Pagi itu seorang gadis duduk dimeja kerjanya pikirannya melambung entah kemana.ini telalu pagi seharusnya bagi nya jika ia sudah melamunkan pekerjaannya. Gadis itu berulang- ulang menarik nafas dan menghembuskan nafasnya, ia seperti sedang menghadapi sesuatu hal yang berat dalam hidupnya. Matanya terus mengamati kearah benda kecil yang ia sebut dengan Smartphone.
Jam mulai menunjukan pukul 08.00 saat gadis itu mulai meletakan smartphonenya kedalam laci meja kerjanya.
"Its almost been a week..." desahnya pelan.
*********
"Ilsya my friend..!" sapa seorang pria berusia sekitar 23thn. Saat pria itu melihat seorang yang ia kenal dan ia panggil ilsya. Perlahan gadis yang ia panggil pun mulai menoleh. Beberapa detik ia mencoba itu mencari asal suara yang memanggilnya lalu, Senyumannya mulai terukir saat ia melihat orang yang ia kenal.
"Ridho...!" Sahutnya dengan senyuman yang masih mengembang. Ia melambaikan tangannya memberi isyarat kepada si pria untuk menendekati posisinya berdiri.
"It been long time not see you" tanya ridho
"Yup.. 3 thn..lama juga yah"
" sendirian?" Tanya ridho kepada gadis dihadapannya.
"Neh..yups kamu?"
"Sama..." ridho memotong kalimatnya saat menyadari ekspresi kecewa ilsya di wajahnya "eisst...kenapa ni dengan wajah si chubyy..chuby.. ini sepertinya sedang kesal?"
Ilsya mengangkat kedua telapak tangannya dan menempelkan ke pipi chuby nya wajahnya mula memerah bila ada orang yang memanggilnya chuby."issh...stop...yaakh!! Ridho.."
"Hahaha.."
Keduanya mulai saling tertawa susana hangat mulai terasa diantara dua teman lama, yang tanpa sengaja ber reuni ria di mall. Mereka mulai bertanya-tanya banyak hal. Mulai dengan hal apa saja yang mereka lewati selama 3 tahun terkahir, ilsya masih tersenyum sejak bertemu dengan ridho, nampak nyaman dan melupakan kekesalannya. Mereka kini duduk disebuah caffe coffe shoft tempat fav ilsya semasa mereka masih kuliah.
"Coffe?" Tanya ridho
"Ngak jus alpukat saja, kalau ada?"
"Wah? Serius? 3 tahun rupanya bisa merubah si pecandu coffe ini jadi si pecinta buah..haha"
"Dork..."
Mereka kembali tertawa sudah lama ilsya tidak merasakan kehangatan candaan seorang teman. Ya ini karena kehidupannya setelah kuliah sangat berat hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja. Bahkan saat di rumahpun ia dan kekasihnya selalu menghabiskan waktu untuk bekerja. Project A lah..atau project B, atau jenis project lainnya.
Sementara itu,Ridho tak pernah lepas memandangi gadis yang ada dihadapannya. Perasaan bertahun- tahun lalu masih kuat tertanam didalam hatinya. Meski ia tau kini ia sudah tidak sendiri tapi hatinya masih terkunci rapat oleh seseorang yang sudah membawa seluruh isinya. Ia lah ilsya yang membuatnya seperti itu, namun ilsya selalu menolaknya dengan alasan "no butterfly" "best friend ?"
Ia menyayangi ridho hanya sebagai kakaknya dan tidak pernah lebih dari itu.
"So bagaimana dengan si cantik putri.."ilsya mulai menggoda ridho dengan tatapan sok imutnya
"Nice... dia baik, cantik yah tapi tak pernah lebih spesial dari gadis yang sudah pernah mencuri isi hati ku" ridho menunjukan jajaran gigi rapinya. Ilsya melihat kearah matanya ia tau ridho sedang memberi isyarat kepadanya bahwa ia masih menyayanginya.
"Oh yah...sekarang siapa laki-laki yang kurang beruntung yang dapat gadis chuby ini?" Tanya ridho mencoba membuat suasana kembali nyaman.
"Yaaah! Dork...dia beruntung tau. Punya cewe pintar,cantik,sabar setia, dan yang paling penting Mandiri. Huft.." ilsya perlahan memukul pundak ridho kesal.
"Siapa dia?" Tanya ridho sambil berpura-pura merasakan sakit karena pukulan ilsya
"Owh dia Adam Teman satu kantor" jelas ilsya sambil menyeruput jus alpukatnya
"Oya Adam bagian produksi kah?" Tanya ridho antusias
"Ommo... kamu kenal kah?"
"Adam hermansyah kan?"
"Iyaa...hahaha...ternyata si dork ini juga kenal dengan si dork KW..bagaimana menurut kamu dho? Dia manis bukan?"
VOCÊ ESTÁ LENDO
Stop...I Love You
DiversosCinta...sakit....maaf...sahabat...kekasih...mantan...musuh... Semua adalah bumbu dari cinta dan perjalanan hidup. Ilsya gadis yang tegar ia belajar dari hidupnya. Dikecewakan oleh seorang laki-laki membuatnya menjadi dewasa dalam memilih seorang kek...
