EMPTY

179 8 0
                                        


Namja itu tersenyum kecil sambil memandang foto seorang yeoja di album foto sekolah. Tangan namja itu mengelus pelan wajah yeoja dalam foto itu. Matanya menatap yeoja itu dengan beribu perasaan tak menentu.

Deg!

Deg!

Deg!

Bahkan rasa itu masih ada. Perasaan yang dulu merupakan sebuah kebahagiaan yang kini berubah menjadi rindu yang tak tertahankan. Perlahan tangan namja itu mengelus pelan dadanya. Perasaan itu kembali lagi dan semakin menyesak di dada namja itu.

"Selamat pagi, Suzy-ah." Ucap namja itu seolah menyapa yeoja yang berada di dalam foto itu.

Nada suara namja itu terdengar bergetar. Perasaan menyesak itu pun semakin menjadi. Di helanya napas dengan keras sambil menutup album foto dan meletakkannya di rak buku dengan perasaan rikuh.

Tanpa namja itu ketahui, yeoja yang berada di dalam foto itu-Suzy sedang memandangnya dengan cara yang sama saat namja itu memandang fotonya. Suzy tersenyum kecil saat memandang namja itu.

"Selamat pagi juga, Wooyoung-ah." Jawab Suzy. Suara Suzy sama bergetarnya dengan Wooyoung saat mengucapkan sapaan itu. Keduanya sama-sama merasakan perasaan menyesak itu. Tanpa sadar Suzy menangis memandang Wooyoung di hadapannya yang seakan kehilangan semangat hidup.

"Wooyoung-ah," Suzy semakin terisak dan akhirnya ia memilih untuk menghilang.

*

Suzy berjalan menyusuri sebuah sungai kecil sambil terisak setelah melihat keadaan Wooyoung yang nampak menderita setelah kematiannya. Matanya membuncahkan segala rasa sedih dengan air mata yang perlahan menitih dan saat itulah langit berubah mendung.

"Ah andwae, aku tak boleh menangis. Jika menangis hujan akan turun." Suzy menghapus air matanya. Kemudian ia mendongak.

"Tolong, satu permintaan saja. Setelah itu aku akan meninggalkan segala hal yang ada di dunia ini. Tolong." Ucap Suzy sambil memejamkan matanya.

Tiba-tiba sebuah cahaya turun dan mengejutkan Suzy yang sedang memohon pada Dewa.

"Hi, hentikan. Kau tahu kan jika Dewa tidak akan mengabulkan permintaanmu." Seorang namja tersenyum mencibir pada Suzy yang hanya bisa memandangnya datar.

"Setidaknya aku berusaha. Daripada kau, dasar tak punya hati." Suzy balik mencibir pelan dan hal itu membuat namja yang berada di depannya terdiam.

"Jangan pernah mengungkit masalah itu." Namja bernama Woo Hyun itu pergi meninggalkan Suzy yang diam sambil sedikit merasa perih di dadanya. Namja itu mempunyai nama yang hampir sama dengan namjacingunya. Jang Woo Young dan Jang Woo Hyun. Hanya berbeda di nama belakangnya saja. Sungguh tak terduga. Dan yang di sesali Suzy adalah kenapa sifat keduanya sama?

*

Seandainya bisa, aku akan mengubahnya. Mengubah duniamu tanpa diriku. Agar kau bisa hidup tanpa memikirkanku. Aku tahu, hal itu akan menyakitkanku. Tapi setidaknya aku bisa melihatmu bahagia, karena yang terpenting adalah duniamu yang bahagia. Aku akan bahagia jika kau bahagia. (Suzy)

Apakah aku tak punya hati, Emy-aa. Aku hanya ingin terlihat tegar di hadapan yang lain. Apa aku salah. Kau selalu tahu bukan jika aku selalu memohon yang terbaik untukmu. Aku tak mau egois lagi. Sekarang aku hanya ingin memohon untuk dapat mengubah duniamu tanpaku. Walau itu sakit, tapi yang terpenting adalah kebahagianmu. Emy-aa, miananta, gomapta, saranganta. (Jang Woo Hyun)

EM[PT]YWo Geschichten leben. Entdecke jetzt