"—aku akan melakukan apapun untuk menebusnya. Kau hanya perlu mengatakannya padaku nanodayo..."
Kepalanya menoleh mendengar suara dengan nada bersalah itu yang terdengar dari dekatnya. Ia tidak perlu menebak siapa pemilik suara itu dari kebiasaan berbicara yang sangat khas. Ia terkekeh, sungguh tidak pernah ia mendengar pemilik suara itu berbicara dengan nada seperti ini. Kalau saja suasana saat ini ia rasakan sangat tegang, ia pasti akan tertawa terbahak-bahak sambil menepuk punggung pemuda ini.
Tetapi tidak saat ini.
"Apa yang kau katakan Shin-chan? Aku hampir saja terjungkal karena menahan tawaku karena kau mengatakan itu! Tidak ada yang perlu ditebus olehmu bukan?" Tawa renyah seperti biasa, namun tidak ada jawaban dari pemuda yang diajak berbicara olehnya, "—nee Shin-chan, kau tidak perlu menatapku seperti itu. Ini bukan salahmu kau tahu?"
...
"Jangan mengatakan seolah kau tahu bagaimana raut wajahku saat ini—Takao."
"Aku tidak perlu melihatnya, toh aku paling tahu semua hal tentang Shin-chan bukan? Meskipun aku tidak melihatmu sama sekali saat ini."
Senyuman lebar diberikan, pemuda berambut hitam itu tampak bersikap seperti biasa. Meskipun perban itu menutupi bagian matanya. Menutup selama-lamanya, mata berjulukan Hawk Eye itu.
(Kazunari Takao mengalami kecelakaan fatal saat akan mencapai tempat latihannya yang biasa,
.
Ia tidak akan bisa melihat—
Untuk selamanya.)
.
.
Silent Tears
Rated : T
Genre : Romance/Hurt/Comfort
Pairing : TKMDAK(?) (Takao x Midorima x Akashi)
Kuroko no Basket milik Tadatoshi Fujimaki—tidak ada keuntungan yang diperoleh dari pembuatan fanfic ini, pembuatan hanya diperuntukkan untuk kesenangan belaka.
.
.
Lalu apa hubungan kejadian yang terjadi pada Takao dengan Midorima yang bahkan membuang harga dirinya untuk mengatakan hal seperti tadi? Sangat berhubungan—antara kejadian itu dengan apa yang terjadi pada Takao.
"Kau tahu Shin-chan? Rasanya aneh sekali kalau tidak bisa melihat dan baru saja bangun dari tidur. Rasanya masih memejamkan mata, tetapi ternyata suara-suara para perawat itu sudah terdengar membangunkanku," Takao duduk di kursi roda yang didorong oleh Midorima saat jam besuk Rumah Sakit tempatnya dirawat tiba, dan seperti hari-hari sebelumnya Midorima datang dan merawatnya.
Walaupun Takao mengatakan jika Midorima sama sekali tidak perlu melakukan apapun untuknya, pada akhirnya ia membiarkan Midorima datang dan merawatnya. Setidaknya membantunya yang tidak bisa melakukan apapun dengan benar tanpa penglihatannya.
"—lalu kau tahu? Saat makan tidak ada yang mengatakan padaku bahwa disana ada Brokoli yang sangat tidak kusuka. Aku tidak sengaja memakannya—eww!" Takao masih berbicara saat Midorima sama sekali tidak menanggapinya dengan jawaban apapun, "lalu, bagaimana denganmu Shin-chan? Apakah latihan di klub ramai seperti biasa?"
YOU ARE READING
Silent Tears
FanfictionTakao yang mendapatkan perhatian lebih dari Midorima karena rasa penyesalan Midorima, dan Akashi yang memang sudah memiliki Midorima seutuhnya. Lalu, bagaimana kisah mereka bertiga? Siapa yang akan tersenyum paling akhir bersama dengan sang Ace SMA...
