, ternyata terdapat cinta yang ia berikan untukku. Hanya saja aku terlambat mengetahuinya dan itu membuat melodi cinta terhenti untuk waktu yang lama" - La Bela Gloria . . "Lagu yang kumainkan hanya untuknya. Tapi tak semu...
