Fizzy's POV
Aku terbangun dari tidurku, tetapi semuanya gelap. Apa ini mimpi? Tidak, tidak mungkin mimpi. Mengapa rasanya sulit sekali untuk membuka mataku? aku mencoba beberapa kali untuk membuka mataku. Rasanya sakit sekali, apa mungkin ototku masih tidur? Kau berfikir apa sih Fiz. Cukup lama, Akhirnya aku membuka mataku dengan menggunakan bantuan jariku, setelah itu aku melepaskan jariku yang menarik kelopak mataku keatas. Huh, mataku kembali terpejam. Apa yang sebenarnya terjadi padaku!? rasanya aku ingin kembali tidur, mungkin setelah itu mataku kembali normal.
**
Aku menerjapkan mataku beberapa kali, mataku menyipit akibat cahaya dari jendela kamarku. Syukurlah mataku bisa digerakan lagi. Tapi sebenarnya apa yang terjadi dengan mataku pagi tadi?
Ah lebih baik aku mandi dulu, biar nanti sore aku ke dokter saja.
Selesai mandi, aku merasakan tubuhku kembali segar. Berendam setengah jam sangat menyenangkan, bahkan aku sampai tertidur. Sedari tadi, aku mencari keberadaan Zoe, tetapi tidak kutemukan. Akhirnya aku memutuskan untuk menelefonnya.
"Zoe?"
"Ya?"
"Kau dimana?"
"Kau bodoh atau apa? Tentunya di kampus"
Aku tersenyum. Benar juga, mengapa aku tidak kepikiran? Ohya aku sudah 2 hari membolos, sepertinya besok aku harus masuk, aku merasa sudah lebih sehat.
"...kau disana?"
"Eh?"
"Dasar tidak jelas. Yasudah, aku sudah buatkan sup, kau tinggal panaskan saja. Jangan lupa minum obat, bye!"
"Iya, kau cerewet. Bye!"
Aku memutuskan sambungan telfonnya sebelum ia mengomel.
***
Aku berada di Rumah Sakit. Ya, karena aku takut terjadi apa-apa padaku, mengingat kejadian tadi pagi aku tidak bisa membuka mataku, jadi lebih baik aku periksa ke dokter dari pada semakin buruk kan?
"Ms. Adhma?"
"Ya?"
"Silahkan masuk keruangan Dr. Marvin" ucap seorang suster yang memanggil namaku tadi.
Setelah aku memasuki ruangan Dr. Marvin, aku melihat pria paruh baya yang rambutnya pun tipis dan putih. Ia tersenyum lalu mempersilahkanku duduk.
"Um.. Jadi apa penyakit saya dok?" Tanyaku to the point.
"Sebelumnya, apa yang kau lakukan ketika kau tidak bisa membuka matamu?"
"Aku kembali tidur"
"Hm.. Kau mengalami penyakit Myastheina Gravis.."
"Apa itu dok?"
"Myasthenia Gravis adalah penyakit autoimun kronis dari transmisi neuromuskular yang menghasilkan kelemahan pada otot. Gejala awal seperti tidak bisa membuka mata saat bangun tidur, mengunyah, menelan dll.."
Nafasku seakan tercekat. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Apa aku pernah melakukan kesalahan besar sampai aku mendapatkan penyakit aneh ini? Kenapa harus terjadi padaku. Aku masih ingin kuliah, menggapai mimpiku.
"...Are you alright Miss?"
"Eh? ...Apa penyakitnya bisa disembuhkan dok?"
"Bisa.. Asalkan anda dirawat dirumah sakit ini, kita tidak tau nantinya jika anda berada diluar rumah sakit lalu gejala itu muncul secara tiba-tiba.. "
Segitu parahkah penyakitku ini?
"Kapan saya harus dirawat?"
"Secepatnya.."
"Apa ada cara lain selain dirawat dok?"
"Kemungkinan mengkonsumsi obat, itu dapat membantu menggerakan otot walaupun sangat sedikit kemungkinannya akan bergerak."
"Baiklah terima kasih dok.."
..
Aku berada di starbucks. Setelah dari rumah sakit tadi, entahlah aku tidak bersemangat lagi. Aku tidak tau bagaimana nantinya kalau aku dirawat. Diam di ranjang, harus terbiasa dengan bau obat-obatan. Mungkin aku sudah ditakdirkan untuk hidup tidak bahagia. Aku ingin sekali menjadi Zoe, walaupun ia sedikit tomboy, ia tidak merasakan apa yang kurasakan. Beruntung sekali dia.
"Fizzy?" Aku mendongkak dan melihat ke arah suara tadi.
Harry.
Aku tersenyum lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku.
"Kenapa tadi tidak masuk ke kampus?"
"Aku masih sakit"
"Sudah ke dokter?"
"Sudah"
"Apa katanya?"
Apa aku harus menjawab? Tidak mungkin aku memberi tau orang lain tentang penyakitku. Apalagi Harry. Bisa-bisa ia ilfeel padaku, dan tidak mau dekat denganku lagi? Oh, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Adanya Harry dikehidupanku cukup memberikanku ketenangan, aku tidak ingin ia pergi.
"..Fiz?"
"Eh? Maafkan aku. Kau bilang apa tadi?"
"Apa yang dokter katakan?"
"Um.. Aku hanya terkena Flu biasa. Hari ini pasti sembuh dan besok aku bisa masuk kuliah lagi.." Jawabku sambil tersenyum pahit.
"Syukurlah, semoga kau cepat sembuh. Jadi aku tidak kesepian di kelas"
Aku hanya tersenyum mendengarnya.
"Ohya, dua hari yang lalu kau datang ke pesta Chloe right? Kau bilang kau sedang sakit?"
"Um.. y-yeah aku.. Terpaksa, ya terpaksa!"
Ia memandangku bingung, sementara aku menundukan kepalaku. Pasti Fizzy yang ia kira itu Zoe! Argh! Bikin malu saja.
"Aku memanggilmu, tetapi kau mengabaikanku.."
"Benarkah? Mungkin saat itu aku terlaru mabuk dan aku lupa kalau aku ada janji dengan temanku.." Jawabku gugup.
"Baiklah"
"Um.. Harry, sepertinya aku harus pulang. Sampai bertemu besok!"
Aku berlari keluar starbucks lalu pergi ke club untuk menenangkan pikiranku. Jangan tanya, sudah kebiasaan.
Eh? Tapikan aku punya penyakit aneh.. Apa yang harus kulakukan?
MAAF PENDEK DAN MAAF JUGA BARU UPDATE:((
YOU ARE READING
FAKE [h.s]
FanfictionKehidupan Fizzy memang selalu tampak bahagia, ia tidak pernah memperlihatkan kesedihannya. Namun, ia pernah dikhianati oleh mantan kekasihnya Kyle. Ia tidak pernah terpikir untuk mencari kekasih baru sampai ia bertemu Harry. ia merasa Harry adalah l...
![FAKE [h.s]](https://img.wattpad.com/cover/56055008-64-k210150.jpg)