Nama ku Nayla Maurea panggil saja aku Rea. Usia ku genap 16 tahun, remaja seusia ku ini pasti sudah mengenal "Cinta" bahkan sudah ada yang punya kekasih hehe. Entahlah, kalau sudah membahas tentang cinta rasanya sedih sendiri karena aku tidak bisa membuka hati ku untuk yang lain, kecuali Revan. Yaa..Revan adalah sosok lelaki yang ku kagumi, meskipun secara diam-diam. Bahkan teman ku sendiri tidak tau kalau aku kagum pada Revan malah sepertinya rasa ini lebih dari sekedar kagum.
-Di Sekolah-
Karena sudah bel istirahat dengan tergesa-gesa Tiara mengajak aku dan Sarah ke kantin.
"Ayo dong cepet sedikit nanti kantin nya keburu rame" ucap Tiara sambil menarik tangan ku dan Sarah
"Iya sabar Ra, kalo lho mau duluan ya udah sana nanti gue sama Sarah nyusul" ucap ku
"Masa gue sendirian sih, ga mau ah.Ayo dong gue udah ga sabar nih pengen makan" kata Tiara sambil cemberut
"Ga sabar pengen makan atau ga sabar pengen liat Revan" ucap Sarah sedikit meledek
"Heheh ya gitu deh" ucap Tiara sambil senyum-senyum
Ini alasan ku kenapa aku ga cerita tentang Revan ke mereka apalagi ke Tiara karena Tiara juga menyukai Revan. Tidak tau siapa yang lebih dulu menyukai Revan tapi yang jelas aku dan Tiara sama-sama menyukai Revan. Sebetulnya aku bingung dengan sikap plin-plan nya Tiara, dia bilang dia masih mengharapkan Doni tapi di sisi lain dia juga menginginkan Revan.
Saat menuju ke kantin aku,Tiara dan Sarah ketemu Revan yang kebetulan mau ke kantin juga.
"Hey kalian mau ke kantin yaa ?" tanya Revan yang tiba-tiba muncul
"Iya nih Van.." jawab Tiara dengan penuh kegembiraan
"Duh yang udah laper jawab nya semangat banget" ucap Sarah sambil tertawa.
Aku hanya tersenyum melihat Revan, begitu juga sebaliknya. Bisa di bilang Revan memang lebih dekat dengan Tiara di banding dengan ku. Tak apalah melihat dia saja aku sudah senang.
-Di Rumah-
Tidak seperti biasanya malam ini aku benar-benar mengingatnya terus bahkan sampai aku tidak bisa tidur, ya Tuhaaannn. Aku merindukan nya lagi padahal tadi di sekolah aku sudah melihatnya dan ternyata itu tidak mampu membuat rindu ini pudar. Beginilah kalau menjadi pengagum rahasia, rindu menjadi salah satu rasa yang sulit di atasi.
"Rindu itu curang ya, terus bertambah tanpa tau bagaimana caranya agar berkurang" lirih ku dalam hati
Tapi aku tetap menikmati rindu ini walaupun hanya sendirian.
YOU ARE READING
Secret Admirer
Short StoryIni bukan pertama kalinya gue bikin cerpen tapi pertama kalinya gue mempublikasikan cerpen yang gue bikin. Ini juga masih tahap pembelajaran sih hehe.... "Tak apa, bila tidak bisa bertegur sapa di dunia nyata setidaknya aku bisa bertegur sapa dengan...
