Pinky Promise Bab 1 Bagian 1 (Pertemuan)
Gadis bermata sipit menarik nafas panjang untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Dia mengenakan pakaian seragam yang sangat rapih tidak kusut sedikitpun. Seragam sekolahnya benar-benar putih, bersih dan baru, tertancap kedalam roknya, sepatu sekolah baru berwarna hitam dan rambut indah bergaya buntut kuda. Semuanya begitu sempurna tidak ada kesalahan sedikitpun. Hanya poni yang sedikit kusut tertiup angin.
Gadis berponi itu membawa tas dan berjalan menyusuri gedung kelas. Dikoridor terlihat banyak murid mengobrol dan bersenang-senang. Teriakan bercampur dengan tawa bahagia. Gadis itu tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan, yang dia tahu bahwa semua orang bahagia bisa bertemu lagi. Ini adalah awal semester baru. Sudah lama tidak bertemu sehingga banyak cerita yang akan dibicarakan tanpa henti. Membuat dirinya curiga tentang hal yang tidak bisa dibicarakan pada seseorang seperti dirinya.
Dia adalah murid baru disekolah ini, walaupun dia berjalan cepat, tapi dia butuh waktu yang lama untuk menemukan kelasnya, kemudian dia berhenti di sebuah ruang kelas yang bertuliskan Kelas 10 Ruang 1, dia berencana untuk menempati sebuah kursi tapi gagal karena hampir semua kursi sudah ada pemiliknya. Dia juga berjalan dengan sedikit malu saat memasuki ruang kelasnya. Dia berusaha mencari kursi kosong untuk menyimpan tas di sebuah meja baris ke tiga yang terlihat masih kosong.
"Maaf. Kursinya uda ada yang isi"
Murid baru itu melihat kearah suara. Seorang gadis berkaca mata melihatnya dengan wajah tenang.
Murid baru itu tersenyum malu, dia mulai memeluk tasnya.
"Hei kamu" murid baru mendengar suara yang memanggil dirinya. Dia memutar kepalanya dan mencari sumber suara. Dilihatnya seorang gadis bermata besar yang memanggilnya barusan.
"kamu bisa duduk disini, disini kosong" gadis itu berkata sambil memukul ringan meja dengan tangan kanannya yang menandakan kursi tersebut kosong. Murid baru merasa bahagia dan tersenyum lebar sehingga membuat matanya ikut tersenyum, di taruh tasnya kemudian duduk.
"Hai aku Noon, nama kamu siapa?" Gadis baik itu mulai berbicara kepada murid baru.
"aku Prao." Murid baru menjawab singkat dengan suara yang semangat.
" hai Prao, senang kenal kamu" Noon menyapa dengan senyum di wajah.
" Hai Noon. Senang kenal kamu juga" Jawab Prao.
" Kenalin aku juga donk" Kata Seorang gadis dibelakang Prao.
"kamu nggak punya mulut?" Jawab Noon sambil tertawa. "Prao ini Gook"
"Hai Gook" Prao melambaikan tangannya dengan perlahan dan tersenyum kepada Gook kemudian mendengarkan cerita panjang tentang dirinya bertemu dengan Noon sejak Kelas 7 smpai 9, kemudian dia merasa bosan dan memutuskan untuk berganti teman sebangku. Dia juga memperingatkan Prao bahwa Noon adalah gadis gila dan benar-benar ceroboh.
Prao tertawa saat melihat Noon mencoba memukul kepala Gook, kemudian Prao mengambil tas dan mengeluarkan buku serta tempat pensil dan menaruhnya diatas meja.
"Kitty!" Noon membuka matanya makin lebar dan berbicara dengan semangat sampai Prao tidak bisa menahan.
"Kenapa?"
"Jarang ada yang pake alat tulis Kitty"
"aneh ya?" Pemilik alat tulis Kitty itu bertanya dengan pelan seperti hilang percaya diri saat menjawab pertanyaan tersebut.
"itu lucu banget" Jawab Noon sambil mengeluarkan tempat pensil bergambar Mumin, sebuah karakter mirip kudanil yang tidak punya mulut ke atas meja.
"Kamu suka Mumin?"
"Ia" Jawab Noon sambil melanjutkan "Ada yang bilang klo mukanya itu mirip sama mukaku" Noon membuka matanya lebih lebar dan memasang muka bingung seperti Mumin. Prao tertawa kemudian dia menyadari bahwa Mumin tidak mempunyai mulut sama seperti Kitty.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pinky promise
Teen FictionIni adalah terjemahan dari Novel Pinky Promise sebagai latar belakang kisah Dao dan Koi di serial Hormones Terima Kasih kepada campzzz.com atas terjemahan bahasa Inggrisnya. Mari kita beritahu dunia tentang kisah ini. Just for fun Tanpa maksud apapu...
