Suara itu terdengar jelas ditelingaku sangat jelas. Suara seseorang yang benar benar mengganggu indra pendengaranku. Aku menutup mata berusaha mengabaikan orang orang yang entah siapa mereka. Aku dengar kata kata mengerikan itu berusaha seperti merusak indra pendengaranku.
"Hei, nak kenapa kau disini? Ini sudah malam dimana orang tuamu?"
Aku membuka mata dan seseorang berdiri di depanku. Tapi, aku tak dapat melihatnya ia seperti terbayang bayang semua terasa gelap benar benar gelap seperti aku tidak akan kembali ke dunia ini lagi. Aku rasakan badanku mulai melemas mataku berkunang kunang. Bahkan aku tak bisa mendengar orang ini berkata apa.
"Nak apa kau baik baik saja? Nak sadarlah"
Jalanan kota Paris, benar benar menakjubkan. Daun daun berguguran banyak orang berfoto foto di taman berusaha mengabadikan moment indah itu. Benar benar hari yang indah bahkan hanya untuk sekedar duduk dan menenangkan diri menikmati suasana yang sangat menyenangkan itu.
Seperti seorang wanita yang kini tengah duduk di taman itu dan mengamati setiap situasi di sekitarnya. Wajah sumringah itu benar benar lengkap dengan adanya perlengkapan melukis di hadapannya sekarang.
Wanita itu mulai mencoret coretkan cat dan kuasnya ke kain kanvas di depannya. Belum sepenuhnya tapi itu menunjukkan sesuatu bahwa ia tengah melukis pemandangan di hadapannya. Seorang pemuda dengan setelan mantelnya tengah duduk diam disana. Entah kenapa ia memilih melukis hal itu padahal banyak pemandangan lain yang jauh lebih indah. Mungkin seperti sekelompok anak yang kini tengah memainkan dedaunan kering yang berjatuhan. Atau mungkin seorang ibu dengan anaknya yang kini tengah berdiri tegap di bawah pohon sambil tersenyum memandang sekelilingnya. Tampaknya, pemandangan di hadapan wanita itu menarik perhatiannya.
Lukisan itu jadi, benar benar lukisan yang mengagumkan bahkan jika kau melihatnya lebih detail ia akan tampak seperti hidup. Wanita itu masih memandangi lukisannya sendiri dan merasa kagum dengan karyanya yang indah itu. Ia berdecak kagum sangat kagum dengan apa yang dilukisnya. Seandainya ia bisa berkenalan dengan pemuda itu mungkin ia akan merasa sangat bahagia.
Seorang pemuda menghampiri wanita itu. Ia berdiri tepat di hadapannya. Belum ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Sebenarnya apa yang akan dilakukan pemuda itu. Wanita itu memandanginya bingung bertanya tanya kenapa pemuda yang dilukisnya hanya berdiri diam sambil memandanginya.
Tak satupun kata kata keluar dari mulut pemuda itu wanita itu memulai pembicaraanya.
"Maaf, kenapa kamu memandangiku seperti itu?"
Pria itu tak menjawab ia malah berjalan duduk di sebelah wanita itu.
"Kenalkan, namaku Kim Hyun Joo lukisan yang indah"
Pemuda itu tersenyum memujinya dan memperkenalkan dirinya. Wanita itu tampak sedikit bingung dengan situasi ini tapi ia tetap memperkenalkan dirinya balik.
"Aku Cha Min Young, terima kasih aku menghargai pujianmu"
"Kenapa kamu melukisku? Setidaknya pilihlah pemandangan indah dan lebih bermakna dibanding melukis situasi yang kurang menguntungkan seperti itu"
"Tidak, hanya saja posemu saat itu menarik perhatianku"
"Hahaha, benarkah? Ah iya disini sesikit dingin mau kutraktir kopi?
"Tentu saja"
Mereka berdua berjalan menuju kedai kopi di seberang taman. Benar benar hari yang indah perkenalan melalui lukisan dan berbincang melalui sebuah traktiran kopi. Dua insan itu bahkan memesan menu kopi yang sama. Benar benar pasangan yang enak dipandang.
Mereka menyeruput kopi yang dipesannya sebelum memulai pembicaraan. Helaan nafas terdengar ketika cairan hitam pekat itu masuk ke mulutnya bukan nafas mengeluh melainkan menikmati kopi itu masuk melalui sela sela tenggorokannya dan menghangatkan tubuhnya.
"Kamu suka kopinya?"
"Ya aku menyukainya terima kasih ya"
"Ngomong ngomong kamu kerja apa?"
"Aku? Hmm biar kupikir pikir dulu apa pekerjaanku"
"Kamu tidak tahu dengan pekerjaanmu sendiri?"
"Tidak, hanya saja aku ini tidak bekerja menetap aku hanya sambilan saja bergonta ganti pekerjaan kalau sekarang aku bekerja sebagai pengantar koran"
"Tidak buruk, kalau aku bekerja sebagai pelukis jalanan"
"Pelukis jalanan?"
"Hmm kamu tahu Cha Jung Min? Dia ibuku dia adalah kreator terkenal di kota Paris meskipun berasal dari Korea tapi dia sudah lama tinggal disini sampai sekarang aku belum bisa bertemu dengannya. Sungguh menyedihkan"
Mendengar Min Young menyebut nama itu membuat seorang Kim Hyun Joo kini tercengang.
"Eh kamu kenapa?"
"Tidak apa apa aku pergi dulu"
"Eh tunggu, astaga dia itu kenapa sih kenapa dia jadi aneh begitu"
Hyun joo mengeraskan telapak tangannya. Wajahnya memerah menahan amarahnya ketika Min Young mengucapkan nama wanita itu. Benar benar suatu kebetulan ia bisa bertemu dengan anak wanita yang sudah membuat ayahnya masuk ke penjara dan meninggal karena menanggung kesalahannya bahkan wanita itu membuat berita palsu kepada media masa mengenai ayahnya.
"Tidak kusangka aku bertemu dengan anakmu Nyonya. Aku akan membuat kejutan untukmu Nyonya Jung aku akan membuatmu merasakan apa yang ayahku rasakan"
Hyun Joo masuk ke dalam truk pribadinya dan mengendarainya dengan kencang.
"Apa yang akan kau lakukan Nyonya jika putri kesayanganmu itu bersama denganku. Musuh bubuyutanmu. Aku tidak akan berpikir jauh. Pelukis ternama sepertimu pasti akan malu jika masa lalumu itu tersebar ke media masa dan menghancurkan namamu"
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Answer It
Hayran KurguI hope you can receive the story i'm a new author and please don't judge my story if you can read the story and love the story. Sorry for me if the story make you sad or angry. I'm from Indonesian i want you can receive me ♥♥♥♥ ♥♥♥ ♥♥ ♥ ♡♡♡♡ ♡♡♡ ...
