LDR

128 4 2
                                        

Semua keluargaku masih sibuk mengemas barang. Sore ini rencananya aku akan terbang ke Semarang. Aku masih sibuk menimang HP. Aku menunggu line dari Rafly , ya gara-gara kepindahanku yang cukup mendadak ini membuatnya kecewa. Bagaimana tidak kami sudah 4 tahun berpacaran dan saling berdekatan kini kami harus berada di beda pulau.
Aku mendengus kesal tidak mendapat jawaban dari Rafly , untung aku sudah packing semalam jadi sekarang aku bisa fokus dengan HPku menunggu jawaban Rafly.
" Kak udah siap semua barangnya ?" Tanya mama lembut
"Sudah Ma" jawabku lesu, mama tersenyum melihat ekspresiku. Aku yakin benar Mama tahu kalau aku sungguh tidak ingin meninggalkan Rafly, Rafly lelaki baik di mata mama.
Baru saja aku melamun aku mendengar pintu diketuk , mama yang masih sibuk membenahi barang memintaku untuk keluar menemui tamu yang berkunjung disaat jam yang tidak tepat.
"Rafly!" Pekikku. Aku langsung berhambur menemuinya dan memeluknya
Aku menatap wajahnya lama sembari mendongak karena tinggi kita yang jauh berbeda. Dia tersenyum sembari melepas pelukanku. Aku mendengus kesal , dia bukannya membalas pelukanku justru melepasnya. Ah Rafly , apa kamu masih marah ?
"Kamu sudah siap?"
"Kamu tidak membalas pelukanku tapi kamu tanya aku sudah siap atau belum ? Jadi kamu biasa saja aku pergi ? Huh?" Rafly hanya tersenyum dan mengacak-ngacak rambutku pelan.

Batam masih saja meski jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Aku masih saja bergelayutan di lengan Rafly. Rasanya belum siap aku jauh dari dia. Meski aku tau, teknologi sekarang sudah canggih dan memudahkan kami untuk berkomunikasi tetap saja aku tidak ingin jauh darinya.
"Mama Papa sama adik kamu sudah check in duluan. Udah gih sekarang kamu nyusul mereka. Sampai di Semarang kita langsung video call" bujuk Rafly sabar.
"Aku ....." Tiba-tiba tangisku pecah
"Aku juga akan merindukanmu, jadi kamu harus jaga hati kamu di sana ya , dan sebaliknya aku akan menjaga hatiku untukmu." Perkataan Rafly kemudian aku balas pelukan erat. Ya Tuhan, bagaimana bisa aku melupakan aroma tubuhnya. Setelah melepas pelukanku , Rafly mencium keningku. Kini status kami resmi menjadi pasangan LDR

ButterfliesWhere stories live. Discover now