Prolog

40 4 0
                                        


Gadis itu menyunggingkan senyum sinisnya. Ia berjalan ke arah segerombolan perempuan sebay---lebih tua darinya. Baru beberapa langkah, ia merasakan sebuah tangan menahannya. Gadis itu menoleh dan mengerang kecil.

"Lo mau ngapain Ver?"

Yang ditanya hanya melotot

"Mau ke gerombolan senior itu dan bikin ulah?"

"Lo ngapain sih Syif, gue Cuma mau sedikit 'bercanda' sama mereka"

Syifa menggeleng

"Enggak. Cukup yang kemarin aja bercandanya Ver, ayo pulang"

Vera melepaskan tangan Syifa dan berlari ke arah gerombolan tadi.

"Hai kakak kakak cantik. Lagi ngomongin aku ya? Seru banget gosip nya. Ikutan boleh kali"ujar Vera sambil tersenyum licik

"Kamu adek kelas yang kemaren hina kita kan? Kamu ngapain disini? Kita lagi ngomongin bakti sosial kemarin"jawab salah satu diantara mereka. Nina.

Baksos, oh! Alimnya. Batin Vera

Begini, Jadi, seorang Lavera baru saja pengen 'gabung' sama sekelompok kakak kelas yang---maaf—nerd and freak. Mereka itu kakak kelas yang ngomongnya aku-kamu, kacamata tebel, rok panjang dan cardigan kuno, dan buku buku dengan rumus yang kau harap tak pernah kau temui itu. So, jelas aja kakak kelas itu agak kaget dengan kedatangan junior unyu nya itu.

"Aku mau ikutan main aja sama kakak. Boleh kan?"tanya Vera manis manis feses

Syifa tak habis pikir dengan sahabatnya, untuk apa Vera mengusik senior tak bersalah itu? Syifa segera menarik tangan Vera sebelum semuanya terlambat ._.

---

"Lo kenapa sih Ver?"tanya Syifa setelah mereka sampai di parkiran sekolah

"Harusnya tuh gue yang nanya. Lo kenapa?"

"Ngapain sih lo gangguin mereka? Mereka tuh gak salah apa apa."

"Emang gue ngapain mereka? Ih sorry ya, gue gak level kali sama mereka"

"VERAA!"

Vera menoleh dan mendapati Jingga berjalan ke arahnya. Siapa sih yang gak tau Jingga? Anak kelas 12 yang oh-sangat-perfect itu. Ganteng, kaya, gitaris band, dan kapten basket. Kayak ada aja yang dia gak punya. Oh iya! Ada deh. Vera. Dia gak bisa ambil hati Vera. Cewek yang gak jelas tujuan hidupnya itu.

"Ck. Kenapa?"tanya Vera malas sambil berkacak pinggang.

"Gapapa Ver. Cuma mau ajak bareng aja. Keliatannya kamu sen—"

"Ekhem ekhem."Syifa berdehem pelan

Jingga menoleh kikuk. Rupanya ia tak sadar ada Syifa disitu. Kalo boleh jujur, Syifa benciiii setengah mati sama Jingga. Apa coba maunya? Kang modus dengan muka yang ganteng ganteng jijay itu.

"Gue udah sama Syifa kok Jing. Duluan ya"ujar Vera sambil melambaikan tangannya lalu pergi dengan Syifa yang masih tertawa kecil.

Lalu tiba-tiba Nina datang menghampiri Jingga dengan malu malu. Jingga yang terlihat risih pun hendak pergi sebelum Nina berkata...

"Jingga, kata Bunda aku pulang nya bareng sama kamu"

Dan terdengarlah suara tawa Syifa dan Vera dari mobil sport yang kemudian pergi meninggalkan parkiran sekolah tersebut.


LaveranataCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang