Orang bilang, masa SMA itu indah.
Namun aku tidak merasa begitu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Namaku Nozomi Misao. Teman temanku sering memanggilku dengan sebutan Misa-chan. Aku duduk di bangku SMA Putri Chiyoda Gakuen. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta karena disekolahku tidak ada pria. Aku selalu membayangkan indahnya jatuh cinta. Aku sangat berharap bisa merasakan apa yang namanya jatuh cinta. Aku memang pernah jatuh cinta, namun aku jatuh cinta pada aktor tampan ataupun tokoh anime yang selalu aku tonton. Tak pernah aku merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya pada manusia sungguhan.
Pagi ini seperti biasa aku berangkat dengan malas malasan. Aku tak tahan tinggal di asrama dan sekolah di sekolahan putri.
Sesampainya di kelas aku segera duduk di bangku miliku dan membenamkan seluruh wajahku di atas meja.
"Ohayou Misa-chan!" Sapa Yumefuji Sora atau yang lebih akrab disapa Sora-chan.
"Ohayou." Sapaku sembari tetap membenamkan wajah diatas meja.
"Kau terlihat murung pagi ini. Apa apa Misa-chan?" Tanya sahabatku.
Aku hanya menggelengkan kepalaku.
Sora tidak menanggapi, karena ia tahu bahwa jika aku bersikap seperti itu, artinya aku tidak ingin diganggu.
---
Waktu pun berlalu. Aku pulang dengan langkah gontai. Aku sudah tidak memiliki semangat lagi untuk meneruskan belajar di sekolah ini.
Tiba tiba dering telepon ku pun berbunyi.
"Moshi moshi." Sapa ku dengan nada lemah.
"Ada apa denganmu? Apa kamu sakit?" Tanya Okaasan <ibu> dari seberang telepon.
"Daijoubu <tidak apa apa> kaasan. Aku baik baik saja. Hanya saja aku sedikit letih." Ucapku.
"Tidak biasanya kau seperti ini. Kau tidak kekurangan makanan kan? Uang yang kaasan kirim cukup tidak?" Tanya okaasan.
"Aku makan dengan baik. Okaasan tidak perlu khawatir. Uang yang kaasan kirim lebih dari cukup. Hanya saja...." aku menggantung kalimat ku.
"Ada apa nak?" Tanya ibu.
"Aku sebenarnya merasa tidak nyaman berada di sekolah ini. Aku ingin lebih bersekolah di sekolahan biasa, bukan sekolah putri seperti ini. Aku ingin kembali tinggal dengan Otousan <ayah>, Okaasan <ibu>, Oniisan <Kakak laki laki> dan juga Imoutou-chan <Adik perempuan>."
Okaasan terdiam.
Aku merasa tak enak.
Aku bisa merasakan ibu tersenyum disana.
"Baiklah, tousan dan aku akan mengurus kepindahanmu." Jawab okaasan dengan tenang.
Aku pun senang tak terkira. "Doumo Arigatou Gozaimasu Okaasan. <terimakasih banyak ibu>" Ucapku.
"Haai, baik kalau begitu aku tutup dulu teleponnya, pekerjaanku masih banyak. Sayounara <selamat tinggal>."
Kaasan pun menutup teleponnya.
Keluargaku adalah keluarga yang sangat terpandang di jepang. Sehingga okaasan dan otousan mengirimku ke sma khusus agar aku bisa dipercaya untuk mengurus bisnis keluarga kami.
Mengapa tidak Oniisan saja yang mengambil alih bisnis keluarga kami? Karena oniisan tidak dapat dipercaya. Iya berandalan. Suka mabuk mabukan, dan mempermainkan wanita. Hidup nya hanya untuk kesenangan semata. Ia jarang pulang kerumah karena lebih memilih tinggal di apartemen yang ia beli sendiri. Katanya ia muak dengan segala peraturan yang dibuat oleh kedua orang tua kami. Namun meskipun begitu, aku sangat menyayanginya. Aku menyayangi kedua saudara kandungku melebihi rasa sayangku terhadap orang tua ku. Mereka berdua selalu melindungiku ketika otousan memukulku. Atau selalu membelaku ketika okaasan memarahiku.
---
"Besok kamu sudah bisa mulai bersekolah di sini. Kemasi barang barangmu. Aku telah menyuruh supir untuk menjemputmu." Kata Okaasan.
"Hai, aku akan mulai mengemasi barang barangku." Jawabku.
Okaasan pun menutup teleponnya.
Aku mengemasi barang barangku dengan semangat.
Tomorrow will be brighter than yesterday.
---
Teman temanku bersedih atas kepindahanku yang begitu mendadak. Terutama Sora yang sedang menangis. Tidak sedikit orang yang bertanya alasan kepindahanku dan menyuruhku untuk tetap tinggal. Namun aku menjawabnya dengan gelengan kepalaku.
Sora menahan tanganku dan merengek.
"Aku akan sering menghubungimu." Jawabku dengan senyuman.
Aku tak sanggup menahan tangisku.
"Janji?" Tanya sora.
Aku mengangguk.
Sora pun memelukku dengan erat. Aku membalas pelukannya.
---
"Sayounara." Ucapku pada teman temanku. Terutama sora.
"Sayounara Misa-chan." Balas teman temanku.
Suara yang paling aku dengar ada suara Sora-chan.
Aku tidak tega mendengarnya.
'Maafkan aku Sora-chan'
---
"Hajimemashite, watashi no namae wa Nozomi Misao desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu. <perkenalkan namaku Nozomi Misao. Salam kenal. Mohon bantuannya.>
"Kochira koso douzo yoroshiku." Jawab seluruh penjuru kelas.
"Nozomi-san, anda bisa duduk bersama Furuka-san." titah sensei.
Aku pun mengangguk hormat lalu berjalan ke bangku yang ditunjuk oleh sensei.
Kurasakan seluruh pandangan lelaki melihatku. Aku benar benar risih dilihat seperti itu.
Saat aku duduk, gadis yang duduk di bangku yang terletak didepanku menyapaku.
"Hei, kenalin, namaku Hazuma Rikka" ia menjulurkan tangannya ramah.
"Nozomi misao." jawabku.
Melihat teman sebangku ku dan teman sekelas baru ku yang lainnya terkesan cuek. Haaah~ ini akan menjadi sulit.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Juvenile
RomantizmYang ku tahu, dulu cinta itu indah. Namun saat kau datang dan pergi begitu saja, semua itu berubah menjadi mimpi buruk.
