Love Twist

194 16 10
                                        

Namanya Park Hana.

Gadis tercantik di sekolah ini.

Rambutnya panjang dan hampir selalu terurai. Senyumnya begitu manis, selaras sempurna dengan bibir tipisnya. Badannya ramping dan kulitnya pun putih. Ia tak kalah cantik dengan member girlgroup manapun.

Jika kau datang ke sekolahku dan bertanya pada anak laki-laki, 'Seperti apa yang namanya Park Hana?' maka percayalah kau akan mendapat jawaban seperti, 'dia anak perempuan dari kelas 2-B. Cari saja yang memiliki eyesmile seperti Tiffany, kulitnya putih seperti Dasom dan memiliki bentuk tubuh seperti Seolhyun. Oh, wajahnya mirip Minah Girls Day. Kau tahu Ring my bell? Ya, seperti itu'.

Lalu anak laki-laki lain akan menyahut dan berdebat, 'Bukan Minah. Agak mendekati Irene menurutku'. Kemudian mereka akan terus berdebat meskipun kau tahu Minah dan Irene memiliki kontur wajah yang berbeda.

Jika kau membaca ini, maka biarkan aku membuatmu kecewa. Park Hana bukan tokoh utama disini.

Cerita ini tentangku yang memiliki hidup jauh dari kata sempurna. Hana hanyalah alasan mengapa aku bosan dengan keseharianku di sekolah. Aku bukan tipe yang suka mem-bully gadis paling cantik di sekolah dan menghujatnya, seakan ia tak pantas untuk hidup dengan seluruh kesempurnaan yang ia miliki.

Tidak. Aku hanyalah seorang introvert yang menghabiskan sebagian besar waktuku dengan menutup diri dari yang lain. Toh, orang-orang tak melihatku. Hanya Hana yang terlihat, dan aku iri.

Ya, tentu saja.

Aku iri dengannya. Semua gadis di sekolah iri dengannya.

Bayangkan saja, gadis macam apa yang tidak iri ketika semua murid laki-laki di kelas mengabaikanmu demi dirinya?

Gadis macam apa yang tidak iri melihat banyaknya laki-laki yang menawarkannya pulang bersama disaat supir Hana saja sudah siap di depan gedung sekolah?

Gadis macam apa yang tidak bisa menahan dirinya untuk tidak iri, ketika hampir semua laki-laki di kelasmu, bahkan kelas lain meminta Hana menjadi anggota kelompok saat pembagian tugas berpasangan?

Kukatakan dengan jujur aku iri setengah mati. Dan sialnya, aku memang ditempatkan di kelas yang sama dengan Park Hana, si gadis paling menawan seantero sekolah.

Awal semester berada satu kelas dengan gadis itu adalah tantangan terburuk yang pernah kuhadapi seumur hidupku. Aku dibuat kesulitan mencari murid laki-laki yang ingin berpasangan denganku. Aku tidak seperti kebanyakan orang yang mampu bersosialisasi dengan baik. Terlebih pada lawan jenis. Jika saja guruku membolehkan pasangan perempuan-perempuan, mungkin aku tidak akan terlalu kesulitan seperti ini.

Hari itu ketika semuanya nampak begitu sibuk menawari Hana, aku duduk diam di kursiku. Lama aku duduk tanpa melakukan apapun atau mencoba bicara dengan siapapun. Aku ragu sejenak untuk memilih siapa yang mungkin sudi berpasangan denganku, sampai akhirnya seseorang datang dan menjadi penyelamatku.

Dan namanya adalah Do Kyungsoo.

***

Kyungsoo menatapku sembari melambaikan tangannya. Sebelah kakinya sudah siap di atas pedal sepeda.

Oke, masalah kelompok itu sudah tuntas dua minggu yang lalu. Saat ini aku berlari cepat menemui Kyungsoo di depan gerbang sekolah.

"Kan sudah kubilang tidak usah menungguku. Kegiatan klubku memang lama.." Kataku setelah aku bisa berdiri tepat disampingnya. Kuatur nafasku sedemikian rupa sementara Kyungsoo tertawa.

"Dan sudah kubilang berapa kali kalau kita akan pulang bersama setiap hari." Jawab Kyungsoo dengan penekanan penuh di akhir kalimatnya.

"Memang kenapa aku harus pulang denganmu?" Cibirku. Kupikir aneh rasanya melihat Kyungsoo selalu mengajakku pulang bersama walaupun tugas kelompok kami sudah selesai.

Love Twist (EXO fanfiction)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang