Chapter 1

21 1 0
                                        

"Hahh, membosankan ngak ada yang mau dibuat." Kataku sambil menghadap ke luar jendela sambil mendengarkan opening anime yang baru kudownload tadi pagi. Itulah aku, seorang otaku terpandai yang selalu menyendiri. "Bu guru datang." Teriak salah seorang teman sekelasku. "Selamat pagi anak-anak." Kata Bu guru. "Baiklah sebelum pelajaran dimulai, kita kedatangan murid pindahan. Silahkan masuk dan perkenalkan dirimu." Kata Bu guru lagi dan memanggil seseorang yang berada di luar. Saat dia masuk, semua pria yang ada di kelas merasa tersanjung melihatnya dan berkata "Woaah.. cantiknya." Iapun langsung memperkenalkan dirinya dengan malu-malu dan suara yang sangat lembut "Emm.. eto.. perkenalkan nama saya Narumi Tatsunagi. Senang bertemu dengan kalian." "Woaah... manisnya." Kata siswa laki-laki yang duduk di depanku. Akupun hanya melihatnya saja dan ngak tahu mau bilang apa. "Sttt... anak-anak, kenalannya sebentar saja pas jam istirahat. Kata Bu guru "Sekarang kamu duduk di bangku itu di samping bangkunya Nuraga dan kita mulai pelajarannya." Sambil menunjuk bangku kosong di sebelahku.

Teng..tong..teng..tong bel istirahat telah berbunyi "Sekian dari Ibu dan belajarlah lebih giat lagi." Kata Bu guru sebelum keluar. Setelah Bu guru keluar semua anak menuju ke bangku murid baru itu untuk kenalan. "Aku adalah Hyakuya Juuichini sebagai ketua kelas di sini. Mohon kerja samanya untuk tahun ini." Hyakuyapun mulai memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. "Iya sama-sama." Balasnya. Setelah Hyakuya, anak yang lainpun juga memperkenalkan dirinya ke Narumi dan setelah itu merekapun mengobrol dengan Narumi.

Aku hanya terdiam sambil memakan bekalku yang sudah kusiapkan tadi pagi sambil menghadap ke luar jendela dan mendengarkan musik seperti biasa. "Berisik ah." Kataku dalam hati sambil memegang sesendok nasi goreng telur disendok. "Siapa dia?." Tanya Narumi kepada Sasaya, orang yang sedang mengajaknya ngobrol. "Oh dia.. dia itu adalah Nuraga, siswa terpandai yang baru-baru ini mendapat beasiswa karena telah menjuarai Olimpiade Sains se-Jepang. Dan juga seorang otaku, tapi ia selalu menyendiri dan ngak ada seseorang yang mau berteman dengannya." Kata Sasaya. "Wahh.. hebat banget." Kata Narumi. Tanpa mempedulikannya akupun melanjutkan makanku dan setelah selesai, akupun keluar dari kelas untuk membeli minuman dan pergi ke atap sekolah untu menghirup udara sambil memandang langit di siang hari yang cerah

Bel masukpun akhirnya berbunyi dan pelajaran selanjutnya adalah matematika. Disaat inilah paling membosankan bagiku. Ketika guru menjelaskan, gue malah tidur atau memandang ke luar jendela sambil ditiup angin. Saat sedang menatap ke luar jendela, Narumipun melihatku namun tanpa diketahui olehku. "Baiklah sekarang Bapak akan memberikan soal buat kalian." Gurupun kemudian memberikan soal kepada kami "apakah ada yang bisa menjawabnya?." Tanya guru namun ngak ada yang bisa menjawabnya. "Ya karena tidak ada maka Nuraga akan menjawab sekaligus menjelaskan jawaban yang telah ditulisnya." Kata guru sambil memanggilku. Akupun maju dan menjelaskan jawaban tersebut dan tak lama kemudian Narumi balik menanya dan menyangkal jawabanku "Bukannya seharusnya 5 bukan 7?." Tanyanya kepadaku. "Oh iya makasih jadi jawabannya adalah 112."

Bel pulangpun berbunyi dan semua siswa telah siap meninggalkan sekolah menuju rumah masing-masing. Namun aku masih berdiam di tempat dudukku aambil menatap langit biru di luar jendela sambil mendengarkan musik. Ketika sekolah sudah sepi, akupun pulang dan tanpa sadar aku bertemu Narumi di jalan. Ternyata dia sedang mengurus seekor anak kucing di jalanan. Memberinya makan, minum, dan kemudian memutuskan untuk membawanya pulang. Tanpa basa-basi akupun melanjutkan perjalananku untuk pulang ke rumah tanpa menyapanya sekalipun.

Otaku's LoveWhere stories live. Discover now