Chukkago High School, yaitu Sekolah Menengah yang tidak bisa dianggap remeh. Sekolah tersebut hanya menerima anak-anak dengan kekuatan otak diatas rata-rata dan tentunya memiliki kekayaan yang berlimpah maka tidak heran sekolah yang sudah berdiri setengah abad itu begitu terkenal di Korea Selatan.
Masyarakat beramai-ramai mendaftarkan anak-anaknya kesekolah dengan ciri khas gedung berwarna biru itu mereka melakukan berbagai macam hal dengan memberi pembelajaran tambahan untuk anak-anak mereka karna orang-orang tahu masuk kesana bukanlah suatu hal yang mudah.
Kim Hyeri, gadis dengan rambut sebahunya baru saja mengacaukan isi kelasnya ketika gadis itu mengeluarkan sebuah hewan reptil yaitu kadal.
Diluar Kendali kadal yang ia dapat dijalan itu keluar dari dalam tasnya alhasil kadalnya pun berjalan dilantai kelas membuat semua teman-temannya berteriak histeris menyuruh seseorang untuk segera membuangnya.
"Bodoh! Kamu itu benar-benar bodoh ya Kim Hyeri .." Akhirnya kadal pun berhasil disingkirkan berkat petugas kebersihan sekolah yang langsung dipanggil oleh salahsatu orang dari kelasnya
"Maaf aku tidak sadar kadalku bisa keluar dari tas .."
Itulah Kim Hyeri dengan perilakunya berbagai macam julukan selalu diberikan kepadanya dari gadis tukang ceroboh lalu gadis dengan kelakuan buruk karna kalau boleh jujur Hyeri memiliki prilaku seperti laki-laki dan yang terakhir adalah gadis dengan kebodohannya.
Untuk julukan yang terakhir sudah melekat sekali bagi gadis itu, teman-teman sekelasnya lah yang memberikan julukan itu maka tidak perlu heran jika Kim Hyeri tidak akan marah kalau dikatakan sebagai gadis yang bodoh. Karna itu sudah menjadi julukannya disekolah, Gadis bodoh.
***
"Kim Hyeri, sekarang kamu maju kedepan dan kerjakan soal di papan.." Guru Sang baru saja menunjuknya
Kim Hyeri menatap kesekelilingnya kelasnya nampak begitu hening karna semuanya tengah fokus apa yang sedang dipelajari berbeda hal dengannya yang sedaritadi hanya mencoret-coret buku tidak jelas sampai tidak mendengarkan guru didepan.
Sebuah angka yang tertulis dipapan tulis begitu menyilaukannya. Tidak ada satupun yang dapat ia kerjakan bagaimana bisa gurunya menyuruhnya untuk maju kedepan padahal beliau tahu bagaimana kemampuan otaknya bekerja.
"Tidak bisa lagi?" Hampir beberapa menit anak muridnya itu berdiri didepan papan tulis namun tidak ada satupun coretan ataupun jawaban ditulisnya, tangannya terus diam memegangi kapur.
Hyeri mengangguk dengan wajah berharap untuk segera kembali ketempat duduknya. Matematika bukanlah teman dekatnya makanya ia tidak akan bisa mengertinya, karna kami bertolak belakang.
"Kalau kamu tidak berubah bagaimana nanti kamu kedepannya Hyeri? Kamu sudah siap melawan kerasnya dunia ini?"
Hyeri memalingkan wajahnya sejujurnya ia belum memikirkan sama sekali masa depannya karna baginya itu masih terlalu lama dan ia lebih suka masa sekarang dengan penuh kesenangan. Iya. Ia hanya mengerti tentang kesenangannya.
"Saya tanya cita-cita kamu apa?!"
Bang! Sebuah pertanyaan yang selalu ia hindari karna sampai sekarang Hyeri masih tidak tahu ingin menjadi apa kedepannya. Ayahnya pernah menyarankan beberapa hal untuknya seperti menjadi Chef, Penyanyi dan juga atlet renang.
Kalian bisa membayangkan bagaimana dirinya menjadi seorang Chef, mungkin semua orang akan keracunan dengan makanan hasil buatannya itu sudah terbukti dengan Hyeri yang mencoba untuk masak lalu sekeluarganya mencicipinya alhasil semuanya pun terkena diare, semenjak itu sang ibunda melarangnya untuk menginjakkan kaki didapur lagi.
Penyanyi, kalau boleh jujur suaranya juga lumayan beberapa orang juga pernah memuji suaranya saat bernyanyi tapi kalau seandainya Hyeri menjadi penyanyi mungkin semua orang tidak mau mendengarkan musiknya karna Hyeri lebih senang dengan ganre musik rock/metal.
Dan yang terakhir adalah atlet renang. Sejak kecil Hyeri sudah diajarkan oleh orangtuanya berenang bahkan saat kecil ia berhasil memenangkan perlombaan nasional meskipun hanya juara 3 tapi setidaknya itulah kebanggaannya tapi kalau sampai dirinya menjadi atlet renang maka kulit Hyeri akan menjadi coklat dan tidak cantik lagi, setidaknya ia masih memikirkan perihal penampilannya makanya aku menolak menjadi atlet renang.
Bisa dilihat sendiri semua hal tidak ada yang cocok dengannya sampai orangtuanya pun bingung bagaimana nasib anaknya itu kedepan tapi itulah Hyeri selalu masa bodo dengan kehidupannya.
Belum sempat ia jawab, bel pun berbunyi menandakan waktunya istirahat. Guru Sang menghentikan pembelajarannya dan membiarkannya kembali ketempat duduknya.
"Nanti dimasa depan Kim Hyeri akan menjadi astronot dan tinggal seorang diri diangkasa .."
Hyeri menatap orang disana yang baru saja meledeknya, ia tidak masalah meskipun orang-orang menganggapnya remeh setidaknya hidupnya tidak seperti mereka yang hanya bisa mengurusi hidup seseorang tanpa memperhatikan hidupnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
IF YOU
RomansaMendapatkan peringkat terbawah bukanlah suatu hal yang luar biasa bagi seorang gadis bernama Kim Hyeri. Faktor malas belajarlah yang membuatnya dijuluki sebagai Gadis Bodoh disekolahnya. Akibat nilainya yang selalu dibawah rata-rata membuat Kim Hyer...
