"Son...it's...it's really you" kata Richard, kepada anaknya yang telah menghilang selama beratus tahun.
"Dad, how did you manage to find me?" Alex bertanya kepadanya.
"I'm gonna tell you all I've done to find you, before that can I have a seat?"
Dimulailah kisah pencarian epic oleh seorang ayah yang rela mempertaruhkan nyawa demi anak satu satunya.
Berlatar pada tahun 2098 disebuah tempat yang dingin dan penuh dengan orang. Tangisan, dan ketakutan menyelimuti seluruh ruangan itu. Richard, Alex, dan Angel nyaris dimusnahkan oleh ledakan nuklir yang menghancurkan seluruh kota tempat tinggal mereka. Kini mereka tinggal di suatu Vault yang terletak 100 meter dibawah tanah. Cukup aman, tapi tidak cukup nyaman. Mereka mengikuti semua prosedur yang dikatakan oleh Overseer Vault 111. Tidak lama setelah itu, mereka disuruh masuk ke dalam Life Preserving Pod, dengan alasan agar bisa meningkatkan kenyamanan tinggal di dalam Vault. Pod mereka saling berhadapan, Richard di Podnya sendiri, Alex yang dipeluk oleh Angel berada di dalam Pod yang berhadapan dengan Richard. Pintu ditutup, dan proses pembekuan pun dimulai. Semuanya menjadi gelap, perlahan nafas Richard pun menjadi pelan, dan berhenti. Terasa seperti sedang tidur lalu dibangunkan, Richard melihat ada 3 orang di depan Pod Angel dan Alex. Seseorang yang berbaju Hazmat membuka Pod Angel dan Alex, tetapi Pod Richard tidak terbuka. Angel sadar.
"Where am I?"
"You're still in Vault 111 ma'am. You're safe. Hand over the boy ma'am"
"No, I got him!"
Karena tidak mendapatkan Alex dengan cara yang subtle, seseorang yang berpakaian seperti preman menodongkan pistol ke Angel, lalu menembaknya 3 kali di dadanya. Richard seperti ingin berteriak namun tidak bisa. Preman tersebut menatap Richard yang masih berada di dalam Podnya.
"This one must live to see it all"
"Teagan, let's go! Before someone showed up"
Pod Richard kembali membeku, dia menutupkan mata dan napasnya kembali menjadi pelan. Dia tertidur lagi.
Seperti dibangunkan lagi, ia melihat bahwa es di Podnya sudah mulai mencair dan kemudian pintu terbuka. Dia mendekati Pod Angel yang pada saat itu masih dalam keadaan tertutup. Dia menekan switch yang ada di sebelah Pod Angel. Pintu Pod pun terbuka.
"Angel, I promise you...I promise I will avenge you and I will get Alex back" kata Richard kepada Angel yang sudah tak bernyawa. Seperti mimpi, dia melihat orang orang di dalam Pod yang terletak bersebelahan dengannya sudah tak bernyawa.
"G-God...is th-this really hap-pening"
Dia berjalan mencari jalan keluar dari Vault 111 dengan mengikuti denah yang terletak di samping pintu besar yang membatasi ruangan Cryo dan ruangan lain di Vault 111. Sesampainya di ruang Overseer.
"Oh God, Angel's dead, and now a big roach is in front of me" dia berbicara seraya melihat kecoa sebesar bayi manusia sedang merayap, memakan bangkai manusia. Dia melihat ada pistol 10mm di meja Overseer dan beberapa peluru. Dia segera mengambilnya, mereload kemudian menembakkan pistolnya ke kepala kecoa raksasa tersebut.
"Is...is th-there more of 'em"
Dia mengikuti jalan yang cukup gelap karena lampu disekitarnya telah padam. Dia melihat di lantai ada sebuah kerangka yang di tangannya ada sebuah alat.
"PipBoy huh. Let's see what this does" dia berkata sambil memasang alat itu di tangan kirinya. Dia mendekati panel kontrol. Dia menemukan sebuah lubang kunci yang aneh, berbentuk segi lima. Kemudian dia menyadari di bagian belakang PipBoy terdapat sebuah kabel pendek yang ujungnya berbentuk segi lima. Dia kemudian memasukkannya kedalam lubang itu. Sebuah tombol muncul di panel kontrol sebelah. Dia menekannya dan Voila! pintu utama Vault 111 pun terbuka.
"Finally, I can get out of this stinking hellhole"
Dia menaiki lift yang terletak persis di depan pintu utama. Semua menjadi gelap, kemudian sinar yang sangat terang menyelimuti seluruh lantai lift tersebut. Lift tersebut berhenti persis di atas tanah kotanya. Ya, kota Wealthy, ironis, karena kota tersebut sudah tidak kelihatan Wealthy seperti dulu karena rumah, gedung pencakar langit, bahkan mobil mobil pun sudah hancur akibat nuklir yang meledak beberapa tahun lalu. Dia melihat PipBoynya.
"Let's see here...WHAT...THE...it's...did I...." seperti melihat hantu, dia tidak percaya bahwa sekarang sudah tahun 2200. Dia terperangkap di dalam Vault tersebut selama 102 tahun. Umurnya secara historically sekarang 140, namun dia masih terlihat seperti umur biologisnya, 37 tahun.
"January 27th, 2200. I'm 38 years old now" dia berbicara seakan dia hanya tinggal di dalam situ selama setahun.
-TO BE CONTINUED-
ANDA SEDANG MEMBACA
The Kidnapped Child
Fiksyen SainsA Father, looking for his son in a wasteland full of horrible creatures
