Aku akan tetap menjadi gadis desa dan mempunyai pangeran tampan dari kota dan memiliki gadis mungil cantik bernama hellen keluarga lengkap dengan tidak meninggalkan tempat kelahiranku yang masih asri dengan flora yang mengampar dan membuatku hidup layaknya gadis tarzan. Dan aku sama sekali tidak peduli dengan orang yang kemarin meninggalkanku di dalam hutan dan sekarang mengemis untuk tinggal berbondong bondong dihutan ini karna polusi udara yang menyesakkan. -Nicole Louis
Gadis dengan wajah mungilnya mendengus kesal kearah tanaman bunga yang selalu dirusak oleh anak tetangganya yang nakal. Nicole nama gadis itu, dia memang tinggal disebuah desa terpencil ditepi barat Inggris yang sangat asri dengan pepohonan hijau yang segar. Tinggal didesa dengan penduduk yang minim membuat Nicole nyaman, karna kenyataannya Nicole adalah gadis invorent yang selaluaman jika dia sendirian. Meskipun dia mempunyai teman, namun Nicole selalu tertutup terlebih jika temannya mengajaknya kepusat kota Inggris yang penuh dengan keramaian orang yang berlalu lalang.
"Nicole," panggil Dane berbisik
Nicole mengangkat selangnya tinggi-tinggi menatap garang Dane, bocah 10 tahun itulah yang membuatnya harus menata ulang kebun bunganya.
"Maaf, kau tau Sarah selalu menarik tanganku dengan kameranya. Kau tau kan? Aku sedang pendekatan dengan sarah?" Ucap Dane lagi meringgis membeberkan sikap gebetannya itu
"Dan kau mengorbankan kebun bungaku huh?" cibir Nicole
"Baiklah aku akan membantumu menata ulang kebunmu." Balas Dane mendengus.
"Baguslah, cepat kau ambil air disungai!" suruh Nicole membuat menghela nafasnya kasar
"Ish, kenapa kau seperti madam medusa sih!" rutuk Dane membuat Nicole terkekeh tak peduli.
"Selamat pagi miss," sapa pria dengan aksen kental Britishnya
"Kau bicara padaku?" Tanya Nicole menunjuk dirinya sendiri
"Bukan tapi bayanganmu," Balas pria itu asal
"Oh baiklah,"
Dengan santai Nicole kembali menanam bibit bunga matahari diperkarangan rumahnya, tanpa memperdulikan Pria yang menyapanya baik.
"Nicole, ini airnya." Ucap Dane dengan air yang ditamppung ditempang khusus dikedua tangannya
"Taruh disana," Balas Nicole tanpa menghiraukan Dane yang menatapnya heran.
"Hey, apa yang kau lakukan?" Tanya Dane tidak sopan
"Aku hanya ingin mengajaknya bicara, itu saja!" balas pria itu santai
"Tapi pandanganmu ke tubuhnya," ucap Dane heran membuat Nicole menoleh
"Apa yang kau katakana Dane?
"Nicole, lihatlah pria itu menatap tidak sopan kearah tubuhmu,"
"Kau terlalu berkhayal, lebih baik kau kembali kerumahmu, dan terima kasih untuk airnya, Dane." Ujar Nicole membuat Dane mendengus
"Hati-hati dengannya kaka ipar, aku tidak ingin kau tergoda dengan pria mata keranjang yang ada didepanmu." Balas Dane menatap sinis pria tanpa nama itu.
"Tidak akan,"
"Apa yang kau lakuakan? Kenapa kau tidak pergi dari depan rumahku, huh?" ucap Nicole dengan nada yang tak bersahabat. Nicole sama sekali tidak berniat mempunyai teman baru, terlebih pria dengan tato seram dilengannya
"Aku hanya ingin mengajakmu berbicara, aku Adam Toms rumahku beda 2 rumah dari rumah mu." Balasnya hangat.
"Baiklah adam, bisa kau pergi dari hadapanku?" pinta Nicole membuat Adam menggeleng
KAMU SEDANG MEMBACA
Inside World
Fiksi RemajaCerita Pendek yang bisa langsung dinikmati. Selamat membaca :))
