ONE MORE STEP/L.P Fanfiction
liam: as himself
yourself as lacey hamilton
calvin harris: as george hamilton
taylor swift: as kimberly hamilton
ariana grande: as emily
dylan o'brien: as bryan hamilton
thomas sangster: as darren
candice swaneopol as reyn payne
eleanor calder as skylar
lacey pov
perkenalkan dulu, namaku Lacey Hamilton, umurku 19tahun, aku terlahir dikeluarga yang lumayan kaya, ayahku, George Hamilton memiliki perusahaan yang cukup besar di UK, dan memiliki beberapa cabang di negara lain, kalau ibuku, Kimberly Hamilton, bekerja sebagai manajer hotel berbintang lima. Aku memiliki seorang kakak, yang bernama Bryan Hamilton, usianya hanya beda 3 tahun denganku, kami cukup akrab, menurutku dia kakak yang sangat baik.
Sudah seminggu ini aku sibuk melamar kerja dibanyak tempat, tapi entahlah. banyak sekali perusahaan yang menolak lamaran kerjaku.
sekarang sudah jam 5 sore, aku bergegas untuk membelj makanan, perutku terasa lapar sekali karena tadi pagi hanya makan omelete.
aku memasuki McDonald yang hanya berapa langkah saja, aku memesan cheese burger, french fries dan minumanku.
sesudah memesan aku segera mengambil meja didekat pintu, aku membuka macbook-ku.
terdapat e-mail dari Payne Company, kupikir lamaran kerjaku sudah diterima, ternyata e-mailnya mengatakan bahwa 2hari lagi baru bisa diberikan kabar.
akhirnya pesananku datang, aku segera melahapnya, sesudah menghabiskan makananku, aku segera pulang kerumah.
BRUK.
"oh maaf" omongku pada seorang pria, aku tidak mengenalnya, tubuhnya kekar, rambutnya yang berdiri keatas membuat dia terlihat tampan dengan pakaian jasnya yang rapih.
"kalau jalan hati-hati" jawabnya dingin
yang lebih bodohnya, tadi aku malah memerhatikan dia dulu, lumayan lama, baru aku membantu ia membereskan map-mapnya.
"eumm.. iya, maaf aku memang ceroboh, ini mapmu"
tanpa mengatakan sepatah katapun padaku dia pergi, dia bahkan tidak bilang terima kasih padaku karena sudah membantu dia membereskan map-mapnya.
dasar menyebalkan! arghhh.. aku sampai lupa meminta Bryan untuk segera menjemputku.
"hey, Bryan, bisa kau jemput aku?" tanyaku di telepon
"bisa, kau dimana sekarang?" tanya kakakku, Bryan
"aku di jalan Madison Ave, aku diluar McDonald"
"baiklah, aku segera kesana" jawabnya lalu menutup telepon
tidak lama kemudian, mobil hitam yang sangat tidak asing milik Bryan sudah berada di depanku.
"kau cepat sekali, pasti terburu-buru?"
"jangan berisik, masuklah ke mobil" sahutnya cepat
"lain kali jangan terburu-buru" ucapku sambil duduk dimobil
"mana mungkin aku membiarkan kau sendirian di luar sana."
"aku sudah besar, bisa menjaga diriku sendiri"
"kau akan selalu menjadi adik kecilku, Lacey" jawabnya masih sambil konsentrasi menyetir
"hm terserah kau saja" sahutku pasrah
ya begitulah Bryan, selalu saja mengaggapku adik kecilnya, padahal umurku sudah cukup besar.
liam pov
aku baru saja selesai makan di sebuah restaurant bersama rekan kerjaku, aku memang meminta supirku untuk menunggu di depan McDonald.
aku sedang berjalan dan tiba-tiba saja
BRUK
tiba-tiba saja aku bertabrakan dengan seseorang yg tidak kukenal, sampai-sampai map-mapku yang penting berserakan di jalanana.
"oh maaf" ucap seorang perempuan berambut hitam kecoklatan yang panjang.
"kalau jalan hati-hati" jawabku datar
yang aneh, dia bukannya membantuku membereskan map-mapku, tetapi dia malah memerhatikanku.
akhirnya aku merendahkan tubuhku dan membereskan mapku yang berjatuhan, tidak berapa lama barulah dia membantuku.
"eum... iya, maaf aku memang ceroboh" ucapnya meminta maaf lagi.
karena sudah melihat supirku menunggu, kuputuskan tanpa berbasa-basi padanya, aku langsung melangkahkan kakiku dan masuk ke mobil.
sesampainya dikantor, aku langsung melesat keruangkanku untuk melanjutkan perkejaanku, hari ini akan menjadi hari yang melelahkan.
"siapa yang meletakkan ini semua?" tanyaku sendiri
"siapa lagi kalau bukan aku? kau tidak lupa kan kalau kau sedang tidak memiliki asisten pribadi?" jawab Louis yang sedang berdiri di depan pintu, entah sejak kapan dia disana
ya memang seminggu belakangan ini aku tidak memiliki asisten pribadi di kantor, pekerjaanku semakin menumpuk saja. asisten lamaku berhenti karna sikap dinginku, ada yang bilang sih begitu, tapi aku tidak percaya sebelum dia mengatakan itu dari mulutnya sendiri.
"jadi ini semua berkas apa?" tanyaku sambil menunjuk ke arah berkas-berkas yg terletak dimejaku
"aku tidak membacanya semua, tapi aku sudah membacanya sebagian, ada yang berisi lamaran pekerjaan, ada juga yang berisi permintaan setuju untuk bekerja sama dengan perusahaanmu" jelas Louis
"hmm.. baiklah aku akan memeriksanya"
"apa kau mampus memeriksa sendiri? itu sangat banyak bukan?" ledek Louis dengan nada meremehkan
"ya begitulah" jawabku sambil memandang berkas-berkas yang bertumpukan
"kurasa ini saatnya untuk mencari asisten pribadimu Liam"
"kurasa juga begitu, Lou. tapi bagaimana kalau sama seperti asisten yang lainnya? mereka hanya betah satu minggu untuk menjadi asistenku"
"kau harus mengubah sikapmu, Li, lebih ramah lagi, sepertiku" Ucap Louis sombong
"sepertimu? yang benar saja! saking ramahnya kau, kau terkadang menggoda banyak wanita. banyak sekali yang hatinya terluka karena sikapmu"
"dasar kau sialan, itu kan dulu. sekarang aku tidak seperti itu lagi"
"hmmm.. urusanmu. jadi bagaimana? kau mau membantuku memeriksa semua ini tidak?" tanyaku sambil mengacungkan sebuah berkas
"tentu" jawabnya sambil menghampiriku.
hari ini sangat melelahkan, pekerjaanku begitu menumpuk dikantor.
untunglah ada Louis yang membantuku, tanpa kamj sadari kami bekerja sampai larut malam.
JANGAN LUPA DI VOMMENT YA GUYS! THANKS:)
YOU ARE READING
One More Step/L.P
Fanfictionpernah kah kau merasa terlupakan oleh seseorang? atau mungkin dilupakan oleh seseorang yang kau cintai? dan merasa dikhianati? ya, itu yang aku rasakan, sakit, rasanya sangat sakit merasakan itu dalam waktu yang bersamaan. sebelum aku bertemu dengan...
