Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

01. Pertemuan pertama

151 3 8
                                        

PRILLY POV

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah ditemani kedua sahabatku ini. Michelle dan Mila. Sekolah ini masih terlihat sepi, hanya terlihat beberapa murid saja yg sedang berada di locker mereka.

"Eh kalian ke kelas aja duluan, gue mau ke locker gue dulu. Mau ngambil buku" ucapku sambil memberhentikan langkahku.

"Oh oke, kita duluan ya Prill. Byee" ucap mereka berdua lalu berjalan terlebih dahulu menuju kelas. Aku berjalan mendekati locker yg bertuliskan "Prilly L." Siapa yg tak kenal denganku. Anak dari pemilik salah satu sekolah Internasional di Jakarta. Aku sekarang menduduki bangku kelas XII. Aku juga dikenal sebagai ketua genk yg beranggotakan Michelle, Mila, dan Aku. Hanya bertiga. Tidak berniat ingin menambah anggota walaupun banyak yg ngantri. Genk kami bernama The lova. Aku mengambil kunci lockerku didalam tas, lalu meraih 2 novel yg berada didalamnya. Salah satu hobi ku adalah membaca novel, tak jarang juga aku mengoleksinya. Aku menutup kembali lockerku. Berjalan sendirian menyusuri lorong sekolah sambil memeluk dua novel tersebut. Ternyata sekolah ini sudah ramai. Banyak murid-murid yg berdatangan. Kalau seperti ini aku tidak akan tenang!

"Hai Prilly .."

"Hai cantikk .."

"Jangan bareng yuk, mau nggk .."

Dan masih banyak lagi godaan dari semua murid disini. Maka dari itu, untuk menghindari godaan mereka aku memilih untuk melewati lorong yg sangat sepi. Maksudku lorong yg jarang dilewati banyak murid. Hanya sedikit saja yg melewati lorong ini. Mereka bilang lorong ini angker, padahal tidak sama sekali. Hanya saja design bangunannya yg terlihat kuno. Dinding yg bercat berwarna abu-abu dan lantai polos berwarna putih. Tidak ada seramnya kan?

Tiba-tiba aku terpental karena seseorang menabrakku hingga aku tersungkur ke lantai. Aku yakini seseorang ini pasti lebih besar dariku. Orang tersebut mengulurkan tangannya untuk membantuku. Aku mendongakkan kepalaku untuk menatap penabrak ini. Aku terpaku saat matanya tepat menatapku dimanik-manik mataku. Tatapan yg dalam. Bulu mata lentik, alis tebal, hidung mancung, mata hitam legam, dan bibir tipis melekat indah diwajahnya. Sorot matanya yg tajam namun terkesan lembut saat menatapku masih terasa asing untukku. Baru pertama kali aku melihatnya disini. Apakah dia murid baru?

"Maaf, aku nggk sengaja" ucapku menyadarkanku dari keterpakuanku.

"Oh iya, nggk papa kok" jawabku lalu menerima uluran tangannya untuk membantuku berdiri.

"Serius nggk papa? Pasti sakit banget kan" ucapnya lagi.

"Emm, nggk kok. Nggk papa. Santai aja kali .." ucapku lalu terkekeh kecil. Ia hanya tersenyum lembut meresponku. Senyumannya sangat indah, bahkan mengalahkan senyuman!

"Oh iya, lo murid baru? Kok gue baru lihat?" Tanyaku. Ia membaiki sebentar tas yg digendongnya hanya dibahu kanan lalu berucap,"Iya. Aku murid baru disini"

"Oh .. kenapa lo lewat lorong ini? Inikan lorong yg paling belakang"

"Tadi aku nyasar. Aku nggak tau jalan-jalan disekolah ini. Udh gitu gede banget lagi. Waktu pendaftaran mama aku yg dateng, bukan aku" jawabnya dengan senyuman.

Aku mengangguk lalu berucap,"Kenapa nggk lo sendiri aja yg daftar. Kayak anak mami tau nggk" ucapku dengan kekehan. Ia hanya tertawa kecil mendengar ucapanku.

"Aku baru sampe Indonesia tadi malem, itu juga udh larut banget"

"Emangnya lo pindahan darimana?"

"Dari Paris. Sebenarnya aku study disana. Cuman kata papa pindah aja ke Indo, sekalian jagain adek yg lagi sakit" jawabnya.

"Emang adek lo sakit apa?" Tanyaku lagi.

"Sambil jalan aja ya aku jelasin. Emm, bisa anterin aku ke ruang kepsek nggk?" Tanyanya balik. Aku mengangguk lalu berjalan beriringan dengannya menuju ruang kepsek.

