10 tahun lalu, Vinka dan kakak kembarnya, Vincent, pergi ke bukit untuk menemui Richard disana.
Richard adalah sahabat Vinka, nama lengkapnya Richard Falk. Dia adalah anak pemilik apartemen dan sekolah ternama di kota Vinka. Dia tinggal bersama kedua orangtuanya dan pembantunya yang bernama Vashti Aaron. Dari kejauhan mereka melihat Richard, Vinka dan Vincent langsung berteriak memanggilnya,
"RICHARD!" Richard dan kak Vashti, pembantunya menengok ke arah mereka.
"Wah, sudah kuduga kamu akan kesini! Dan, tahu nggak? Ini pertemuan terakhir kita." Kata Richard.
"I...Iya. Keluarga tuan Richard mau pindah rumah." Kata Vashti tergugup. Vashti memang agak pemalu.
"Jadi begitu." Jawab Vinka dengan ekspresi sedih. "Oh, iya. Si dekil itu kemana, ya? Bukankah kalian selalu bersama?"
Baru saja diomongin, yang bersangkutan tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Kalian menungguku?" Sahut anak itu. Hobi favorit anak itu adalah sepak bola, dia menjadi kipper. Ditambah lagi, dia sering jatuh ketika sedang menangkap bola, makanya badannya suka dekil.
Vinka tidak ingat nama anak itu. Yang jelas diantara Duke atau Bruce..?
Sayup-sayup terdengar suara lagu jazz dan bau coklat hangat...
Vinka mulai terbangun. Vinka berpikir dalam hati, "Jadi itu cuma mimpi!" Seseorang langsung mematikan musik yang barusan didengar Vinka yang tidak lain adalah Vincent!
"Hmm... sudah kuduga." Kata Vincent sambil menyeruput coklat panasnya. "Baru ini aku lihat ada orang yang terbangun karena lagu jazz."
"Kakak ini! Mimpiku jadi buyar, nih." Jawab Vinka marah.
"Maaf, deh." Kata Vincent tertawa. "Ngomong-ngomong, lebih baik kamu pergi ke sekolah. Daripada telat."
Vinka melirik ke jam tangannya dan langsung meneguk coklat panas yang ada di depannya. Lalu, dia mengambil tasnya dan pamitan dengan kakaknya.
"Kak, aku pergi dulu, ya. Dadaaah!" Kata Vinka sambil melambaikan tangan ke arah kakaknya.
"Hati-hati di jalan, ya." Jawab Vincent sambil melambaikan tangan juga.
Vinka tinggal berdua bersama kakaknya. Kedua orangtuanya adalah pelaut yang bekerja di luar kota. Vincent lah yang biasa mengurus rumah tangga mereka. Si kembar ini tidak bisa memasak (palingan bisanya masak air atau mi, hehehe), jadi mereka sering beli di luar rumah. Vincent dan Vinka bersekolah di sekolah yang berbeda. Vinka bersekolah di Falk Elite School, sementara Vincent bersekolah di SMK Teknologi.
Kembali tentang masa kecil Vinka, dia tidak tahu dimana Richard bersekolah dan nama anak yang selalu dipanggil dekil olehnya itu.
YOU ARE READING
Ikemen Gamers
RandomBagaimana jika kamu bersahabat dengan cowok-cowok penyandang disabilitas yang sama-sama gamers, namun mereka menyukai genre game yang berbeda (action dan rhythm)?
