Dia sebuah jalan kecil di tengah kebun teh yg cukup luas seorang gadis sedang bersenandung sambil mendorong sepedanya dan juga menyapa para pekerja kebun teh .
"Veni ke sini dulu nak" panggil wanita tua yg sedang bekerja memetik teh.gadis yg bernama vene itu mendekat ,yah Prilly Venisia tapi warga lebih sering memanggilnya Veni .gadis dengan paras cantik yg sederhana dan sifat yg baik juga ramah .
"Ada apa bi?" Tanyanya
"Bisa kah kamu membantu bibi Veni ?"
"Yah jika aku mampu aku akan membantu"
"Nanti anak pemilik kebun teh ini akan datang . Sebenarnya ini tugas ayah mu untuk menjemputnya di perbatasan tapi karena ayahmu sakit bibi yg disuruh tuan besar untuk menjemputnya.tapi bibi rasa tidak bisa karena bibi masih sangat sibuk"bibi mendesah pelan dengan wajah sedikit sedih.
"Baik bi,biar aku saja yg menjemputnya diperbatasan ini sebagai rasa untuk menukar tugas ayah.tapi apa bibi punya gambar anak tuan besar"tanyanya.
Tuan besar adalah pemilik kebun teh yg sangat Luas ini dan ayah prilly bertugas sebagai orang penting yg sering mendampingi keluarga tuan besar.tapi hari ayahnya tak bisa karena ada tugas lain.
"Ini gambarnya nak " bibi mengeluarkan sebuah kertas yg tak terlalu besar disana ada foto seorang laki laki yg seumuran dengannya.
"Dia siapa BI aku tak pernah melihatnya"
"Iya !!! Tuan besar mengatakan ini pertama kalinya dia datang hanya karena libur sekolah "
"Ya sudah aku berangkat sekarang bi"
"Iya !!! Sampai kan salamku pada ayah mu nak "
"Baik bi kalau begitu aku pergi !!! Dah"Prilly meraih sepedanya yg sempat tergeletak .prilly melambaikan tangan sebelum pergi dari kebun teh.
Ditempat lain
Seorang laki laki sedang serius bermain dengan gadjetnya.
"Maaf tuan muda Kita sudah sampai "
Supir mobil berkata.laki laki yg dipanggil tadi mendongkak.
"Ini dimana"tanyanya dengan suara datar.
"Kita sudah berada diperbatasan antara kota dan desa"supir tadi menjawab.
"Apa perbatasan!!! Bukannya ini masih jauh "dengan kesal laki laki itu bertanya lagi.
"Tuan muda Ali memang mobil seperti ini tidak mungkin masuk kawasan kesana karena kita harus memakai perahu untuk sampai dikebunteh teh tuan"
Yah dia Anak dari pemilik kebun teh terluas Aliando Pahlevi tuan muda yg dikenal dingin dan pendiam .tapi ketampanan nya terkadang membuat seseorang terbius.
"Ya sudah. Saya ingin turun ,tapi seseorang suruhan papa yg akan menjemput"
"Iya tuan ,tunggu sebentar saja"
Tiba tiba seorang gadis dengan baju selengan polos dan juga rok selutut menghampiri mobil mereka.
Sang supir keluar dari mobil.
"Maaf tuan,saya hanya ingin bertanya apa Anda mengenal laki laki ini?"gadis itu bertanya sambil mengeluarkan sebuah foto dan menunjukannya.
"Ini foto tuan muda "jawab supir
"Oh yah saya mencarinya ,tuan besar pemilik kebun teh menyuruh saya untuk menjemputnya"
"Baiklah tunggu sebentar "supir itu kembali masuk ke dalam mobil gadis yg ternyata prilly hanya diam sambil menunggu diluar mobil.pintu belakang terbuka dan muncul laki laki tampan bak malaikat.namun prilly hanya memandangnya hormat .
Dia tampan tapi terlihat sombong,batin prilly berkata.
" selamat datang tuan muda"prilly berita saat laki laki tadi ada di depannya sambil menunduk
"Ini bawakan barangku" laki laki TU melempar tas ransel yg dibawanya kearah prilly."baiklah mari tuan ikut dengan saya perahunya disebelah sana "ucap prilly sambil menunjuk perahu yg sudah ada didekat perbatasan .
Ali tak menjawab dia hanya melalui prilly dan duduk manis dikursi yg tersedia diperahu itu.
Prilly
Aku menjemput anak dari tahun muda .dia sangat tampan tapi juga sangat menakutkan wajahnya yg terlihat satar dan selalu dingin .tapi demi melaksanakan tugas ayah aku harus bisa mendampinginya,laki pula hari ini aku tak ada tuga untuk mengajarkan anak anak desa.yah semenjak selesai SMA aku hanya bisa membantu ayah dan juga mengajarkan anak desa yg ingin belajar berbahasa Inggris.aku sangat ada keinginan untuk berkuliah namun ekonomi tak mampu.
"Hey"laki laki itu melambaikan tangannya dihadapan ku.
"Yah tuan muda apa"ucap ku.
"Siapa namamu"tanyanya
"Prilly Venisia ,tuan muda memanggil saya apa saja "
"Illy"ucapnya yg membuat dara Berdesir baru kali ini lagi ada yg memanggil namaku dengan sebutan illy dulu hanya bunda namun semenjak bunda pergi aku tak menggunakan nama itu lagi.
Terus nama dia siapa,batinku.
"Nama gue Aliando Pahlevi panggil gue Ali jangan tuan muda "ucapnya
"Iya tuan muda eh maaf Ali "ucap ku tersenyum.
"Lo manis "ucapnya yg membuatku merasakan panas dipipi ku .
"Hahah pipi lo merah "dia tertawa ketampanan ya semakin bertambah tapi aku membuang Fikiran itu jauh jauh.kata ayah aku tak boleh merasakan apa itu cinta.
"Ali kita udah sampai"ucap ku
" OK "ucapnya menarik tasnya tadi dariku.
"Kita lewat sana "ucap ku menunjuk jangan bagus menuju rumah tuan besar.
Kami berdua berjalan bersama Ali sibuk dengan hpnya .
"Ali kita sudah sampai aku hanya mengantar sampai sini kamu bisa langsung masuk .aku permisi Ali " ucap ku tersenyum lalu meninggalkannya mengambil sepeda yg ada dipinggirkan pagar.yg sengaja aku taruh karena jika kembali Kerumah itu cukup jauh dari rumah tuan besar yg sengaja jauh dari kerumunan warga yg tinggal dan bekerja disewa kecil ini.
Maaf kalau misalnya typo .voment yah .salam manis dari aku
YOU ARE READING
Cinta Sejati
FanfictionTak ada sinopsis .jika kalian ingin membaca .saya harap kalian suka cerita pertama saya ini