"Adek lo sakit apaan? Tadi belom dijawab" ucapku.

"Adek gue sakit jantung!" jawabnya yg membuatku memberhentikan langkahku karena tertegun.

"Hey kenapa berhenti? Ayo jalan lagi. Ada yg aneh ya? Aku jawabnya jujur loh itu .." ucapnya lagi.

"Eh iya. Ayo jalan" ucapku lalu kembali berjalan disampingnya.

"Maaf ya gue udh bikin lo sedih ya. Gue nggk bermaksud gitu .." ucapku saat melihat ia menatap sesuatu dengan tatapan sendu.

"Nggk papa kok .. emang seharusnya aku jagain Elzya karena orang tuaku ada diluar negri ngurusin bisnis perusahaan disana. Jadi siapa lagi yg jagain selain aku? Kakak aku juga lagi kuliah, apalagi bentar lagi dia sarjana. Nggk bisa ngapa-ngapain kan aku waktu disuruh bonyok jagain. Yaudahlh .." jawabnya kembali tersenyum.

"Nih ruang kepseknya, gue ke kelas duluan ya, byee" ucapku ingin melangkah menjauhinya. Namun ia mencegat tanganku lalu berucap,"Tunggu dulu. Aku belum tau nama kamu"

Aku tersenyum lalu berucap, "Nama gue Prilly Latuconsina, panggil aja Prilly" ucapku sambil mengulurkan tangan.

"Aku Aliando Syarief. Panggil aja Ali" ucapnya sambil menjabat tanganku.

"Kamu kelas berapa?" Tanyanya.

"Kelas 12 kakak .." ucapku lalu bertawa kecil.

"Haha, santai aja jangan panggil kakak Prill. Aku juga kelas 12, sama kayak kamu. Tau deh masuk ruangan apa" ucapnya ikut tertawa.

"Kalo gue kelas 12 ruangan A, Li" ucapku.

"Siapa yg nanya? Hayooo" ucapnya sambil tertawa kecil. Aku ikut tertawa.

"Aaaa mommy, Ali jahatttt" rengekku.

"Eh Prill jangan nangis dong. Ntar aku dikira nakalin anak orang .." ucapnya panik.

"Mommy ..." rengekku lagi. Sebenarnya aku tidak menangis, hanya saja ingin mengerjainya.

"Aduh Prill. Aku janji deh besok aku bawain kamu boneka doraemon. Jangan nangis ya .." ucapnya.

"Serius? Lo tau dari mana kalo gue suka Doraemon?" Tanyaku sambil memberhentikan rengekanku.

"Ngarang doang. Emang beneran suka?"

"Iya .. bawain yaa" ucapku sambil menghentak-hentakan kakiku, tak peduli banyak murid yg memandangi kami.

"Iya iya, besok aku bawain .." ucapnya terdengar pasrah. Karena kesenangan aku tidak sadar bahwa aku memeluknya. Nyaman, sangat nyaman.

"Yeyyy, makasih Ali gantengg .." ucapku didalam pelukannya.

"Huh, muji orang waktu ada maunya!" Ketusnya. Aku melepaskan pelukan itu lalu berucap dengan kecewa,"Kalo nggk mau nggk papa kok Li .."

"Ape sih, nggk ush sok mellow deh kamu .. Aku ikhlas kok bawain buat kamu .. sekalian deh sama coklatnya, mau nggk .." ucapnya membujukku. Aku mengerucutkan bibirku sambil melipat kedua tanganku didepan dada.

"Prilly nggk mau. Ali jahat!" Rajukku.

"Loh kok Prilly gitu sih .. Ali janji deh .. Serius" ucap nya sambil menggapai pundakku.

"Nggk" tolakku sambil membuang muka.

"Maafin aku dong Prill .. Pliesss yaaa"

"Oke, tapi ada satu syarat" ucapku sambil menghadapnya.

"Apaan?"

"Beliin Prilly es krim pulang sekolah nanti" ucapku seperti anak kecil. Ia tertawa kecil lalu berucap,"Oke deh. Ali janji .."

"Yeyy, Ali baik deh. Makasih .."

"Iya .."

"Oh iya buruan masuk lo. Ntar telat. Gue ke kelas dulu an ya. Byee Alii .." ucapku lalu berjalan menuju kelasku.

________________

Yuhuuu, part pertama udh dipublish!!! Vomment vomment vomment!!! Part pertama emang rada-rada gaje yee .. wkwk. Huh, biasa lah. Penulis amatir! Btw, follow gue ye. Kalo nggk follow nggk kece-,-

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Feb 07, 2016 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Cinta Tanpa Kejujuran (Aliando-Prilly)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora